
"Tidak boleh! Kalau kalian belum meminta izin pada dokter Albert, maka kalian tidak boleh mengambilnya, apalagi sampai membuat copyannya!!!" Ucap Monica dengan tegas benar-benar membuat semua orang terkejut bahwa ternyata perempuan di depannya sudah sangat berani berbicara.
🏔️🏔️🏔️
Oleh sebab itu, salah satu dokter magang mengulurkan tangannya menjepit dagu Monica sembari berkata, "rupanya sifat aslimu sudah keluar, perempuan miskin yang berada di sini karena bantuan beasiswa. Kau pikir kau bisa melawan kami?!! Jadi sebelum aku melakukan macam-macam padamu, sebaiknya kau diam saja dan ikuti perkataan kami!!!"
"Benar sekali, hanya sekali berbicara pada kakakku, dia bisa langsung ditendang dari tempat ini, tapi sekarang malah sok jagoan di hadapanku!!" Ucap sala seorang dokter magang sembari memandang rendah pada Monica.
Hal itu membuat Monica menjadi sangat marah, sehingga dia mengulurkan tangannya lalu dia mendorong dada perempuan yang baru saja berbicara.
Buk!
Dorongan itu langsung membuat sang dokter Magang langsung terjatuh ke belakang dan mengejutkan semua orang.
__ADS_1
"Beraninya kau!!!" Teriak salah satu dokter magang sembari mengangkat tangannya untuk menampar Monika ketika tangan tersebut berhenti saat tangan kanan Monica malah menahan tangan tersebut.
"Kembalikan bukunya sekarang juga!!" Perintah Monica dengan tangannya memegang erat tangan perempuan yang hendak menamparnya hingga membuat perempuan itu merasa sangat kesakitan.
Perempuan itu tak pernah menduga bahwa kekuatan Monica amat lah kuat hingga Dia merasa bahwa tulangnya akan retak karena cengkraman Monica.
"Kau!! Lepaskan tanganku!!" Teriak dokter magang itu sembari meringis kesakitan.
Tetapi Monika tidak mendengarkannya dan terus mencengkram tangan perempuan itu sembari menatap dokter magang yang lainnya, "kembalikan buku itu!!" Tegas Monica.
Tetapi anak magang yang lainnya tidak memperdulikan hal itu karena merasa jumlah mereka lebih banyak maka mereka pun satu persatu mendekati Monica untuk memberi pelajaran pada Monica.
Tetapi sayangnya, dengan tangan kiri Monika dia membuat semua anak magang itu terjatuh terjatuh.
__ADS_1
Buk buk buk!
Saat melihat semua anak megang itu terjatuh di lantai, maka Monika mengatup erat-erat giginya dan dia tahu bahwa dia berada dalam masalah besar tetapi melihat buku yang belum dikembalikan padanya, Monika benar-benar tidak bisa menerima buku pemberian pangerannya diambil oleh orang-orang itu.
Maka, dia mengencangkan cengkramannya pada perempuan yang tadi hendak menamparnya sembari dokter magang perempuan yang masih terus memegang buku yang diberikan oleh dokter Albert padanya.
"Kembalikan buku itu sekarang juga!!!" Perintah Monika dengan tegas langsung membuat sang dokter magang dengan tangan gemetar menyerahkan buku tersebut pada Monica.
Barulah setelah mendapat buku itu, Monika melepaskan cengkramannya pada perempuan yang tadi hendak menamparnya lalu Monika pergi meninggalkan semua dokter magang di situ.
"Sial!!!" Sang Perempuan mendengus kesakitan diikuti oleh teman-temannya juga yang merasa bahwa mereka baru saja mencari masalah dengan seorang preman.
"Aku tidak terima anak miskin itu memperlakukan kita seperti ini, kita harus bertindak!!!" Geram salah satu dokter magang yang ada di sana.
__ADS_1
"Sial!!! Lenganku terasa ingin patah, aku tidak akan membiarkan dia terus bekerja di sini!!!" Ucap Sang Perempuan sembari berjalan pergi untuk mencari obat bagi tangannya yang terasa begitu sakit.