
Setelah meninggalkan Rumah sakit, Amanda begitu marah mengingat apa yang terjadi di rumah sakit.
Dia tidak menyangka bahwa ternyata saat ini Monica Sudah berani melawannya, padahal sebelumnya perempuan itu tidak pernah melakukan hal seperti itu!!
"Sial!! Perempuan itu benar-benar sudah mulai membangkan, dan sekarang dia tidak memberikan uang lalu baru saja mempermalukanku di rumah sakit??? Aku harus melakukan sesuatu untuk memegang kendali atasnya!!!" Ucap Amanda ketika dia sudah duduk di dalam taksi karena perempuan itu tidak rela Jika sajak anak tirinya yang telah sukses menjadi seorang dokter magang tidak lagi tunduk di bawah kuasanya.
Ia terus memikirkan masalah itu sepanjang perjalanan kembali ke rumah.
Begitu dia tiba di rumah, perempuan itu mengerutkan keningnya saat toko sudah ditutup, Padahal tadi dia sengaja membuka toko dan menyuruh putrinya untuk menjaga toko tersebut.
Maka setelah memasuki rumah perempuan itu langsung melihat suaminya sedang sibuk dengan alkohol yang ada di atas meja.
__ADS_1
"Tidak bisakah kau menghentikan kebiasaanmu menghabiskan uang untuk alkohol alkohol itu?!!" Teriak Amanda pada suaminya.
Tetapi sama seperti biasa, pria itu tidak menjawab Amanda dan dia hanya sibuk menghabiskan minuman yang masih banyak di atas meja.
Kelakuan suaminya membuat Amanda semakin kesal lagi, tetapi perempuan itu tidak punya waktu untuk berdebat lagi dengan suaminya hingga Dia kemudian membuka pintu kamar dan melihat bahwa saat itu putrinya sedang tidur di tempat tidur.
Masker wajah ada di wajah perempuan itu dan musik diputar dengan keras.
"Dira!!!" Teriak Amanda pada putrinya sembari mematikan radio.
"Bukan kab di ibu menyuruhmu untuk menjaga toko? Kenapa kau malah di sini bermalas-malasan?!!" Bentak Amanda yang saat itu berada dalam emosi tingkat tinggi karena segala sesuatu yang ada di sekitarnya membuatnya emosi.
__ADS_1
Tetapi sekali lagi, Dira yang tak ingin perawatan wajahnya gagal kemudian menjawab dengan singkat, katanya, "mm."
Jawaban putrinya benar benar membuat Amanda semakin kesal saja hingga perempuan itu menghampiri putrinya lalu dengan satu tarikan ia melepaskan masker wajah putrinya hingga membuat Dira melototkan matanya menatap ibunya.
Perempuan itu langsung duduk sembari berteriak kesal, "ibu!!! Itu masker yang mahal, aku pembelinya rp60.000 per 1 bungkus, dan hanya satu kali pakai!!!"
Tetapi Amanda yang mendengar teriakan putrinya sungguh tidak peduli, dan dia hanya melototi putrinya, "kau enak-enakan di sini berbaring menggunakan perawatan yang kau beli dengan harga mahal. Tapi Ibu yang menyuruhmu menjaga toko sebentar saja kau tidak bisa melakukannya!! Padahal semua uang yang kau gunakan untuk keperluanmu itu berasal dari penghasilan toko!!! Kau pikir dari mana lagi kita mendapatkan uang kalau toko tidak buka?!!" Bentar Amanda berusaha melampiaskan satu persatu amarahnya agar tidak menumpuk dalam hatinya.
Tetapi Dira yang tidak mengerti hanya bisa mendengus kesal sembari berkata, "hah,, kan ada Monica yang bekerja di Rumah sakit, Dia memberikan kita banyak uang setiap bulan. Jadi tidak perlu sampai terlalu marah jika toko tidak buka satu hari saja!!!"
Ucapan putrinya semakin memancing amarah Amanda, "anak kurang ajar!!! Apakah kau tahu apa yang baru saja dilakukan oleh Monica pada ibu? Dia baru saja mempermalukan Ibu di rumah sakit dan berkata bahwa dia tidak akan pernah lagi memberikan kita uang!! Sekarang Ibu saya sedang kesal, jadi jangan menambah kekesalan ibu dan sekarang juga pergi buka tokonya!!!" Bentak Amanda lalu perempuan itu keluar dari kamar putrinya menuju ruang belakang untuk meredakan rasa amarahnya Dengan meminum segelas air putih.
__ADS_1
Sementara Dira yang ditinggalkan, perempuan itu mengerutkan keningnya dan tidak mengerti mengapa Monica bisa mempermalukan Ibunya dan bahkan tidak mau lagi memberikan mereka uang??
Tetapi melihat bahwa ibunya sedang berada dalam suasana hati yang sangat buruk, maka Dira tidak berani lagi mengganggu ibunya hingga perempuan itu hanya bisa menuruti ucapan ibunya dengan pergi ke depan untuk membuka toko.