Putri Monika

Putri Monika
67


__ADS_3

"Nona! Nona!" Burung beo berteriak keras sembari terbang ke arah nonanya yang saat itu keluar dari gedung rumah sakit.


"Dari mana saja kau?" Tanya Monica saat burung beo itu telah hinggap di bahunya.


"Dari tadi aku pergi berjalan-jalan, Apakah Nona sudah mau pulang?" Tanya sang burung beo dengan suara yang pelan berbisik di telinga Monica, sebab saat itu tempat di mana mereka berada cukuplah ramai sehingga burung beo itu tidak mau menarik perhatian orang-orang di sana.


"Ya,, Hari ini aku mendapat kemenangan yang besar, jadi kita harus cepat-cepat pulang dan merayakannya," kata Monica segera menyetop sebuah taksi lalu mereka menaiki taksi tersebut dan pergi ke apartemen.


Tiba di apartemen, Monica langsung tenggelam di dapur, memasak makanan yang enak untuknya dan untuk burung beo nya yang membantunya memasak.


Masih di tengah-tengah acara memasaknya, Monica menoleh ke arah tasnya yang diletakkan di meja saat ponsel yang ada dalam tas tersebut tiba-tiba saja berdering.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....

__ADS_1


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


"Ada telepon," kata burung beo yang saat itu tengah membantu Monica memegangi buku resep agar tidak terjatuh.


"Ya," Ucap Monica meletakkan sendok sup nya, lalu perempuan itu segera pergi mengambil ponsel yang ada di tasnya.


"Nomor baru lagi, jangan-jangan Ini dari Ibu tiri itu lagi?" Kesal Monica yang tidak mau berhubungan dengan perempuan itu.


Tetapi ketika dia mengingat bahwa belakangan ini banyak orang-orang baru yang ia kenal, maka perempuan itu akhirnya menganggap panggilan teleponnya untuk sekedar mengetahui Siapa orang yang menelponnya.


"Hei,, suaramu terdengar sangat bagus, Sepertinya kau berada dalam suasana hati yang baik setelah terakhir kali kau membuatku dipecat dari rumah sakit dan sekarang tidak bisa menjadi dokter lagi kan?!!" Suara seorang pria dari seberang telepon yang terdengar mengejek membuat Monica mengerutkan keningnya.


"Untuk apa lagi kau menelponku?" Tanya Monica sembari berjalan ke arah dapur lalu dia menekan tombol speaker pada layar ponselnya agar dia bisa menelpon sembari melanjutkan masakannya.


"Ha ha ha...." suara tawa Robin dari seberang telepon langsung membuat burung beo yang ada di sana merasa begitu kesal terhadap pria tersebut.

__ADS_1


Tetapi burung beo itu tidak mengatakan apapun dan hanya berdiri diam di memegang buku resep yang dipercayakan padanya.


"Jangan tertawa, katakan saja apa yang kau inginkan!!" Kata Monica Setelah dia menunggu beberapa saat namun pria yang diseberang telepon bukannya berbicara malah terus tertawa seperti orang gila.


"Ya, Sepertinya kau sudah tidak sabar, Aku hanya ingin memberikanmu sebuah kabar baik. Keluargamu baru saja membuat kesepakatan denganku, dan Sepertinya kau tertarik untuk mengetahui kesepakatan itu, satu jam lagi, temui aku di cafe xx!!!" Kata pria dari seberang telepon lalu menutup panggilan telepon itu secara sepihak.


Tut tut tut...


Nada sambungan telepon yang diputus langsung membuat burung beo menatap ke arah Monica untuk mendengarkan pendapat perempuan itu.


"Hah,, keluarga itu sepertinya membuat masalah baru lagi," kesel Monica sembari mengangkat makanan yang ada di atas kompor lalu dia pun menyajikannya.


Burung beo terbang mengikuti Monica sembari berkata, "pria itu menyebalkan koma, bisa ditanya Dia mengejek nona, nona harus melakukan sesuatu untuk memberi pelajaran pada pria itu!!!"


Monica yang mendengarkan itu menganggukkan kepalanya, "benar sekali, Dia tidak cukup dengan satu pelajaran, aku akan memberikannya pelajaran yang akan membuatnya berhenti mendapatkan pelajaran-pelajaran yang lainnya!!!" Gerutu Monica sembari duduk di kursinya.

__ADS_1



__ADS_2