
Setelah Robin meninggalkan Rumah sakit, pria itu dengan cepat menemui kakeknya yang saat itu sedang ada di ruang kerjanya dan bersujud di hadapan kakeknya.
"Kakek!! Ku mohon diselamatkan aku, aku tidak bisa begini, Aku dari dulu bercita-cita untuk menjadi dokter, menjadi Aku tidak mau sampai dikeluarkan dari rumah sakit dan harus kehilangan kesempatan untuk menjadi dokter. Pokoknya sekali ini saja kakek, kalau kakek membantuku sekali ini saja maka kedepannya Aku tidak akan membuat masalah apapun lagi dan juga akan selalu mengikuti apapun yang kakek perintahkan padaku," ucap Robin yang benar-benar tidak mau membiarkan karirnya dihancurkan oleh perempuan bernama boneka.
Tuan besar ambara yang mendengarkan ucapan cucunya menghela nafas dengan panjang, lalu pria itu pun duduk di sofa yang terletak dalam ruangannya dan menatap cucunya yang masih terus berlutut di hadapannya.
"Hah,, kau benar-benar telah mempermalukan keluarga kita!! Bisa-bisanya kau dijebak oleh perempuan tidak tahu malu itu sehingga Sekarang Dia memiliki kekuatan untuk mengancam kita!! Sebagai salah seorang anggota keluarga ambara, Kau benar-benar sangat memalukan!!!" Bentak tuan besar ambara pada cucunya.
Dia benar-benar tidak memiliki muka untuk berbicara di hadapan dokter Albert saat tadi dia melihat perempuan yang dibela oleh dokter Albert dengan begitu tenang membongkar kebohongan yang telah dilakukan oleh cucunya.
Selain itu, keluarga mereka yang merupakan keluarga terpandang tidak pernah diancam seperti itu, namun sekarang yang mengancam mereka bukanlah orang yang berasal dari keluarga terpandang, melainkan seorang perempuan yang berasal dari keluarga miskin!!!
Sedangkan Robin yang mendengarkan ucapan kakeknya pria itu benar-benar marah dalam hatinya, namun dia tidak punya pilihan lain selain bersujud di hadapan kakeknya sembari berkata, "kalau kakek membantuku mendapatkan kesempatanlah kedua, maka aku akan membuat perempuan itu dan juga dokter yang bernama dokter Albert itu tidak akan memiliki kesempatan untuk menghina kita lagi!! Aku akan membuat mereka berdua bersujud di bawah kakiku dan menjerat sepatuku demi mendapatkan pengampunan dariku!!!"
Tetapi Tuan ambara yang mendengarkan itu, dia menggertakan giginya sembari menatap tajam ke arah cucunya, lalu berkata, "kau,, Memangnya kemampuan apa yang kau miliki untuk melawan mereka? Jangan berpikir macam-macam dan sebaiknya pergi ke kamarmu dan kurung dirimu di kamarmu sampai aku mengizinkanmu keluar!!! Sangat memalukan memiliki cucu sepertimu!!!"
__ADS_1
Tuhan ambara benar-benar marah, kalau sampai rekaman itu tersebar keluar, maka bukan hanya Robin yang akan mendapat masalah, tetapi keluarga mereka juga, nilai baik keluarga mereka di mata orang-orang akan runtuh dalam sekejap!!
Bentakan kakeknya sangat mengejutkan Robin karena tidak menyangka bahwa pria tua itu akan menyerah pada dirinya.
"Itu,, kakek!! Tolong pertimbangkan lagi, Aku pasti bisa membuat kedua orang itu--"
"Diam!!! Keluar dari sini!!!" Bentak tuan besar ambara yang tidak ingin lagi mendengarkan apapun yang dikatakan oleh cucunya karena pria itu sudah terlanjur marah.
Dia hanya cucu biasa saja, Bahkan jika dia tidak menjadi dokter, masih Ada banyak hal lain yang bisa dikerjakan oleh pria itu, terutama dalam masalah bisnis.
Buk buk buk....
Tinjuan dari tangan Robin benar-benar membuat tembok menjadi lecet karena terkena oleh darah yang keluar dari kulit tangan pria itu.
"Sial!!!" Teriak Robin penuh amarah hingga membuat satu orang di rumah tersebut mendengar teriakannya dan satu persatu dari mereka keluar dari ruangan tempat mereka berada lalu melihat Robin yang masih terus meninju tembok di hadapannya.
__ADS_1
Ayah Robin yang melihat itu menggerakkan giginya, lalu dia mendekati putranya dan mengayunkan tangan kanannya ke arah wajah putranya.
Buk!!
Bruk!!
Tubuh Robin langsung terjatuh ke lantai dengan pria itu tidak memiliki sedikitpun semangat pada dirinya ia Hanya berbaring lemah di lantai dan sembari membuka matanya menatap ayahnya yang berdiri menatapnya.
"Apa yang kau lakukan?!! Kau membuat masalah di rumah sakit dan sekarang datang di sini ingin membuat masalah juga? Kau pikir hanya kau yang tinggal di rumah ini sehingga kau bebas melakukan apapun?!! Dasar anak tidak berguna!!" Geram ayah Robin sembari berbalik meninggalkan putranya.
Sebelum memasuki ruang kerjanya, Ayah Robin terlebih dahulu menatap seorang petugas keamanan di rumah mereka, "kurung dia di kamarnya dan jangan biarkan dia keluar dari kamar sampai aku memberi perintah!" Perintah Ayah Robin pada sang petugas keamanan.
"Baik Tuan," jawab petugas tersebut sembari berjalan ke arah Robin.
__ADS_1