Putri Monika

Putri Monika
59


__ADS_3

"Jangan khawatir, aku akan membuat pria itu tak tidak bisa lagi menampakan dirinya di hadapanmu. Kalau mau menangis, kau juga boleh menangis aku akan menghiburmu di sini," ucap Albert dengan nada suara khawatirnya.


👭👭👭


Monica yang mendengarkan itu meski sebenarnya tidak sedih dengan apa yang terjadi padanya di toilet Sebab Dia sudah menjebak pria itu, kini malah merasa terharu karena perhatian pria itu hingga dia pun membalas pelukan Albert dan menangis dipelukan pria itu.


"Hiks,, hiks,, hiks,, terima kasih,," Ucap Monica dengan suara yang sesak.


Melihat perempuan di belakangnya benar-benar tak kuasa menenangkan dirinya sendiri, maka Albert menjadi semakin geram pada pria yang bernama Robin.


Meski begitu, Albert masih tetap berusaha mengendalikan dirinya sendiri di depan Monica hingga akhirnya dia tidak mendengar lagi suara isakan Monica.


Monica yang merasa tenang akhirnya melonggarkan pelukan mereka lalu dia mengangkat wajahnya menatap Albert, "itu,,, terima kasih," kata Monica dengan 100% rasa bahagia memenuhi hatinya.


"Ya, Apakah sekarang kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Albert sembari mengusap air mata perempuan itu dan memperbaiki rambut Monica yang berantakan karena menangis.

__ADS_1


Monica yang mendengarkan ucapan Albert langsung menggelengkan kepalanya, Sebab Dia memang tidak membutuhkan apapun karena Sekarang dia sudah senang bahwa ternyata pria itu memperdulikannya.


Baginya, perhatian dari pria itu sudah jauh lebih cukup daripada segala sesuatu yang bisa ia miliki di dunia.


Sementara Albert yang melihat perempuan di depannya, dia mengangkat sebelah alisnya berbarengan dengan dering ponselnya yang kemudian berbunyi hingga pria itu pun menatap ke arah ponselnya yang diletakkan di meja kerjanya.


"Aku akan mengangkat teleponnya dulu," ucap Albert langsung diangguki oleh Monica hingga perempuan itu membiarkan Albert pergi mengangkat panggilan teleponnya dengan tatapannya yang tak pernah lepas dari pria itu.


"Halo," jawab Albert pada pria di seberang telepon yang menelponnya.


Oleh sebab itu, Albert kembali bertanya, katanya, "Memangnya ada masalah apa kau mencari anak magang bimbinganku?"


"Datang saja kemari, ada sesuatu yang terjadi dan perlu konfirmasi darinya," jawab pria dari seberang telepon lalu menutup panggilan telepon itu.


Tut tut tut...

__ADS_1


Albert pun menyimpan ponselnya ke dalam saku jasnya lalu dia mendekati Monica.


"Ada apa?" Tanya Monica sembari berdiri menatap Albert.


"Kita harus pergi ke ruang keamanan, Apakah kau sudah baik-baik saja?" Tanya Albert mendekati perempuan itu dan memperbaiki rambut Monica yang masih sedikit berantakan.


Monica mengganggukan kepalanya, "ya, aku sudah baik-baik saja," jawab Monica sembari melemparkan senyumnya pada pria di depannya lalu kedua orang itu pun keluar dari ruangan Albert.


Albert menggenggam tangan Monica hingga membuat Monica menghentikan langkahnya hingga menarik tubuh Albert yang kemudian berbalik menatap Monica.


"Ada apa?" Tanya Albert.


"Kau memegang tanganku," Ucap Monica yang merasa bahwa tidak akan enak jika orang-orang melihat mereka berpegangan tangan, apalagi pria itu telah memiliki seorang istri.


"Ahh,," Albert melepaskan genggaman tangannya pada tangan Monica, "ayo," ucap pria itu langsung membuat Monica menganggukkan kepalanya hingga Mereka pun berdampingan pergi menuju ke ruangan keamanan.

__ADS_1


__ADS_2