Putri Monika

Putri Monika
86


__ADS_3

Polisi berkata, "pagi ini kalian pergi makan di warung yang ada di pinggir danau?"


Dira langsung menatap Robin, lalu melihat pria itu menganggukkan kepalanya, "ya, benar, tapi ada apa?" Tanya Robin dengan raut wajah yang tidak mengerti mengapa polisi itu menanyakan tentang kepergian mereka ke warung di pinggir danau.


🏵️🏵️🏵️


"Di warung itu kalian bertemu dengan Albert dan Monica?" Tanya sang polisi langsung membuat Dira menganggukkan kepalanya dengan perasaan cemas kini menghantui dirinya.


Dia teringat akan obat sakit perut yang ia letakan di makanan kedua orang itu, Dia takut kedatangan polisi polisi itu ialah untuk menangkap mereka karena obat tersebut.


"Kalau begitu, kalian tahu kalau pada pagi ini Albert dan Monica dibawa ke rumah sakit karena mengalami keracunan?" Tanya polisi sempari memperhatikan kedua orang dihadapannya, dan dia bisa melihat bahwa wajah Dira langsung menjadi pucat pasti, sementara Robin memperlihatkan kebingungannya.

__ADS_1


Hal itu membuat polisi mengambil sebuah dugaan bahwa Dira ada hubungannya dengan apa yang terjadi pada Monica dan Albert, sementara Robin sepertinya tidak tahu apa-apa.


Meski begitu, polisi itu masih menjadikan pemikirannya sebagai prasangka saja, sehingga dia pun mengambil kotak obat dari sakunya lalu memperlihatkannya pada kedua orang di depannya.


Begitu melihat kotak obatnya, maka Dira semakin yakin bahwa mereka datang dicari karena masalah itu karena sehingga Dira pun menatap ke arah Robin, namun Dira sangat terkejut saat melihat wajah Robin yang tampak biasa-biasa saja seperti tidak ada ketakutan, padahal mereka berdua yang telah menggunakan obat itu untuk meracuni Albert dan juga Monica.


"Kalian sepertinya mengenal botol ini," ucap polisi itu langsung membuat Robin mengerutkan kening nya.


Robin mengganguk "Ah,, ya, Memangnya ada apa dengan botol itu? Aku melihat Dira membawa-bawa botol itu ke mana-mana, dia juga membawanya ke warung di pinggir danau, tapi apa hubungannya itu dengan kami?" Tanya Robin pada sang polisi langsung membuat mata Dira melotot sempurna menatap pria yang duduk di sampingnya.


Oleh sebab itu, Dira dengan cepat berkata, "tidak!! Apa yang dia katakan itu tidak benar, itu adalah miliknya, dia bilang itu obat sakit perut sehingga dia memberikannya padaku untuk digunakan di warung,," Dira menghentikan ucapannya ketika dia sadar bahwa dia telah mengakui apa yang mereka lakukan pada Albert dan Monica.

__ADS_1


Sementara dua polisi yang mendengarkan itu, mereka Langsung tersenyum lalu tanpa menunggu aba-aba keduanya pun langsung menyeret kedua orang itu keluar dari kamar.


"Apa yang kalian lakukan?!!" Teriak Dira yang merasa kesakitan pada tangannya yang dicekal oleh sang polisi.


"Diam saja, kalian sudah mengakui kejahatan kalian, Jadi kalian berdua akan dibawa ke rumah sakit untuk diinterogasi lebih lanjut," ucap sang polisi terus menyeret kedua orang itu hingga mereka menjadi tontonan orang-orang yang ada di villa tempat mereka menginap.


Sala satu polisi memasang garis peringatan di depan pintu kamar agar tempat itu tidak di sentuh orang sebelum mereka memeriksanya secara teliti.


Sementara dira, dia tidak peduli tontonan orang-orang di villa itu, dia dengan cepat berkata, "Bukan aku Bukan aku yang memiliki racun itu, itu adalah obat sakit perut yang diberikan oleh Robin padaku dan menyuruh untuk memberikannya pada Albert dan Monica, Aku sama sekali tidak tahu apa-apa!!! Dia bahkan bilang kalau Monica dan Albert akan mengetahui obat untuk mencegah mereka keluar masuk toilet karena mereka adalah dokter, jadi aku hanya menuruti perkataannya saja!!!"


Meski Dira terus berteriak berusaha membela dirinya, namun para polisi tidak mendengarkan perempuan itu, mereka terus dibawa ke dalam mobil.

__ADS_1


Setelah berada dalam mobil, maka mobil pun melaju ke kantor polisi dengan Dira yang terus membicarakan Apa yang sebenarnya terjadi.


Tetapi kedua polisi yang ada di sana tidak terlalu mendengarkannya, mereka hanya diam di dalam mobil untuk menunggu tiba di kantor polisi dan melakukan interogasi lebih lanjut.


__ADS_2