
Setelah keluar dari rumah sakit, Monika langsung dihampiri oleh burung beonya yang hinggap di atas pundak perempuan itu.
"Akhirnya kau mendatangiku kemana saja kau selama dua hari ini?" Tanya Monica dengan tangan terulur mengambil burung beo itu lalu menatapnya dengan tatapan kasarnya.
Karena tempat itu ramai, maka burung beo hanya bisa menggunakan satu kata-kata saja untuk menjawab.
"Pangeran! Pangeran!" Jawab burung beo.
Hal itu benar-benar membuat Monica mengerutkan keningnya.
"Kau pergi bertemu dengan pangeran? Bukankah pangeran tidak menyukai burung sepertimu?" Tanya Monika sembari berjalan ke tempat sepi agar dia bisa berbicara dengan leluasa bersama burung kesayangannya.
__ADS_1
Setelah di tempat sepi, Monika menatap sang burung yang ia letakkan di atas sandaran kursi sementara dia duduk di kursi tersebut.
"Katakan padaku! Apa yang sebenarnya kau lakukan selama dua hari?" Tanya Monika Yang benar-benar penasaran dengan kata pangeran yang diucapkan oleh burung beo tersebut.
"Aku pergi mengikuti mobilnya dan kami tiba di sebuah rumah yang sangat besar!! Aku mengawasi rumah itu dan ternyata dia sudah memiliki,,," burung beo menahan ucapannya, sebab Dia tidak tega untuk mengatakan yang sebenarnya pada tuan putrinya sehingga hal tersebut membuat Monika menjadi semakin penasaran.
"Apa?!" Tanya Monika dengan begitu antusias sebab tentunya Dia sangat ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan juga merasa kesal pada burung beo itu karena tidak mengatakannya secara lengkap dan memotong pembicaraannya sendiri!!!
"Nona, dia sudah memiliki keluarga, seorang istri yang sedang mengandung anaknya pertama mereka!" Ucap burung beo benar-benar membuat Monika terpaku di tempatnya.
"Nona baik-baik saja?" Tanya burung beo sembari melompat ke pangkuan Monika.
__ADS_1
Sementara Monica, perempuan itu merasakan tubuhnya menjadi lemas dan apa yang dikatakan oleh burung beo tak terdengar lagi olehnya sebab kini pikirannya menjadi kosong dan ada sebuah beban berat di hatinya yang tak mampu ia angkat.
Perempuan itu teringat akan kisah lamanya ketika di kehidupan sebelumnya saat mereka masih menjadi seorang pangeran dan seorang putri dari dua kerajaan yang berbeda.
Meski mereka bukan pewaris tahtah, tetapi keduanya saling mencintai satu sama lain Namun karena Putri Monika harus menikah dengan seorang putra mahkota dari kerajaan lain, maka perempuan itu memutuskan untuk kabur dari istana dan bertemu dengan pangeran Albert.
Sayangnya, para tentara yang mengikuti Monica malam membunuh Pangeran Albert dan mereka berdua berjanji untuk bertemu di kehidupan berikutnya Namun sayang sekali bahwa Pangeran Albert mati sebelum mereka mengucapkan sumpah untuk saling mengingat Oleh sebab itu, Monika berpikir bahwa hanya Monika sajalah yang mengingat pangeran Albert.
"Bagaimana bisa? Setidaknya kalau dia tidak mengingatku, maka paling tidak dia tidak akan menikah dengan orang lain!" Ucap Monika kini menangis tersedu-sedu dengan burung beo yang menemaninya.
"Hiks,, hiks,, hiks,, baga4iman bisa??" Monika kesulitan untuk menerima kenyataan bahwa ternyata pangeran yang ia cari di kehidupan terakhirnya sudah memiliki seorang istri.
__ADS_1
Burung beo yang ada di sana memeluk tuan putrinya sembari berkata, "nona jangan sedih, Ini zaman yang modern, sudah banyak orang yang menikah dan memiliki lebih dari dua istri."
Monica yang mendengarkan itu semakin keras menangis, "Tetapi dia berjanji padaku bahwa hanya aku satu-satunya wanita dalam hidupnya!! Tidak ada wanita lain!! Tapi kenapa dia telah menikah? Kenapa aku terlambat menemukannya? Hiks,, hiks,, hiks.."