
"Tentu saja aku akan membawanya, tapi kenapa kau terlalu posesif pada Nona mu? Kau itu hanya burung beo yang bertugas menjaga nya!!" Tegas Albert mengejutkan Monica dan burung beo yang ada di sana.
🦞🦞🦞
Monica dengan cepat menatap Albert sembari berkata, "Itu,, Bagaimana kalau tahu kalau burung beo itu bertugas untuk menjagaku?"
Pertanyaan Monica segera membuat Albert mengukir sebuah senyuman di wajahnya, lalu pria itu pun membelokkan mobilnya ke dalam kompleks perumahannya.
"Aku akan memberitahumu di rumah," ucap Albert terus menyetir mobil yang ia kendarai.
Sementara Monica dan burung beo yang ada di sana, keduanya menahan rasa penasaran mereka untuk mendengar jawaban pria itu, dan Saat itu pula jantung Monica berdegup amat kencang.
Dia tidak sabar untuk mendengarkan pengakuan pria itu, tetapi dia juga merasa gugup karena cemas akan apa yang akan dikatakan oleh Albert, apalagi sekarang mereka telah berada di kediaman pria itu Dan Dia merasa tidak tenang untuk bertemu dengan Bertin.
Setelah memarkirkan mobilnya, maka Albert cepat turun dari mobil lalu dia pun membukakan pintu untuk Monica dan membantu Monica keluar dari mobil.
Begitu turun dari mobil, Monica bersama-sama dengan Albert masuk ke dalam rumah pria itu dengan burung beo yang sudah lebih dulu pergi ke teras rumah dengan cara terbang.
Monica menatap ke arah tangannya yang saat itu digenggam oleh Albert, jantung Monica pun semakin berdegup amat kencang hingga membuat perempuan itu Mengepal kuat sebelah tangannya yang tak digenggam oleh Albert.
__ADS_1
Begitu masuk ke dalam rumah, Monica memperhatikan rumah tersebut namun dia tidak menemukan perempuan hamil di manapun, Hal itu membuat Monica merasa agak heran namun tidak bertanya apapun dan hanya mengikuti Albert.
Burung beo pun merasa heran, sehingga burung beo itu kembali terbang keluar rumah untuk berkeliling mencari keberadaan Bertin.
Sementara Monica, dia kini duduk di ruang tamu dengan Albert yang berdiri sembari menggulung lengannya.
"Akan kubuatkan minuman, Kau mau minum apa?" Tanya Albert.
"Apapun yang kau buat, tapi bolehkah aku berjalan-jalan sembari menunggumu selesai membuat minuman?" Tanya Monica yang masih ingin memastikan dan mencari keberadaan bartin di rumah tersebut.
"Tentu, Kau boleh pergi ke manapun kau mau pergi di rumah Ini, tapi bawa ponselmu supaya nanti aku lebih mudah mencarimu," ucap Albert segera dijawab anggukan Monica hingga kedua orang itu pun berpisah dengan Monica yang langsung berjalan-jalan di lantai satu rumah tersebut.
'Jangan-jangan dia sudah menyiapkan kedatanganku, dan melepaskan semua fotonya dengan istrinya lalu mengatur siasat agar istrinya tidak berada di rumah ketika aku tiba di sini,' Ucap Monica sembari berjalan ke lantai 2 untuk memeriksa lantai atas.
Saat Monica berjalan-jalan di lantai atas, Monica tidak mendapati Bertin di manapun hingga membuat dia semakin curiga.
Dia menatap sebuah pintu kamar yang tak jauh darinya, dan setelah berpikir beberapa saat, dia pun mengulurkan tangannya untuk membuka pintu itu.
Kamar tersebut kosong, bahkan di dalam kamar itu tidak ada ranjang dan peralatan-peralatan lainnya yang biasanya ada dalam kamar.
__ADS_1
Maka Monica pun memutuskan untuk memeriksa kamar-kamar lain sehingga dia membuka satu persatu pintu sampai akhirnya dia membuka sebuah pintu dan melihat kamar yang terisi oleh perabotan-perabotan Yang semestinya berada dalam sebuah kamar.
'Albert bilang aku boleh masuk ke ruangan manapun yang ada di rumah ini,' Ucap Monica dalam hati akhirnya membuka pintu itu lebar-lebar, lalu dia pun masuk ke dalam kamar dan benar-benar mengerutkan keringnya saat melihat foto seorang perempuan di nakas samping tempat tidur.
Tanpa menahan diri, maka Monica langsung mengambil foto itu dan memperhatikannya dengan seksama itu adalah foto Bertin yang sedang berada di pantai.
Fokus foto itu ialah pada perempuan yang ada dalam foto, Tetapi setelah Monica memperhatikannya lebih seksama, dia melihat seseorang yang berada di belakang perempuan itu, meski tubuhnya jadi lebih kecil dalam foto karena terlalu jauh, tetapi Monica bisa melihat dari seluruh tubuh pria itu bisa disimpulkan bahwa pria tersebut adalah Albert.
Hal itu membuat hati Monica berkecamuk tak karuan, Tetapi dia masih menahan dirinya dan meletakkan kembali foto tersebut sebelum memeriksa seluruh bagian di kamar itu.
Tidak ada orang di tempat itu, dan ketika dia menatap lemari, Monica mengatup erat-erat giginya dan tangannya begitu penasaran untuk membuka isi lemari tersebut.
Tetapi menyadari bahwa hal itu sudah sangat melanggar privasi, maka Monica pun berbalik untuk meninggalkan tempat itu ketika dia Baru beberapa langkah dan akhirnya berbalik membuka lemari tersebut.
"Ini,," Monica mengerutkan keningnya saat ia mendapati bahwa ternyata lemari-lemari itu kosong.
Barulah saat itu Monica menyadari bahwa meja rias juga kosong dan membuat perempuan itu memeriksa laci-laci yang ada di sana namun tidak mendapati apapun di dalam laki-laki tersebut.
Hanya sebuah foto saja yang tertinggal di nakas hingga membuat Monica merasa aneh.
__ADS_1