
"Bagaimana kau akan menebus kesalahanmu padanya sementara dia sudah berbeda dunia denganmu?? Pergi dari sini, pergi ke makam ibuku dan minta maaf padanya sampai dia memaafkanmu!!!" Bentak Monica pada Carlos.
🌎🌎🌎
Mendengar bentakan putrinya, maka Carlos langsung terjatuh ke lantai dan pria itu berlutut di hadapan putrinya sembari berkata, "ayah menyesal, Ayah benar-benar menyesal atas apa yang sudah Ayah lakukan padamu dan ibumu. Sekarang ayah sudah tidak akan layak lagi untuk hidup, jadi sekarang Ayah meminta maaf padamu dan ayah benar-benar menyesali apa yang telah Ayah lakukan padamu. Mulai hari ini, ayah akan menebus dosa-dosa ayah, juga akan menemui ibumu untuk meminta maaf padanya!!"
Setelah berbicara, Carlos langsung berdiri lalu pria itu hendak keluar dari kamar ketika Monica yang memperhatikan pria itu kini mengerutkan keningnya.
"Kau mau ke mana? Kau pikir aku akan memaafkanmu jika kau pergi begitu saja?!! Aku haus, cepat ambilkan aku minuman!!" Ucap Monica sembari membuang mukanya dari Carlos.
Dalam hatinya, perempuan itu berpikir, 'aku tidak boleh membiarkan orang itu pergi bunuh diri, karena Monica pasti tidak menginginkan hal ini.' Ucap Monica dalam hati yang jelas tahu makna dari perkataan Carlos bahwa pria itu akan pergi bunuh diri supaya bisa meminta maaf pada mendiang istrinya di alam lain.
Sementara Carlos yang mendengarkan ucapan putrinya, perempuan itu terdiam di tempatnya selama beberapa saat sampai akhirnya dia tersenyum sembari meneteskan air matanya dan pergi mengambil air minum untuk putrinya.
__ADS_1
"Ini," ucap Carlos menyerahkan air putih pada Monica hingga membuat Monica mengambil air putih itu dan meminumnya secara perlahan.
Setelah meminum setengah gelas air putihnya, Monica mengembalikan gelasnya pada Carlos.
"Mulai sekarang jika kau mau menebus semua kesalahanmu, maka kau harus memperlakukan putrimu dengan baik, dan yang pertama yang kuinginkan ialah kau harus menceraikan perempuan itu!!" Tegas Monica yang tidak mau lagi melihat wajah Amanda, apalagi setiap hari ia melihat perempuan itu menikmati tempat tinggal yang diwariskan oleh ibu Monica.
Dia bisa membayangkan Bagaimana kesedihan Ibu Monica di liang kuburnya ketika setiap saat dia melihat perempuan yang menjadi penyebab keretakan rumah tangganya kini enak-enak menempati rumahnya dan enak-enak menyiksa putrinya.
"Tentu!! Setelah kau keluar dari rumah sakit, Ayah akan langsung mengurus perceraianku dengan perempuan itu!!!" Tegas Carlos yang memang saat itu sudah benar-benar tidak menginginkan Amanda dan putri dari perempuan itu berada di sisi mereka.
"Iya," jawab Carlos merasa lega dalam hati bahwa dia masih diberi kesempatan untuk menebus segala kegaskalahannya selama ini.
Kedua orang itu pun terdiam di tempat mereka sampai akhirnya pintu diketuk oleh seseorang.
__ADS_1
Tok tok tok...
Carlos langsung berjalan ke arah pintu, lalu dia pun membuka pintu dan melihat Albert lah yang memasuki kamar dengan pria itu membawa infusnya sendiri.
"Kenapa kau turun dari tempat tidur?" Tanya Monica yang sangat terkejut melihat kedatangan Albert tanpa ditemani oleh perawat.
"Aku merindukanmu," ucap Albert tanpa memperdulikan Carlos yang ada di sana, pria itu langsung berjalan mendekati Monica dan memeluk Monica dengan hangat.
"Untunglah kau baik-baik saja, aku sudah sangat khawatir," ucap Albert merasa sangat senang melihat keadaan Monica.
"Ya, Aku juga senang kau baik-baik saja,," jawab Monica sembari menyerahkan pelukannya pada Albert dan dia merasa lega bahwa mereka masih diberi waktu yang panjang untuk terus bersama-sama.
Sementara Carlos yang melihat kedua orang itu, dia dengan tahu diri langsung keluar dari kamar dan pria itu pergi ke balkon rumah sakit dan berdiri di sana menatap ke arah taman di mana banyak orang sakit yang sedang berjalan-jalan di sana.
__ADS_1
Dia berdiri di sana merenungi kesalahannya dan penyesalannya atas apa yang telah Ia perbuat selama bertahun-tahun, tidak memperhatikan putrinya hingga membuat putrinya hidup begitu menderita di bawah tekanan istri dan anak tirinya.