
"Di mana burung beomu?!!" Tanya Dira sembari melototi Monika sebab Dia belum puas setelah Apa yang dilakukan oleh burung beo yang dibawa oleh Monica ke rumah.
"Ahh,, jangan mencari burung beo di rumah sakit, karena tentunya aku dilarang membawanya kemari!!! Kalau tidak ada lagi yang perlu kalian bicarakan, maka aku harus kembali bekerja!" Ucap Monica yang kini baru teringat pada burung beonya, sudah dua hari Dia tidak bertemu dengan burung itu.
Dia merindukannya, tetapi setiap kali dia pergi ke taman rumah sakit, burung beonya tidak datang menghampiri.
"Anak sialan ini, aku sudah menjagamu selama 5 tahun lamanya tapi kau masih terus kurang ajar padaku?!! Kami butuh uang!" Ucap Amanda tanpa ada rasa malu bahkan tidak memperdulikan orang yang lalu lalang di sekitar mereka yang mendengar percakapan mereka.
"Uang?!" Monica benar-benar ingin tertawa dengan kelakuan ibu tirinya, padahal perempuan itu selalu menganggapnya sebagai sampah, tapi jelas-jelas Monika mengingat bahwa Monika yang dulu selalu saja memberikan seluruh gaji magangnya pada ibu dirinya karena tidak mau dianggap sebagai anak yang durhaka.
Tetapi saat ini, dia bukanlah Monica yang dulu yang selalu diinjak-injak, dia bukan mau nikah yang akan merendahkan harga dirinya di depan semua orang yang menghinanya.
__ADS_1
"Ya uang!! Kau sudah gajian 3 hari yang lalu kamu tapi kau belum mentransfernya ke rekening Ibu!! Ditambah lagi perawatan untuk wajahku karena cakaran dari burung beo peliharaanmu itu, jadi berikan kami 10 juta!!!" Bentak Dira.
Bentakan itu langsung membuat semua orang menatap ke arah mereka hingga membuat Amanda menyenggol putrinya, "pelankan suaramu!" Kesel Amanda yang tentunya tidak mau dianggap sebagai ibu yang durhaka kala ia meminta banyak uang dari anaknya.
Tetapi Monika yang ada di sana, perempuan itu tersenyum miring, "Kalau begitu akan ku transfer nanti!" Ucap mau nikah langsung membuat dua orang perempuan yang ada di depannya tersenyum senang.
"Ingat untuk mentransfernya, kalau kau tidak mentransfernya maka besok Ibu akan datang lagi padamu!!" Ucap Amanda sebelum berbalik bersama dengan putrinya meninggalkan Monica yang berdiri memandangi punggung kedua perempuan itu.
'Memangnya apa yang sudah mereka lakukan padaku sehingga aku harus memberikan mereka uang? Aku sekolah dari uang yang ditabungkan oleh ibu kandungku, dan selama 5 tahun aku tinggal bersama mereka, Aku bahkan diperlakukan lebih buruk dari seorang pembantu. Jadi untuk apa aku memberi mereka uang?' kesal Monika seraya berbalik untuk pergi ke ruang istirahat.
"Hais,," Monica yang dilanda rasa cemburu tanpa pikir panjang langsung berjalan untuk menghampiri mereka ketika dia dihentikan oleh seorang yang menabraknya.
__ADS_1
Monica yang sebenarnya bisa menahan tabrakan itu langsung memutar otaknya dengan cepat dan Dia teringat bahwa dia akan menarik perhatian Albert Jika dia terjatuh, maka perempuan itu dengan sengaja menjatuhkan dirinya hingga terdengar bunyi gedebuk yang keras.
Buk!
"Akhh!!"
"Nona baik-baik saja?" Tanya orang yang menabrak mau nikah sembari mengulurkan tangannya untuk membantu perempuan itu berdiri.
Tetapi Monica yang mendapat uluran tangan itu melirik ke arah Albert yang melihatnya dan dia berpura-pura kesulitan untuk berdiri.
"Ahh, maaf juga, saya yang salah karena berjalan terburu-buru hingga tidak memperhatikan sekitar saya dengan jelas," ucapkan Monika sembari menunduk meminta maaf pada perempuan itu dan ketika dia kembali berdiri dengan tegap dia terkejut saat tiba-tiba seseorang datang menutupi tubuhnya dengan sebuah jas.
__ADS_1
Aroma jas itu sangat jas itu langsung membuat Monica berbalik dan dugaannya tepat bahwa aroma itu berasal dari Albert sehingga dia merasa begitu senang.
Deg! Deg! Deg!