Putri Monika

Putri Monika
77


__ADS_3

Kukkuruyuuukkkkk.......!!!


Kukkuruyuuukkkkk.......!!!


Kukkuruyuuukkkkk.......!!!


Suara ayam yang dipelihara di salah satu rumah yang terletak di puncak menyambut pagi hari orang-orang yang tinggal di sekitar rumah tersebut.


Villa yang ditempati Monica dan Albert pun tak jauh dari rumah itu sehingga Monica yang mendengarkan suara kukuruyuk ayam itu pun mengerjakan matanya melihat ke arah jendela.


Cahaya matahari sudah muncul, dan embun yang tebal menyelimuti desa tersebut hingga Monica hanya bisa melihat kabut putih di luar jendela.


"Sayang,," Ucap Monica sembari berbalik menghadap Albert yang sedang memeluknya.


"Hmm,," Albert mendaratkan sebuah ciuman di bibir perempuan itu sembari memperbaiki selimut mereka untuk menahan dinginnya pagi hari di puncak.


"Sudah pagi, apa yang akan kita lakukan di pagi hari ini?" Tanya heriani sembari memperbaiki rambut Albert yang berantakan.

__ADS_1


Albert mempererat terlukanya pada perempuan itu lalu menggosokkan hidungnya dengan hidung Monica, "cuaca dingin seperti ini enaknya berpelukan saja seperti ini, tapi kau jangan banyak bergerak," ucapan memperingatkan perempuan itu, karena di pagi hari kondisi lelaki berbeda dengan waktu-waktu lainnya.


Monica yang tidak mengerti dengan ucapan pria di depannya kini mengerutkan keningnya sembari berkata, "Kenapa aku tidak boleh banyak bergerak?"


Pertanyaan perempuan itu membuat Albert tersenyum konyol, "tidak usah menanyakan apa, pokoknya diam saja dipelukan ku," ucap Albert.


"Hm,, Aku tidak tahu kalau kau juga suka bermalas-malasan seperti ini," kata Monica mencubit pipi pria itu.


Albert yang mendengarkan itu tidak mengatakan apapun karena dia hanya terdiam memeluk perempuan itu sampai 30 menit kemudian, dia membuka matanya saat Monica sudah menyibak selimut mereka.


"Aku mau bangun, tidurlah kalau masih mengantuk," kata Monica segera turun dari tempat tidur lalu perempuan itu pun pergi mencuci muka dan merasakan segarnya air pegunungan yang terus mengalir.


"Sayang,," tiba-tiba sebuah suara dari belakang langsung membuat Monica menoleh dan mendapati Albert menghampirinya.


Pria itu memeluk Monica sembari menatap teh yang sedang diaduk oleh Monica.


"Ayo duduk di luar sembari menikmati teh ini," kata Monica langsung diangguki oleh Albert hingga pria itu pun membawa teh tersebut ke teras belakang villa dengan Monica yang mengikuti pria itu membawa cemilan untuk mengimani teh mereka.

__ADS_1


Saat duduk di kursi, Monica terkejut ketika Albert menariknya ke pangkuan pria itu dan kembali memeluknya dengan sangat erat.


"Ini menyenangkan, menghabiskan waktu berdua saja denganmu," ucap Albert sembari menatap ke depan mereka di mana kabut masih begitu tebal hingga mereka bahkan tidak bisa melihat pohon yang kemarin terlihat jelas dari tempat itu.


"Ya,, setelah minum teh, Ayo kita pergi berjalan-jalan," ucap Monica.


"Ya, Ayo bersepeda, di samping villa Aku melihat dua buah sepeda yang disediakan di sini," kata Albert langsung dijawab Monica dengan antusias sembari perempuan itu mengundurkan tanahnya mengambil tehnya untuk cepat-cepat menghabisinya.


Albert pun menurunkan perempuan itu dari pangkuannya lalu dia mengambil biskuit yang ada di depannya dan memberikannya pada Monica.


"Makanlah," ucap Albert.


"Makasih," kata Monica mengambil biskuit yang diberikan oleh Albert.


Albert menganggukan kepalanya seraya memperbaiki rambut perempuan itu kamu dan sesekali pun dia mencium pipi Monica yang terlihat merona karena cuaca dingin.


"Jangan terus menciumku di pipi, bagaimana kalau kau mencium bibirku juga?" Tanya Monica sembari memonyongkan bibirnya ke arah Albert hingga membuat Albert benar-benar ingin menerkam perempuan di depannya.

__ADS_1


Pria itu pun menundukkan kepalanya dan menyambut bibir monyong Monica.


Cup! Cup! Cup!


__ADS_2