Putri Monika

Putri Monika
43


__ADS_3

"Wah,,, operasinya hanya berlangsung 1 jam 5 menit!!!" Ucap seorang perawat saat ia menatap jam.


Hal itu mengejutkan semua orang, karena biasanya operasi yang mereka lakukan hari itu memakan waktu setidaknya satu jam 30 menit, tetapi sekarang Monika mampu melakukannya lebih cepat dari yang dilakukan oleh dokter berpengalaman.


Sementara Monica yang mendengarkan ucapan perawat, dia hanya tersenyum dalam hati, 'Aku adalah pemecah rekor sejumlah operasi tercepat di dunia, hanya saja saat ini aku berada di tubuh yang berbeda,' ucap Monica dalam hati yang mana sebenarnya saat itu dia melakukan operasi lebih lambat sebab tentunya semua orang akan terkejut Jika dia tiba-tiba saja melakukannya sangat cepat.


Tetapi meski Monica telah melakukannya lebih lambat dari yang biasanya, namun perempuan itu masih juga membuat semua orang terkejut sehingga Monica membuat semua perhatian orang tertuju padanya.


Setelah selesai melakukan operasi, Monica pun pergi untuk istirahat dan dia makan semangkuk bubur ayam untuk menemani istirahatnya sembari melihat-lihat layar ponselnya.

__ADS_1


Tak berapa lama, seorang dokter magang tiba-tiba saja menghampirinya, "kau dipanggil oleh dokter Rania ke ruangannya," ucap dokter magang tersebut.


"Baiklah," jawab Monica sembari meletakkan ponselnya lalu perempuan itu mempercepat acara makan siangnya.


Setelah selesai makan siang, Monica pun pergi ke ruangan dokter Rania, dan dia terkejut saat dia mendapati bahwa dokter Albert dan dokter Intan juga ada di ruangan tersebut.


Bukan hanya itu saja, beberapa dokter lain juga sedang berkumpul di tempat itu hingga membuat Monica merasa aneh bahwa dirinya yang hanya dokter magang malah dipanggil untuk mengikuti pertemuan tersebut?


Hal itu membuat Monica sangat senang, sebab tentunya duduk bersampingan dengan pria itu adalah sebuah hal yang membuat jantungnya berdebar.

__ADS_1


Seorang pria yang berusia 55 tahun yang ada di dalam ruangan tersebut menatap Monica sembari berkata, "kami sudah mendengar tentang kemampuan medismu yang luar biasa. Tidak ada satupun orang yang sudah melakukan apa yang telah kau lakukan, baru pertama kali masuk dalam ruangan operasi dan sudah begitu lancar menjadi asisten. Kedua kali masuk dalam ruangan operasi dan sudah bisa memegang pisau beda serta hari ini kau melakukan satu operasi dengan sangat sempurna. Benar-benar bakat yang luar biasa, dan kami benar-benar bersyukur kau berada di rumah sakit kami."


Monica yang mendengarkan ucapan pria tersebut tersenyum malu-malu sebab tentunya semua orang akan terkejut Jika dia hanya bersikap biasa saja atas ucapan sang dokter.


Sementara dokter Intan yang ada di sana pun tidak tinggal diam, perempuan itu dengan cepat berkata, "dokter Albert lah yang menyarankan saya untuk membawanya ke dalam ruangan operasi, tetapi tidak menyangka bahwa penglihatan dokter Albert benar-benar baik sehingga dia bisa melihat orang yang sesungguhnya memiliki sebuah bakat."


Ucapan dokter Intan langsung membuat Monica mengerutkan keningnya, lalu dia menatap ke arah dokter arbert, dan dia tidak menduga bahwa ternyata perubahan sikap dokter Intan terhadapnya disebabkan oleh dokter Albert.


Hal itu membuat hati Monica semakin tak karuan lagi karena ternyata pahlawannya yang menyelamatkannya ialah dokter Albert sendiri, yaitu pangeran yang selalu ia cintai dalam hatinya.

__ADS_1


Maka, perbincangan terus berlangsung dengan Monica yang mendengarkan perbincangan orang-orang di sana sembari merasakan perasaan bahagia yang meluap-luap dalam hatinya karena apa yang telah dilakukan dokter Albert terhadapnya.


__ADS_2