Putri Monika

Putri Monika
18


__ADS_3

Setelah meninggalkan ruangan dokter Albert, maka Monica menjadi sangat berbunga-bunga dan perempuan itu berjalan sembari memeluk buku yang ia dapatkan dari dokter Albert.


'Benar, tidak peduli dia sudah memiliki istri atau anak, dia tetaplah pangeranku, aku akan tetap bersama-sama dengannya!!' ucap menikah dalam hati sebenarnya mengingat Bagaimana sikap pria itu terhadapnya dan dia merasa sangat senang.


Sebab bagaimanapun, dia telah mendengar gosip dari para seniornya yang bekerja di Rumah sakit bahwa dia bukan pria yang akan bersikap baik pada perempuan, tetapi hari ini Monica membuktikan sendiri bagaimana Albert memiliki sikap yang sangat baik terhadapnya.


Sebuah perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh pria itu membuat Monika serasa diterbangkan menembus langit ketujuh.


"Hei,, itu dia," ucap seorang dokter magang saat melihat menikah tampak tersenyum-senyum sembari memeluk sebuah buku.


"Kau kemari!!" Perintah salah satu senior Monica langsung membuat Monica menghentikan langkahnya dan dia langsung merasakan sebuah bahaya.


Dia berpikir beberapa saat sebelum akhirnya dia menghampiri para anak magang itu, sebab tentunya dia tidak ingin mendapat masalah besar lagi di tempat itu jika dia terus saja melanggar perintah seniornya.

__ADS_1


"Kakak memanggil saya?" Tanya Monika sembari menatap perempuan yang tadi memanggilnya.


"Hm! Kau baru saja dari ruang dokter Albert, apa yang dia katakan padamu?" Tanya dokter magang perempuan itu.


Sementara salah seorang senior Monica yang ada di sana memperhatikan buku yang ada di pelukan Monica hingga tanpa aba-aba dokter magang itu mengeluarkan tangannya mengambil buku catatan itu dari Monika.


Tak ingin barang pemberian dokter Albert disentuh oleh orang lain, maka Monika langsung mengulurkan tangannya untuk mendapatkan buku itu kembali ketika sang dokter magang yang mengambilnya langsung menjauhkannya dari tangan Monika.


"Apa dokter arbet memberikan buku ini?" Tanya Dokter magang itu sembari membuka isi buku tersebut dan dia sangat terkejut ketika melihat bahwa ada banyak ilmu yang bisa dipelajari di sana.


"Astaga,, ini buku pribadi tidak mungkin dokter Albert memberikannya secara cuma-cuma dan terlebih,, woaahh,,, penjelasan yang sangat rinci, ini benar-benar cocok untuk dimiliki!!!"


"Tolong kembalikan!" Kata Monika pada para dokter magang yang sedang memegang-megang buku dari dokter Albert.

__ADS_1


Dia sendiri belum melihatnya secara keseluruhan, tetapi para dokter magang itu sudah mendahului nya??


Tidak boleh!!!


Itu pemberian pria yang ia sukai selama bertahun-tahun lamanya, Jadi tidak boleh dilihat oleh sembarang orang!!


"Heh,, kau berani membentak senior mu?!!" Kata salah seorang dokter magang sembari melototi Monika hingga membuat Monica mengepal kuat tangannya.


"Itu milik dokter Albert, dan dia menyuruhku untuk merapikan catatan yang ada di sana! Aku juga harus mengembalikannya besok pagi, jadi tolong kembalikan bukunya padaku!" Ucap Monika berbohong, sebab Dia tidak ingin membuat keributan dengan para senior itu.


"Ahh,, kalau begitu biarkan kami membawanya satu malam, aku akan mendapatkan kopiannya lalu mengembalikannya besok pagi!" Kata salah seorang dokter magang sembari memeluk buku tersebut dan dia benar-benar tidak terlihat ingin mengembalikan buku itu.


Hal tersebut membuat Monica menjadi sangat marah, sebab orang-orang itu belum meminta izin pada dokter Albert untuk mendapatkan kopiannya tetapi sekarang sudah ingin mengambilnya?

__ADS_1


"Tidak boleh! Kalau kalian belum meminta izin pada dokter Albert, maka kalian tidak boleh mengambilnya, apalagi sampai membuat copyannya!!!" Ucap Monica dengan tegas benar-benar membuat semua orang terkejut bahwa ternyata perempuan di depannya sudah sangat berani berbicara.


__ADS_2