Putri Monika

Putri Monika
27


__ADS_3

Monica berkata "Cara menjahit lukanya tidak seharusnya seperti itu. Seharusnya jahitannya lebih rapat lagi dan memiliki jarak yang--"


"Apa katamu?!!" Kesal dokter magang menghentikan gerakannya sembari melototi Monica.


Sementara Monica yang dilototi, perempuan itu hanya menoleh ke arah dokter Intan membiarkan perempuan itu berbicara.


"Biarkan dia yang melakukannya," ucap dokter Intan benar-benar membuat adik dokter Intan yang bernama Sonia tercengang menatap kakaknya.


"Apa yang kakak katakan?" Tanya Sonia berharap perempuan itu memperbaiki ucapannya.


Tetapi dokter Intan yang ada di sana kembali berkata, "berikan padanya!"


Ucapan dokter Intan membuat semua orang terkejut, tetapi kemudian Sonia yang merasa kesal langsung meletakkan peralatan medisnya lalu perempuan itu segera keluar dari ruang operasi dengan perasaan kesal.

__ADS_1


Sementara Monica, dia langsung mengambil alih dan dia memperbaiki jahitan yang salah dengan hati-hati, lalu melanjutkannya dengan sangat sempurna hingga jahitan yang dibuat oleh Monica membuat dokter Intan sangat terkejut bahwa jahitan itu sangatlah rapi.


Bahkan jika dia harus berkata jujur, maka jahitan Monica jauh lebih rapi dari yang biasa ia kerjakan.


"Apa Ini pertama kalinya kau memasuki ruangan operasi?" Tanya Dokter Intan.


"Ya, benar, tetapi saya sudah melihat video operasi setiap hari dan juga berlatih di rumah, sepanjang hari saya berlatih dengan alat peraga," ucap Monika.


Melihat dokter Albert, maka Monica menjadi sangat senang hingga perempuan itu kemudian dengan percaya diri meninggalkan ruangan operasi dan dia berharap apa yang ia lakukan hari itu akan membuat dokter Albert merasa senang terhadapnya.


Saat Monica mencuci tangan, tiba-tiba saja dokter Intan menghampirinya dan perempuan itu menatap Monika sembari berkata, "Aku tidak yakin kalau kau baru pertama kali memasuki ruangan operasi."


"Ahh, , tapi itu memang benar, setelah lulus dari kedokteran, Ini pertama kalinya saya memasuki ruangan operasi yang sesungguhnya," ucap Monika.

__ADS_1


"Benarkah?" Kembali Tanya Dokter Intan yang merasa begitu aneh jika orang yang baru pertama kali memasuki ruangan operasi malah terlihat begitu tenang, bahkan memberikan peralatan operasi dengan sangat baik.


Lagi pula, cara kerja perempuan itu jauh lebih baik daripada dirinya sehingga dokter Intan pun merasa kesal karena dia tidak bisa melakukannya sebaik Monica melakukannya.


"Iya," jawab Monica dengan tenang.


Dokter Intan yang mendengarkan itu tidak mengatakan apapun lagi, tetapi perempuan itu hanya meninggalkan Monica dengan kebingungannya, namun saat ia mengingat ketika dokter arbet menghampirinya, pria itu mengatakan untuk lebih memperhatikan Monica dan mengikutkan perempuan itu jika dokter Intan memiliki sebuah operasi.


'Apa jangan-jangan dokter Albert sudah melihat kemampuan perempuan itu hingga dia mengusulkannya padaku?' ucap dokter Intan dalam hati sembari terus melangkahkan kakinya dengan pikirannya masih terus memikirkan Monica yang membuatnya sangat tercengang dengan kemampuan perempuan itu.


Dokter Intan barulah menghentikan langkahnya ketika adiknya menghampirinya, "kak!" Ucap Sonia dengan raut wajah kekesalannya.


"Hm,, kita bicara di ruanganku," kata dokter Intan yang tentunya tidak mau membiarkan orang-orang melihat mereka berbicara apalagi dia bisa melihat bahwa saat ini adiknya sangat kesal terhadapnya.

__ADS_1


__ADS_2