Putri Monika

Putri Monika
60


__ADS_3

Clek!


Albert membuka pintu lalu dia pun masuk bersama-sama dengan Monica hingga kedua kedua orang itu melihat Robin yang sudah duduk di tempatnya sembari menatap marah ke arah Monica.


Saat itu juga, di dalam ruangan tersebut ada tuan besar ambara yang merupakan kakek dari Robin.


"Duduklah," ucap seorang pria yang merupakan salah satu kenalan Albert, pria itu menjabat sebagai kepala bagian keamanan rumah sakit.


Albert dan Monica sama-sama duduk, lalu tanpa menunggu orang-orang berbicara, Albert pun menatap Robin sembari berkata, "pria ini sudah seharusnya dikeluarkan dari tempat ini kenapa masih di sini saja?"


Monica terkejut melihat Albert yang langsung ngegas seperti itu, tetapi dia tetap diam di tempatnya dan hanya melihat Tuan ambara yang langsung menghela nafas dengan panjang, "Hahhhh,,,,,, cucuku hanya melakukan kesalahan kecil dengan berkencan sebentar di dalam toilet, jadi aku rasa tidak perlu sampai membuatnya ditekan seperti ini! Seharusnya, perempuan itulah yang dikeluarkan dari rumah sakit ini karena dia sudah berbuat kekerasan di rumah sakit dan merusak fasilitas Rumah sakit. Seandainya dia juga tidak merayu cucuku, maka kejadian seperti ini tidak akan twr--"

__ADS_1


Brak!!!!!


Ucapan Tuan ambara langsung terhenti ketika Albert memukul meja dengan sangat keras.


"Beraninya kau mengatakan bahwa dia merayu cucumu? Memangnya apa yang bisa dilihat dari cucumu sehingga dia harus merayunya?!!" Geram Albert yang benar-benar marah terhadap pria tua di depannya yang sudah menjelek-jelekkan perempuan kesayangannya.


Kepala keamanan yang ada di ruangan itu sangat terkejut bersama-sama dengan dua orang dihadapan Albert karena tidak menduga bahwa Albert akan menjadi sangat marah seperti itu.


"Sial!! Kau berani membentakku, Apakah kau tidak tahu posisiku di rumah sakit ini?!!" Bentak Tuan ambara setelah beberapa detik pria tersebut terdiam.


Albert tersenyum miring menatap Tuan ambara, "sayalah yang harusnya berkata seperti ini, anda sudah tahu posisi anda di rumah sakit ini, tapi kenapa tidak bertingkah seperti posisi anda di rumah sakit ini? Biar saya katakan pada anda, anda baru saja mendengar penjelasan dari satu pihak saja, kenapa tidak mencoba mendengarkannya dari pihak yang lain sehingga kita tahu di mana akar permasalahannya?!!" Geram Albert yang tidak benar bisa menahan untuk membela Monica yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


Kepala keamanan yang ada di sana yang melihat situasi mulai menjadi panas segera bertindak dengan cara berkata, "benar, Kita juga harus mendengar keterangan dari Monica Oleh sebab itu mohon tetap tenang supaya kita mendengarkan ucapan dari Monica."


Robin yang mendengarkan itu langsung menatap Monica dengan memberikan tetapan peringatan pada perempuan itu, "aku sudah bilang dari tadi kalau aku dan dia menjalin hubungan, jadi tidak ada salahnya Kalau kami bersama-sama di dalam toilet, lagi pula itu dilakukan karena suka sama suka, bukan karena sebuah paksaan!!!" Ucap Robin penuh penekanan memberi tekanan pada Monica supaya perempuan itu mau bekerja sama dengannya.


Kepala keamanan yang ada di sana benar-benar kesal karena omongannya tidak didengarkan, tetapi pria yang hendak berbicara itu menghentikan ucapannya saat Monica mulai berbicara.


"Benar, Kami memang bersama-sama di dalam toilet itu, tapi tidak seperti yang dikatakannya bahwa kami sepasang kekasih dan melakukannya karena suka sama suka, dia berusaha melecehkan aku dan mengancamku untuk pindah dari rumah sakit ini!!!" Tegas Monica sembari mengepal kuat tangannya di bawah meja.


Albert yang mendengarkan ucapan perempuan di depannya dan melihat tubuh Perempuan itu gemetar langsung mengulurkan tangannya di bawah meja memegang tangan Monica hingga mengejutkan Monica dan dia pun menoleh ke arah Albert.


Hatinya menjadi begitu hangat, dan dia merasa sangat senang atas perlakuan pria itu yang sangat perhatian padanya.

__ADS_1



__ADS_2