
"Ini hasil pengamatan hari ini," Ucap Monica menyerahkan hasil pengamatannya pada salah satu senior magangnya agar perempuan itu membuat laporannya.
"Ahh ya, Tapi kau sudah melepaskan arm sling-mu? Apakah tanganmu sudah baik-baik saja?" Tanya Dokter magang yang merasa khawatir dengan tangan perempuan di depannya.
Monica tersenyum, "ya, tidak sakit lagi, dan hari ini juga aku akan melakukan operasi bersama dengan dokter Rania, jadi aku harus buru-buru." Ucap Monica langsung membuat sang dokter magang menganggukkan kepalanya dan membiarkan perempuan itu pergi.
Sebab perempuan itu tahu bahwa Monica sudah dijadwalkan untuk masuk ke ruangan operasi bersama dengan seorang dokter yang bernama dokter Rania, salah satu teman dokter Intan yang merekomendasikan Monica untuk menjadi asisten perempuan itu.
Maka setelah selesai menyerahkan laporan pengamatannya, Monica langsung masuk ke ruangan operasi dan melihat dokter Rania sudah siap di sana.
__ADS_1
Dokter Rania menatap perempuan di depannya, dan dia sudah mendengar banyak cerita dari dokter Intan yang membangga-banggakan Monica sehingga perempuan itu pun kemudian berkata, "aku dengar kau memiliki keterampilan medis yang sangat baik. Bagaimana kalau kau yang memulai operasinya?"
Ucapan dokter Rania sangat membuat terkejut beberapa dokter magang yang ada di dalam ruangan operasi tersebut karena operasi yang saat itu mereka lakukan bukanlah operasi yang umum dilakukan, namun merupakan salah satu operasi khusus dengan tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi daripada operasi-operasi lainnya.
Monica pun terkejut bahwa Dr Rania akan memberinya kesempatan seperti itu, tetapi dia kemudian berkata, "biarkan saya melihat hasil pemeriksaan kesehatan nya lebih dulu."
Dokter Rania menganggukkan kepalanya hingga Monica pun melihat hasil rekaman kondisi kesehatan pasien yang akan mereka operasi pada sebuah layar monitor dalam ruangan operasi.
Meski begitu, suasana tetap tenang dan setelah 15 menit mempelajari kondisi kesehatan pasien, maka Monica pun kembali menghampiri meja operasi dan perempuan itu menganggukan kepalanya pada dokter Rania.
__ADS_1
"Saya akan melakukannya," Ucap Monica kemudian mengulurkan tangannya pada salah satu dokter magang yang bertugas memberikan alat-alat operasi, "pisau," ucap perempuan itu bersamaan dengan tangannya yang menerima pisau lalu pembedahan pun dimulai.
Monica dengan tenang melakukan pembedahan, bahkan perempuan itu tampak sangat tenang hingga membuat semua orang mengerutkan kening Mereka melihat ketenangan perempuan itu.
Bahkan, dokter Rania yang melihat cara kerja Monica benar-benar salut dengan perempuan itu, sebab Dia melakukannya dengan sangat terampil, sangat cepat, sangat tepat dan rapi.
"Apakah Ini benar-benar pertama kalinya kau melakukan operasi?" Tanya Dokter Rania sembari memperhatikan tangan Monica yang terus bergerak dengan pisau beda dan pinset di tangannya.
"Ya," jawab Monica dengan singkat sembari memperhatikan susunan bagian dalam tubuh dari orang yang mereka operasi.
__ADS_1
Karena sudah berkali-kali dia melakukan operasi seperti itu, maka Monica dengan mudah melakukan setiap langkah-langkah operasi hingga membuat dokter Rania, bahkan dokter Intan yang ada di ruang pengamatan sangat terkejut dengan kemampuan Monica.
Semua orang terkagum-kagum, apalagi ketika operasinya telah selesai dan Monica menutup luka pasien dengan sangat rapi.