Putri Monika

Putri Monika
20


__ADS_3

Setelah kejadian di mana Monika menghajar beberapa senior magang di rumah sakit xx, maka ke mana-mana dia pergi dia akan selalu dihindari orang-orang seperti sebuah virus yang ditakuti oleh para dokter magang.


Tak jarang juga ia mendengar para dokter magang berbisik-bisik tentangnya, bahkan perawat yang ada di sana juga berbisik-bisik tentangnya hingga membuat Monica merasa begitu risih.


7 jam bekerja terasa seperti setahun saja, hingga pada akhir jam kerjanya, perempuan itu benar-benar merasa lega dan cepat-cepat membereskan barangnya untuk kembali ke rumah.


Sreett....


Monica menutup tasnya lalu membawa tas itu keluar dari ruangan ketika dia baru saja membuka pintu namun menemukan dua orang dokter magang yang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kau dicari oleh dokter intan!" Ucap salah satu dokter magang itu sebelum keduanya berbalik pergi meninggalkan Monika dengan keangkuhan di wajah mereka.


Monica yang terdiam di tempatnya bisa langsung mendengarkan kedua dokter magang itu segera menggosipkan Monica.


"Akhirnya dia akan kena batunya, tidak tahu saja dia, kalau kekuasaan senior jauh melebihi kekuasaan junior!"

__ADS_1


"Benar sekali, dia akan mendapat pelajaran dari dokter intan! Secara dokter intan ialah Kakak dari Kak Sonia yang tadi dipukul olehnya!"


Monica langsung menghela nafas mendengar gosip kedua orang itu lalu dia kembali masuk ke dalam ruangan untuk menyimpan tasnya sebelum pergi menuju ruangan intan.


Saat berdiri di depan pintu ruangan dokter intan, Monika terdiam beberapa saat sebelum mengulurkan tangannya mengetuk pintu ruangan itu.


Tok tok tok...


"Masuk!" Suara seorang perempuan dari dalam ruangan langsung membuat Monica membuka pintu ruangan tersebut Lalu masuk ke dalam ruangan.


"Duduklah!" Ucap dokter intan dengan suara yang datar membuat menikah bisa mengetahui bahwa perempuan itu benar-benar memanggilnya untuk sesuatu yang buruk.


Tetapi Monica tetap bersikap patuh pada dokter intan dengan duduk di sofa yang ada di depan perempuan itu sembari memandang perempuan yang ada di hadapannya.


Cukup lama terjadi keheningan, sampai akhirnya intan meletakkan ponselnya yang sedari tadi ia maini lalu perempuan itu mengangkat wajahnya menatap Monica.

__ADS_1


"Kau tahu alasan Aku memanggilmu ke sini?" Tanya Dokter intan.


"Itu, Memangnya ada apa dokter memanggil saya?" Tanya balik Monika yang berpura-pura tidak tahu apapun dan hanya bersikap polos di hadapan perempuan itu.


Sikap Monika tersebut langsung membuat intan tersenyum mengejek, "keributan apa yang baru saja kau lakukan?! Aku memanggilmu karena itu!" Ucap intan sembari memandang kesal pada perempuan di depannya.


Berani beraninya perempuan itu menyentuh adiknya sendiri, dan bahkan membuat keributan di rumah sakit!


Apakah perempuan itu sudah tidak menghargai di lagi?! Padahal hanya seorang dokter magang junior!


"Itu, saya tidak pernah berniat membuat keributan, tetapi para senior dokter magang yang pertama-tama mengambil barang milik saya tanpa seizin saya. Jika dokter juga mengecek kamera CCTV, maka dokter bisa melihat bahwa mereka berniat mengeroyok saya, jadi saya hanya melakukan perlindungan diri saja," ucap Monikq benar-benar membuat intan terkejut.


Ia bahwa perempuan yang selama ini tidak berani membantah apapun yang diucapkan oleh semua orang di rumah sakit ternyata sekarang Sudah berani menunjukkan taringnya yang baru saja tumbuh.


"Hm, Sepertinya kau tidak ada niat untuk meminta maaf setelah melakukan kesalahan!" Ucap Intan sembari mengambil ponselnya lalu perempuan itu menekan-nekan layar ponselnya untuk menghubungi seseorang.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, panggilan telepon itu pun terhubung, lalu dokter intan segera berkata, "Aku ingin dokter magang bernama Monica segera dikeluarkan dari rumah sakit!! Buat juga surat putusan bahwa dia tidak layak menjadi seorang dokter!!!"


__ADS_2