Putri Monika

Putri Monika
80


__ADS_3

Setelah mendapatkan obat dari Robin, maka Dira pun berdiri lalu dia menghampiri perempuan pelayan yang ada di warung tempat mereka berada.


Saat itu, perempuan tersebut hendak membawa makanan untuk Albert dan Monica, tetapi dia menghentikan langkahnya ketika menatap Dira yang menghampirinya.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya perempuan itu.


Dira menatap ke arah Albert dan Monica, dan terlihat kedua orang itu sedang fokus pada HP mereka sehingga tidak memperhatikan sekitarnya, Oleh sebab itu Dira kemudian berkata, "bisakah kau memberikan aku air hangat?"


"Ah baik, akan ku antar ini dulu baru mengambilkan anda air hangat," ucap perempuan yang bersama dengan Dira dan hendak melangkah pergi ketika Dira dengan cepat menahan lengan perempuan itu.


"Tenggorokanku terasa begitu sakit, jadi tolong bantu aku terlebih dahulu sebelum mengantarkan makanannya," ucap Dira akhirnya membuat Sang Perempuan menganggukkan kepalanya lalu dia pun meletakkan makanan untuk Albert dan Monica di atas meja sebelum berbalik memasuki dapur.


Dira yang melihat itu langsung menatap ke arah Robin, dan tampak Robin tersenyum ke arahnya hingga Dira dengan cepat menuangkan obat yang ada di tangannya ke makanan Monica dan Albert.

__ADS_1


'rasakan kalian berdua, setelah ini kalian akan bolak-balik masuk WC dan aku harap perut kalian akan terasa seperti dicincang-cincang!!!' ucap Dira menuangkan semua obat tersebut ke kedua makanan yang ada di hadapannya.


Setelah itu, dia menatap ke arah Albert dan Monica yang masih sibuk bermain HP sehingga dia mengambil kesempatan itu mengaduk makanannya sebelum berdiri seperti tidak terjadi apa-apa.


Setelah Dira mendapatkan air hangatnya, maka perempuan itu pun pergi menghampiri Robin dan duduk di sana sembari melemparkan senyumnya pada Robin.


"Kau melakukannya dengan baik, obat itu akan bekerja dalam 20 menit,," ucap Robin langsung diangguki oleh Dira.


Cukup lama mereka menyantap makanan mereka sebelum akhirnya mereka meninggalkan tempat itu dengan mengayuh sepeda mereka.


Robin yang melihat kepergian Albert dan Monica langsung tersenyum mengejek, 'Aku harap obat itu akan bekerja dalam perjalanan, dan akan bagus kalau obat itu bekerja di penurunan sehingga mereka akan terjatuh dari sepeda dan kematian mereka akan dianggap sebagai kecelakaan, bukan karena keracunan. Keracunan pun, sama sekali tidak ada hubungannya denganku, karena perempuan bodoh inilah yang akan disalahkan!' ucap Robin dalam hati.


Sementara Dira, dia yang saat itu masih menikmati makanannya langsung menatap Robin sembari berkata, "dalam perjalanan kembali ke penginapan mereka, mereka pasti akan merasa mules-mules apalagi mereka menggunakan sepeda, akan sangat seru membayangkan mereka menahan rasa sakit perut sepanjang jalan.".

__ADS_1


Robin yang mendengarkan ucapan Dira langsung tersenyum sembari menunggukan kepalanya, "ya, pasti lucu sekali membayangkan mereka, sayangnya kita tidak bisa melihat nya," ucap Robin.


"Ah, Kalau begitu, Bagaimana kalau kita menyusul mereka?" Tanya Dira yang mana saat itu makanan mereka juga telah habis.


Tetapi Robin langsung menggelengkan kepalanya, "tidak perlu menyusul, bukankah kau berjanji kalau pagi ini kita akan menghabiskan waktu berdua saja di kamar?" Tanya Robin langsung membuat pipi Dira bersemu merah.


Perempuan itu tanpa sadar langsung mengulurkan tangannya menyentuh lehernya karena di lehernya ada banyak sekali bekas kecupan pria di depannya, namun ia menutupinya dengan make up sebelum meninggalkan villa mereka.


'Aku harap aku segera hamil, dengan begitu aku akan langsung menikah dengan pria ini dan memasuki keluarga kaya raya!!!' ucap Dira dalam hati yang sudah tidak sabar untuk mengubah statusnya dari orang miskin menjadi menantu keluarga kaya raya.


Oleh sebab itu, Dira dengan antusias menganggukkan kepalanya, "ya, kalau begitu kita pulang saja sekarang," langsung membuat Robin berdiri lalu merangkul perempuan itu meninggalkan tempat tersebut.


__ADS_1


__ADS_2