Putri Monika

Putri Monika
72


__ADS_3

"Kau,,, kau baru saja berkata kalau kau pria lajang?" Tanya Monica.


Albert yang mendengarkan itu segera menarik Monica ke dalam pelukannya tanpa memperdulikan orang yang lalu lalang di sekitar mereka.


🍙🍙🍙


"Apakah Kau pikir aku pria yang sudah berkeluarga?" Tanya Albert sembari mengulurkan tangannya menyentuh pipi Monica dan juga memperbaiki rambut Monica yang berantakan karena tertiup oleh angin.


"Itu,, Aku hanya bertanya, siapa tahu kau sudah memiliki istri," ucao Monica.


"Hm?" Albert mengangkat sebelah alisnya, "Memangnya kau tidak keberatan menjalin hubungan dengan pria yang sudah beristri?" Tanya Albert sembari mendaratkan sebuah ciuman di bibir perempuan itu Sebab Dia benar-benar tidak bisa menahan diri setiap kali menatap bibir cantik milik perempuannya.


Monica menggelengkan kepalanya sembari mengukir sebuah senyuman di wajahnya, "aku tidak keberatan asal itu adalah kau," ucap Monica.


Ucapan perempuan itu benar-benar membuat Albert merasakan darahnya menjadi mendidih sehingga pria itu tidak tahan lagi untuk mencium bibir perempuan itu dengan dalam dan berharap dia bisa membuat perempuan itu menyatu dengan dirinya agar dia bisa merasa puas karena memiliki perempuan itu seutuhnya.


Burung beo yang melihat kejadian itu hanya bisa memalingkan wajahnya dan terbang meninggalkan kedua orang yang terlalu mesra itu.


Sungguh pemandangan yang tidak layak dilihat olehnya!!

__ADS_1


Sementara dua orang yang berciuman, mereka terus menikmati kebersamaan mereka sampai akhirnya keduanya harus menghentikan ciuman itu karena hujan yang telah menetes membasahi bumi.


Tes tes tes....


Albert langsung menarik bibirnya dari bibir Monica dan mengangkat syal nya yang tadi menutupi leher Monica hingga menutupi kepala perempuan itu.


"Ayo," kata Albert langsung merangkul perempuan itu dan membawanya menuju mobil.


Monica yang dirangkul meski merasa dingin karena air hujan yang membasahinya, Tetapi dia tetap tersenyum sembari berlari sampai mereka akhirnya masuk ke dalam mobil.


"Kau basah," Ucap Monica segera mengambil tisu lalu dia pun membantu perempuan itu menyeka air hujan yang membasahi rambut dan juga wajah Albert.


Burung beo yang ada di dalam mobil langsung terbang ke kursi belakang mobil dan duduk di sana sembari menyembunyikan kepalanya di bawah sayapnya.


"sudah, ayo cepat jalankan mobilnya, kau akan segera sakit kalau tidak cepat-cepat mandi air hangat," Ucap Monica segera diangguki oleh Albert selalu pria itu pun menyalakan mesin kendaraannya.


Brrooommm......


Mobil pun meninggalkan area pinggiran sungai dan Albert menyetir sesuai dengan arahan Monica hingga tiba di apartemen perempuan itu.

__ADS_1


"Tinggal sebentar, kau harus mandi air hangat supaya tidak terkena flu," kata Monica yang merasa cemas bahwa pria itu mungkin akan sakit setelah kehujanan.


Tanpa membuang-buang waktu, maka Albert segera menganggukkan kepalanya lalu pria itu membuka mobil dan berjalan bersama Monica ke dalam lift.


Dia masih ingin menghabiskan banyak waktu bersama dengan Monica, dan dia juga penasaran dengan tempat tinggal perempuan itu.


Maka Setelah tiba di apartemen kamu Albert mengerutkan keningnya bahwa ternyata tempat tinggal perempuan itu hanyalah apartemen tipe studio yang membuatnya bisa melihat mulai dari dapur sampai ke kamar perempuan itu.


"Gunakan handuk ini dan bersihkan tubuhmu, berikan pakaiannya padaku supaya aku mencucinya dengan cepat," Ucap Monica di angguki oleh Albert lalu pria itu dengan cepat masuk ke kamar mandi.


Sementara Monica, dia mengambil pakaian pria itu lalu mencucinya dengan kilat dan segera memasukkannya ke pengering.


Setelah selesai, Monica menyetrika pakaian tersebut dengan hati-hati bersamaan dengan Albert yang sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya pinggang pria itu saja yang terbalut oleh handuk.


Pria itu berdiri memandangi Monica yang sibuk menyetrika pakaiannya dan dia pun mengelilingkan pandangannya di sekitar apartemen namun tidak menemukan burung beo.


"Di mana burung beo milikmu?" Tanya Albert langsung membuat Monica berbalik menatap pria yang berbicara dengannya.


Wajah perempuan itu langsung memerah padam ketika dia melihat penampilan pria yang berdiri menatapnya.

__ADS_1


Handuk miliknya begitu kecil ketika dikenakan oleh Albert hingga di Amerika bisa melihat 80% dari tubuh pria itu.


"Ahh,, burung beo ku pergi berjalan-jalan, Tunggu sebentar, ini akan segera selesai," kata Monica segera memalingkan wajahnya dari Albert dan menyelesaikan setrikaannya.


__ADS_2