Putri Monika

Putri Monika
91


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rumah sakit, Monica dan Albert Akhirnya bisa keluar dari rumah sakit.


Keduanya menaiki mobil yang disetir oleh salah seorang pria yang merupakan kenalan Albert.


Dalam perjalanan kembali ke ibukota, Monica terus bersandar pada Albert sembari menggenggam tangan pria itu.


"Bagaimana proses hukum Robin dan Dira?" Tanya Monica ketika dia kembali mengingat kedua orang yang telah meracuni mereka hingga hampir meninggalkan dunia.


Teman Albert yang sedang menyetir langsung berkata, "saat ini jadwal persidangan sudah keluar, dan mereka akan disidang dalam 3 minggu lagi. Tapi aku sudah berbicara dengan jaksa dan pengacara, mereka berdua akan dipenjara minimal 20 tahun!!!"


Monica yang mendengarkan itu merasa sangat puas, dan dia senang bahwa kedua orang itu akan menghabiskan masa muda mereka di dalam penjara sebagai akibat dari ketololan mereka sendiri.

__ADS_1


"Baguslah," ucap Albert mengusap tangan Monica, "setelah ini tidak ada lagi orang-orang yang bersifat buruk di sekitar kita kecuali ibumu tirimu. Apakah ayahmu sudah memutuskan untuk berpisah dengan perempuan itu?" Tanya Albert yang merasa khawatir bahwa mungkin saja masih akan terjadi sesuatu yang buruk lainnya jika ayah Monica masih bersama-sama dengan perempuan itu.


Apalagi, dia sudah mendengar keputusan Monica bahwa perempuan itu akan kembali ke rumahnya dan tinggal bersama-sama dengan ayahnya.


"Hm, kemarin ayahku meneleponku, dan dia sudah pergi ke pengadilan membawa surat gugatan cerai. Amanda juga sudah diusir dari rumah, jadi aku tidak akan bertemu lagi dengan perempuan itu. Aahh,, sepertinya Robin juga tidak melepaskannya, karena dia memiliki hutang 150 juta Pada Robin sehingga dia mungkin akan dituntut dan menyusul putrinya ke dalam penjara." Ucap Monica.


"Benarkah?? Bagaimana bisa dia berhutang pada Robin?" Tanya Albert yang merasa penasaran dengan hal tersebut.


"Ya, aku juga tidak tahu, tapi kemungkinan besar dia ditipu sehingga mungkin saja sekarang polisi sudah mencarinya kemana-mana." Ucap Monica.


Albert dan Monica memperhatikan perempuan itu yang ternyata adalah Amanda yang saat itu berlari sangat kencang di pinggir jalan raya.

__ADS_1


"Panjang umur, dia langsung ada di sini," ucap Albert sembari memperhatikan dua polisi yang mengejar Amanda.


Monica tidak mengatakan apapun, tetapi perempuan itu tersenyum dan merasa bahwa apa yang didapatkan oleh Amanda dan putrinya sangatlah pantas untuk kedua orang itu.


Mobil Mereka pun berbelok ke sebuah jalanan yang membuat kedua orang itu tidak bisa lagi melihat Amanda, namun Monica sudah merasa tenang bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan keburukan Monica kini telah Ia selesaikan sehingga dia berharap Monica maupun Ibunya sudah tenang di alam tempat mereka berada.


Mobil yang membawa Albert dan Monica terus melaju beberapa menit sampai akhirnya mobil tersebut berhenti di depan kediaman Monica dan Monica mengerutkan keningnya saat ia melihat Carlos yang berdiri di hadapan rumah memegang sebuah papan yang bertuliskan, *SELAMAT DATANG KEMBALI DI RUMAH KITA PUTRIKU SAYANG!!!*


"Ayahmu sangat menyayangimu, aku harap kedepannya dia memperlakukanmu dengan baik," ucap Albert langsung diangguki oleh Monica hingga perempuan itu pun turun bersama-sama dengan Albert dari mobil.


"Selamat datang kembali di rumah," ucap Carlos langsung memeluk Monica dan diangguki oleh Albert yang juga memeluk pria itu.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menyambutku," Ucap Monica yang merasa senang pada pria yang ada di hadapannya kini sudah benar-benar berubah.


Dia pun berharap bahwa kedepannya pria itu akan terus bersikap baik dan tidak lagi melakukan hal-hal buruk yang selama ini menjadi kebiasaannya.


__ADS_2