Putri Monika

Putri Monika
38


__ADS_3

Tuk. Like.


Tuk. Like.


Tuk. Like.


*Dasar!! Dia seorang calon dokter, tapi bisa-bisanya dia melukai rekan kerjanya sendiri?!*


*Pria itu tidak punya otak, dia pasti tidak pernah tahu bahwa ibunya adalah seorang perempuan sehingga dia berani melukai seorang perempuan seperti itu!*


*Memangnya ada masalah apa yang membuat dia sangat marah terhadap perempuan itu? Sesalah salahnya perempuan, tidak seharusnya diperlakukan seperti itu!*


*Rumah sakit ini di mana? Apakah mereka sembarang saja menerima orang yang bekerja di sana? Orang tidak memiliki attitude baik seperti ini tidak cocok bekerja di manapun!*

__ADS_1


Like dan komentar yang beragam berhamburan membanjiri kolom komentar video dari seorang youtuber yang telah merekam kejadian di mana Monica mendapat pukulan dari Robin.


Saat itu, Monika yang sedang terbaring di tempat tidur terkejut ketika salah seorang dokter magang menghampirinya dan perempuan itu memperlihatkan sebuah video padanya.


"Video yang direkam saat kau Di lukai oleh Robin sedang viral di internet. Bahkan nama rumah sakit kita juga sampai terseret dan dikatakan bahwa Rumah sakit hanya menggunakan koneksi untuk menerima seseorang di rumah sakit sehingga tidak melihat etika dari orang-orang yang dipekerjakan," ucap perempuan itu langsung membuat Monica mengerutkan keningnya memperhatikan video yang ada di depannya.


Setelah beberapa saat, perempuan itu pun berkata, "Apakah pihak serumah sakit sudah menanggapinya?"


Sang anak magang menggelengkan kepalanya dengan pelan, "aku juga tidak tahu, tapi saat ini Robin sudah dipanggil oleh pihak rumah sakit, jadi aku rasa sebentar lagi mereka juga akan datang memanggilmu untuk meminta keterangan." Ucap Sang Perempuan yang bersama-sama dengan Monika.


"Apakah kau membutuhkan sesuatu? Aku bisa membantumu jika kau ada keperluan," ucap perempuan itu langsung dijawab gelengan kepala Monica.


"Aku rasa Aku masih ingin beristirahat saja, nanti kalau ada sesuatu yang kubutuhkan, aku akan memanggilmu," ucap Monika membuat sang dokter magang agak kecewa sebab Dia berharap ada sesuatu yang bisa ia lakukan untuk perempuan itu agar dia bisa semakin menarik perhatian Monika. Ia ingin kedepannya Dia mungkin bisa memanfaatkan Monica untuk mendapat kesuksesan di rumah sakit.

__ADS_1


Tetapi perempuan itu tidak terlalu memperlihatkan wajah kecewanya dan dia hanya mengangguk pelan lalu pergi meninggalkan Monica.


Monica yang ditinggalkan segera turun dari tempat tidur, lalu perempuan itu masuk ke kamar mandi untuk membasub wajahnya.


Untungnya satu tangannya baik-baik saja, tangan yang lain pun tidak terllau sakit, hanya saja dia membiarkan tangan itu tetap nyaman di tempatnya.


Setelah membasuh wajahnya, Monika keluar dari kamar tempat ia dirawat lalu berniat untuk berjalan-jalan di taman.


Saat ia baru keluar dari kamar, banyak anak magang yang langsung menawarkan bantuan padanya, dan Hal itu membuat Monica menjadi risih, Tetapi dia tetap menghadapi mereka dengan tenang hingga dia bisa terbebas dari mereka lalu berakhir di taman.


"Nona! Nona!" Suara burung beo langsung membuat Monica menghentikan langkah kakinya lalu perempuan itu menoleh ke arah sumber suara.


Dilihatnya burung beo terbang ke arahnya, lalu hinggap di bahu Monika.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Mengapa Nona bisa sakit seperti ini?" Tanya sang burung beo sembari melihat ke arah tangan Monica yang tampak kesakitan.


"Jangan khawatir, aku seperti ini karena baru saja menyingkirkan sebuah sampah, tapi bagaimana perjalananmu melihat rumah Pangeran?" Tanya Monica yang lebih penasaran tentang apa yang dilihat oleh burung beonya daripada membahas tentang tangannya yang sedang sakit.


__ADS_2