Putri Monika

Putri Monika
81


__ADS_3

Monica dan Albert sedang mengayuh sepeda mereka untuk kembali ke villa.


Namun dalam perjalanan, tiba-tiba saja merasa begitu aneh.


Pandangan mereka terasa kabur dan ada sebuah dorongan dari perut mereka untuk mementahkan makanan yang baru saja mereka makan.


Selain itu, nafas kedua orang itu tiba-tiba saja terasa begitu berat hingga membuat Monica menjadi yang pertama kali menghentikan sepedanya dan langsung duduk di tepi jalan.


Albert yang melihat itu pun menghentikan sepedanya, lalu dia menghampiri Monica dengan pandangan yang terasa begitu buram.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Albert dengan nafasnya yang terasa begitu sesak dan perutnya yang seperti diramas-ramas.


Dengan nafas tersengal, Monica menggelengkan kepalanya, "tidak,,, aku merasa,,, hah,, hah,, hah,,," Monica tidak sanggup menerus kan ucapannya, perempuan itu lebih fokus mengatur nafasnya yang terasa begitu berat.


Melihat Monica tampak mengalami gejala yang sama dengannya, maka Albert dengan cepat menatap ke arah jalan yang berada di seberang jalan untuk pesepeda.

__ADS_1


Saat itu, tepat sekali ada sebuah ambulans yang baru saja datang mengantar pasien, sehingga Albert dengan cepat berlari ke tengah jalan menghentikan ambulans itu.


"Tolong,," ucap Albert menunjuk ke arah Monica sebelum dia merasakan pandangannya menjadi gelap dan tubuhnya menjadi sangat ringan terjatuh ke tanah.


Petugas ambulans yang melihat itu langsung turun dari mobil mereka dan membawa Robin beserta Monica ke dalam ambulans.


Wiuuu wiuuuu wiuuuuu........


Ambulans melesat cepat membawa 2 orang pasien menuju rumah sakit terdekat. .


"Bawa mereka!!!" Perintah pria itu yang merasa panik ketika dia melihat tanda-tanda vital kedua orang itu tampak sangat tidak baik.


Para petugas medis yang ada di sana langsung mendorong Albert dan Monica ke dalam ruangan UGD.


"Ini gejala keracunan, kita harus memompa perut mereka!!!" Perintah salah seorang dokter yang ada di sana langsung membuat dokter-dokter lain mendorong berangkat kedua orang itu ke ruangan operasi.

__ADS_1


Salah satu dokter yang ada di sana mengenali keduanya, hingga Dia berkata, "mereka adalah dokter dari rumah sakit pusat xx ibukota! Aku pernah melihat mereka ketika pergi ke sana menemui dokter Akila!!!"


"Apa?!!" Para dokter yang ada di sana menjadi semakin panik lagi, mereka melakukan penanganan terhadap kedua orang itu dengan sangat hati-hati dan berusaha melakukannya dengan sangat cepat.


Keringat membasahi kening mereka sampai akhirnya mereka menyelesaikan penanganan mereka terhadap Albert dan Monica lalu bisa bernafas dengan lega ketika tanda-tanda vital kedua orang itu sudah membaik.


"Tetap awasi mereka dengan baik, aku akan menelpon ke rumah sakit ibukota," kata salah seorang dokter sembari berjalan keluar meninggalkan Monica dan Albert yang berada di ruangan operasinya.


Dokter perempuan yang bertugas di sana pun mengambil ponsel pribadi miliknya lalu menelpon salah satu kenalannya di rumah sakit ibukota.


"Halo?" Jawab seorang pria dari seberang telepon.


"Dokter Albert dan anak magang yang bernama Monica, keduanya ada di rumah sakit ku, mereka mengalami keracunan dan ditemukan oleh petugas ambulans di tengah jalan, tolong bantu aku menghubungi keluarganya, karena ponsel mereka terkunci dan tidak ada kontak yang bisa kami hubungi," ucap dokter perempuan.


"Itu,, astaga,, Baiklah, tolong tangani mereka dengan baik, Tolong berikan perawatan yang terbaik bagi mereka!!!" Kata Sang pria dari seberang telepon dengan suara yang begitu panik.

__ADS_1


__ADS_2