Putri Monika

Putri Monika
51


__ADS_3

"Juga, kau meminta surat rekomendasi supaya bisa diterima magang di rumah sakit lain?" Tanya Dokter Albert.


"Ahh ini,, Aku tidak pernah mengajukan surat ini, dan lagi, aku tidak pernah menandatangani surat ini!!" Ucap Monica memeriksa berkas yang ada di tangannya dan perempuan itu mengerutkan keningnya saat ia melihat tanda tangan ayahnya dan juga ibu tirinya.


Hal itu membuat Monica tersenyum kesal, "sepertinya aku tahu masalahnya,, tapi aku tidak akan pernah pindah magang dari tempat ini karena aku senang bisa berada di sisi dokter setiap hari," Ucap Monica langsung membuat Albert mengerutkan keningnya.


"Apa katamu?" Tanya Dokter Albert pada perempuan di depannya.


"Ahh, itu, Saya senang bisa selalu bertemu dokter Albert setiap hari di sini, jadi saya tidak akan pernah pindah rumah sakit kecuali dokter juga pindah dari rumah sakit ini. Saya akan ikut kemanapun dokter pergi!!!" Ucap Monica dengan sungguh-sungguh.


Ucapan perempuan di depannya benar-benar membuat Albert semakin bingung, lalu pria itu pun berdiri menatap Monica sembari berkata, "kau senang berada di sisiku setiap hari?"

__ADS_1


Pertanyaan Albert langsung dijawab oleh anggukan kepala Monica dan tanpa ragu-ragu perempuan itu pun merobek surat yang tadi diberikan oleh dokter Albert padanya.


"Aku tidak pernah memasukkan surat seperti ini, sepertinya orang tuaku yang melakukannya karena mereka tidak suka aku berada di sini. Tapi dokter Albert Tenang saja, aku tidak pernah berniat meninggalkan rumah sakit ini karena dokter Albert ada di rumah sakit ini!!!" Tegas Monica yang saat itu menahan kekesalannya terhadap kedua orang tuanya.


"Baiklah," ucap Albert sembari tersenyum lalu tanpa bisa mengontrol dirinya, pria itu pun mengulurkan tangannya dan menarik Monica ke dalam pelukannya.


Monica sangat terkejut dengan tingkah Albert, bahkan perempuan itu bisa merasakan eratnya pelukan dokter itu dan tubuh mereka yang saling bersentuhan membuat pipinya menjadi cepat memerah.


"Bagaimana kalau kau menjadi kekasihku?" Tanya Albert yang saat itu sudah tidak bisa lagi menahan untuk mengungkapkan perasaannya pada perempuan yang ada dipelukannya.


Ungkapan perasaan itu benar-benar mengejutkan Monica hingga dia pun mengangkat wajahnya menatap dokter Albert dan dia benar-benar terpesona dengan ketampanan pria itu ketampanan yang selalu ia mimpikan setiap malam.

__ADS_1


"Itu,, kau sungguh-sungguh?" Tanya Monica yang tak menyangka akan mendengarkan pengakuan dokter Albert pada saat itu juga.


Dokter Albert mengangkat sebelah alisnya menatap perempuan yang masih dalam pelukannya, "Kalau kau tidak mau, lebih balik keluar dari sini dan--"


"Mau!!!" Sela Monica, "aku mau!! Jadi kapan kita akan menikah?" Tanya Monica yang tidak bisa lagi menahan dirinya, Pokoknya dia sudah harus mendapatkan pangerannya Sebab Dia melalui berbagai hal di kehidupannya hanya untuk menjadi istri dari pria itu bukan untuk hal lain!!!


Dokter Albert mendengarkan ucapan perempuan itu kini tertawa lalu pria itu pun mengangkat Monica sembari mendudukan tubuhnya lalu meletakkan perempuan itu di atas pangkuannya.


"Kau sungguh-sungguh mau menikah denganku?" Tanya Albert kini melupakan posisi mereka bahwa saat itu mereka masih berada di tempat kerja dan saat itu juga adalah jam kerja.


"Ya, Kau adalah pangeranku, jadi Tentu saja aku akan menikah denganmu!!!" Ucap Monica kini tanpa malu-malu lagi langsung memeluk pria itu dan dia menikmati kebersamaannya dengan pria yang selalu ia rindukan.

__ADS_1


Sungguh menyenangkan.


__ADS_2