Putri Monika

Putri Monika
96


__ADS_3

Setelah makan malam dan setelah Monica merasa lega saat mengetahui identitas asli bartin, maka kedua orang itu pun berpindah ke ruang keluarga dan duduk di sana sembari menyalakan tv.


Keduanya menonton ditemani oleh cemilan dan juga anggur yang memang disiapkan Albert di rumahnya dan dikeluarkan untuk mereka minum bersama-sama.


Setelah cukup lama berbincang-bincang di depan; Monica baru menyadari satu hal yang harus ia tanyakan pada Albert sehingga perempuan itu pun meletakkan gelas anggurnya.


Sebelum berbicara, Monica menatap ke arah burung beo yang sudah tertidur lelap di sofa.


"Aku ingin menanyakan sesuatu," Ucap Monica menatap Albert yang dari tadi terus menatapnya.


"Apa itu?" Tanya Albert sembari mengulurkan tangannya memperbaiki rambut Monica yang berantakan.


"Soal ucapanmu di mobil, Kau bilang burung beo bertugas menjagaku?" Tanya Monica dengan tatapan intens ditujukan pada Albert, sebab Ia ingin memperhatikan Bagaimana perubahan ekspresi pria itu.


Namun dia melihat bahwa Albert tampak tenang-tenang saja seperti tidak mendengar kabar mengejutkan hingga membuat Monica kecewa.

__ADS_1


Monica bahkan lebih kecewa lagi ketika Albert bertanya padanya, katanya, "Memangnya kenapa dengan itu? Burung beo itu terus bersama dengan mu, Apakah dia memang tidak bertugas menjagamu?"


Monica menghela nafas dengan panjang, "hah,, sebenarnya burung beo itu adalah pemberian seseorang, dia adalah pria yang sangat kucintai yang membuatku bertahan hidup sampai sekarang." Jawab Monica memperhatikan pria di depannya, dan dia melihat bahwa Albert masih tampak tenang-tenang saja sehingga dia pun melanjutkan ucapannya.


"Jadi, kau mungkin tidak akan percaya, tapi kau adalah seorang pria yang kau kenal di kehidupanku yang dulu, Kau adalah seorang pangeran dari sebuah kerajaan, kau pangeran yang ku cintai. Aku mengalami reinkarnasi karena sebuah sumpah Yang kuucapkan sebelum aku berpisah denganmu, jadi--" Monica tidak bisa lagi dilanjutkan ucapannya sebab bibirnya tiba-tiba saja dibungkam oleh alber.


Perempuan itu melototkan matanya merasakan tangan Albert yang bergerak di pinggangnya lalu menarik tubuhnya ke pangkuan pria.


Tangan Albert pun menjepit dagu Monica dan menggerakkan wajah Monica dari samping kiri ke samping kanan sembari memperhatikan wajah perempuan itu dengan seksama.


Albert pun menghentikan gerakannya lalu pria itu tersenyum dan sekali lagi mendaratkan sebuah ciuman manis di bibir Monica.


"Tidak ada yang berubah dari muka mu, kau masih tetap saja cantik sama seperti ketika kau menjadi seorang putri," kata Albert benar-benar mengejutkan Monica.


"Itu, tadi kau bilang apa?" Tanya Monica dengan jantung yang berdegup amat kencang dan nafas yang tertahan menunggu jawaban pria yang sedang memangku nya.

__ADS_1


"Putri Monika Irene Maharani dari kerajaan biru, perempuan tercantik yang pernah kulihat sepanjang kehidupanku di dunia." Ucap Albert sembari menundukkan kepalanya lalu dia kembali mencium Monica dengan dalam sembari memejamkan matanya menikmati ciuman mereka.


Sementara Monica yang dicium, perempuan itu mengeratkan pelukannya pada Albert dan saat ini ia meneteskan air matanya Karena rasa harunya.


Pria itu baru saja mengatakan identitasnya, Albert mengatakan namanya dengan sempurna, bahkan pria itu mengetahui dari kerajaan mana Dia berasal, Padahal selama ini, hanya dia dan burung beonya saja yang mengetahui masalah itu.


Hal tersebut membuat Monica semakin yakin bahwa pria di depannya memang sudah mengenalinya, bahkan rumah pria itu juga sangat mirip dengan istana tempat pelarian mereka.


Sementara Albert yang saat itu memegang kepala Monica, dia terkejut ketika merasakan air membasahi tangannya hingga pria yang meminjamkan matanya itu pun membuka matanya dan terkejut melihat Monica sedang menangis.


Albert dengan cepat menghentikan ciuman mereka dan dia menyeka Air mata Monica sembari menatap Monica yang juga menatapnya dengan mata berlinang air mata.


"Ada apa? Kenapa kau jadi menangis?" Tanya Albert yang kini merasa panik bahwa perempuan itu mungkin mengalami sesuatu yang buruk.


Tetapi Monica dengan cepat menggelengkan kepalanya lalu perempuan itu pun memeluk Albert dengan erat dan menyembunyikan wajahnya di lekuk leher Albert.

__ADS_1


"Hiks,, hiks,, hiks,,," suara isakan Monica semakin membuat Albert menjadi kalang kabut, ia berusaha menenangkan perempuan itu.


__ADS_2