
Setelah polisi meninggalkan rumah sakit, dia pun menelepon rekannya yang saat ini sudah pergi menuju ke warung yang ditempati Albert dan Monica keracunan.
Pria itu mengatakan segala informasi yang ia dapatkan hingga rekan polisi yang ada di sana pun menanyakan segalanya pada pemilik warung.
Selain melakukan interogasi, mereka juga melakukan penjelajahan di tempat itu hingga mereka menemukan sebuah botol kecil yang mereka duga kuat merupakan tempat racun tikus yang digunakan untuk meracuni Albert dan Monica.
"Apa kalian mengenal botol ini?" Tanya salah seorang polisi yang baru saja membongkar tempat sampah dan menemukan botol itu di dalamnya.
"Itu,, aku membersihkannya dari meja 2 orang yang duduk di sana. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih!" Kata Sang Perempuan yang mengenali botol berwarna bening dengan tutup berwarna merah.
"Apakah itu dua orang yang bersamaan makan dengan dua orang yang keracunan yang duduk di sana?" Tanya sang polisi sembari menunjuk tempat terakhir di mana Monica dan Albert duduk.
"Ya!! Saat baru datang juga, mereka duduk bersama-sama di meja itu, tetapi kedua orang yang keracunan itu mungkin tidak terlalu menyukai dua orang yang ada di sana sehingga mereka pindah tempat duduk ke sana," kata salah seorang perempuan yang sempat memperhatikan Albert, Monica, Dira serta Robin duduk bersama-sama.
__ADS_1
Dari penjelasan perempuan itu, maka polisi yang ada di sana pun meninggalkan warung tersebut dan mereka pun menyusuri puncak untuk mencari penginapan Robin dan Dira.
Mobil terus melaju, lalu mereka berhenti di setiap penginapan sembari menanyakan keberadaan kedua orang yang fotonya telah mereka dapatkan dari rekan mereka yang melakukan penyelidikan di rumah sakit.
Setelah tiba di penginapan yang kelima, mereka akhirnya menemukan titik terang.
"Dua orang ini memang menginap di sini, Mereka ada di kamar yang ada di pojok," kata pemilik villa menunjuk kamar yang ada di pojokan di villa miliknya
Tanpa menunggu lebih lama lagi, maka kedua polisi yang ada di sana pun langsung berjalan ke arah kamar yang ditunjuk oleh pemilik villa.
Salah seorang polisi mengetuk pintu kamar itu hingga membuat dua orang yang sementara berada di atas ranjang kini menghentikan pergulatan mereka dan keduanya menatap ke arah pintu.
"Ini polisi!! Buka pintunya!!" Suara seorang pria dari seberang pintu langsung membuat kedua orang yang ada di atas ranjang segera berbenah dan memakai pakaian mereka.
__ADS_1
Dira yang ketakutan kini menatap ke arah Robin sembari bertanya dengan suara yang pelan, katanya, "Kenapa polisi datang di sini?"
Robin yang teringat akan racun yang ia berikan pada Albert dan Monica langsung mengerutkan keningnya, tetapi pria itu menggelengkan kepalanya pada Dira, "Mana aku tahu, cepat perbaiki pakaianmu!!!" Perintah Robin sembari berjalan ke arah pintu.
"Buka pintunya sekarang atau kami dobrak pintu ini!!!" Polisi dari seberang pintu benar-benar membuat Dira kalang kabut dan cepat-cepat memakai pakaiannya.
Baru saja Dira selesai memakai pakaiannya, maka Robin langsung membuka pintu dan kedua polisi langsung masuk ke dalam kamar mereka.
Salah satu polisi langsung mendorong Robin ke dinding dan memborgol tangan pria itu, lalu menarik Robin ke dalam kamar dan mendorong pria itu ke kasur.
"Apa yang kalian lakukan?!!" Tanya Dira yang kini merasa panik ketika tangannya juga telah diborgol oleh seorang polisi yang mana polisi itu langsung melakukan penjelajahan di tempat itu dengan satu polisi yang lain mengawasi mereka berdua.
Polisi yang berdiri di depan Robin dan Dira pun berkata, "pagi ini kalian pergi makan di warung yang ada di pinggir danau?"
__ADS_1
Dira langsung menatap Robin, lalu melihat pria itu menganggukkan kepalanya, "ya, benar, tapi ada apa?" Tanya Robin dengan raut wajah yang tidak mengerti mengapa polisi itu menanyakan tentang kepergian mereka ke warung di pinggir danau.