Putri Monika

Putri Monika
63


__ADS_3

"Bu!!!" Dira memanggil ibunya yang saat itu sedang berjaga di toko.


"Ada apa?" Tanya Amanda yang sementara mencatat pemasukan dan pengeluaran toko mereka.


"Ini Bu!! Seseorang mentransfer uang ke rekening Ibu, siapa yang mentransfernya?" Tanya Dira sembari memperlihatkan layar ponsel ibunya pada Amanda hingga Amanda memperhatikan nominal yang tertransfer itu dan dia melototkan matanya.


Perempuan itu berusaha menghitung nol pada jumlah yang ditransfer itu sampai akhirnya dia menahan nafasnya selama beberapa detik.


"150 juta Bu, 150 juta!!!" Kata Dira sembari berteriak langsung membuat Amanda berdiri membekap mulut putrinya.


"Mm!!!" Dira langsung meronta dengan kelakuan ibunya yang begitu tidak sopan.


Saat Ibunya sudah melepaskan dekapannya pada mulutnya, barulah Dira melototi ibunya dengan kesal, "Kenapa Ibu memperlakukan ku seperti itu?" Ucap Dira sembari menyapu mulutnya yang tadinya dibekap oleh ibunya.

__ADS_1


"Kau ini!! Pelankan suaramu atau ayahmu akan mendengarkan percakapan kita dan mengetahui kita memiliki uang yang banyak!!" Kesal Amanda sembari mengintip ke dalam rumah dan perempuan itu bernafas dengan lega saat ia melihat suaminya sudah tertidur dengan botol minuman keras di atas tubuh pria itu.


"Ahh,, Dia sedang tidur, jadi dia tidak akan mendengarkan kitq, Jadi apakah uang ini bisa kita belanjakan?" Tanya Dira dengan wajah antusiasnya menatap ibunya.


Amanda pun tersenyum melihat saldo di rekeningnya sembari perempuan itu berkata, "ini tidak mungkin berasal dari saudara tirimu itu, karena dia tidak mungkin punya uang sebanyak itu, atau jangan-jangan uang ini adalah uang yang salah transfer sehingga malah masuk ke rekening Ibu?"


Dira memperlihatkan wajah bahagianya sembari berkata, "kalau begitu, ini adalah jackpot!!! Begini saja Bu, kita tunggu sampai nanti malam, kalau tidak ada orang yang menanyakan tentang uang ini, maka uang ini akan menjadi milik kita!!!"


"Benar!!!" Amanda Setuju dengan putrinya sehingga kedua perempuan itu berada dalam suasana hati yang sangat bahagia setelah mereka mendapat transferan uang yang begitu banyak tanpa adanya kejelasan siapa yang mengirimnya.


Pada sore hari ketika mereka sedang menjaga toko dengan Dira yang saat itu sangat semangat membantu ibunya di toko, Mereka melihat seorang pria yang datang menghampiri mereka yang langsung membuat Amanda berdiri menyambut pria tersebut.


"Kau adalah senior magang putriku di rumah sakit,, Apa yang membuatmu datang kemari?" Tanya Amanda sembari memperhatikan pria tampan di depannya dengan Dira yang saat itu memegang sebuah jualan kini terpaku di tempatnya melihat Robin.

__ADS_1


Meski pria itu tidak terlalu tampan, tetapi tatapan perempuan itu tertuju pada setiap outfit yang dikenakan oleh pria itu, jelas-jelas berasal dari brand yang mahal hingga membuat Dira langsung menebak bahwa pria itu berasal dari keluarga kaya raya.


Maka tanpa menunggu lebih lama lagi, Dira langsung menghilangkan rasa tidak tahu malunya Dan Dia mendekati ibunya sembari memamerkan sebuah senyum di wajahnya menatap Robin yang saat itu juga menatapnya.


'Jadi ini adik tiri Monica, dia lumayan cantik juga,' ucap Robin dalam hati sembari memindahkan tatapannya ke arah Amanda.


"Aku datang karena berkas yang harus dilengkapi agar Monica bisa pindah ke rumah sakit lain," kata Robin langsung membuat Amanda begitu bersemangat dengan pembicaraan itu.


"Kalau begitu kita berbicara di dalam saja supaya lebih nyaman," ucap Amanda kepada Robin lalu menoleh ke arah putrinya, "sementara Ibu berbicara dengan Robin, Kau jaga toko yang baik!!"


Dira yang mendengarkan itu hendak protes, sebab dia ingin berkenalan dengan pria yang bersama-sama dengan ibunya, tetapi perempuan itu belum sempat berbicara ketika Amanda sudah menarik Robin ke dalam rumah untuk berbincang-bincang.


"Ahh,, Ibu ini, dia benar-benar bodoh!!!" Gerutu Dira menghentakkan sebelah kakinya dan dia hendak masuk menyusul ketika tiba-tiba saja ada seseorang yang datang membeli sehingga perempuan itu hanya bisa berpasrah dan melayani pembeli.

__ADS_1


Benar-benar menyebalkan!!!


__ADS_2