
Monica yang duduk di pangkuan dokter Albert sembari memeluk pria itu masih ingin berlama-lama di sana menikmati kebersamaannya dengan pangerannya, tetapi perempuan itu harus segera turun ketika tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu ruangan.
Tok tok tok...
Monica yang melompat dari pangkuan pria itu langsung menjadi sangat canggung ketika pintu dengan cepat dibuka oleh seseorang yang ternyata adalah kepala rumah sakit umum xx ibukota.
"Keluarlah," ucap Andi pada Monica dengan Monica yang langsung bergerak gas keluar dari ruangan itu sementara Andi pun berjalan ke arah sofa di mana kepala Rumah sakit telah duduk di sana sembari memperhatikannya.
__ADS_1
"Ada apa bapak datang kemari?" Tanya Albert yang terkejut karena pria itu tidak memberitahunya apa-apa namun tiba-tiba saja datang ke ruangannya.
"Hm,, akhir-akhir ini pikiranku sedang kacau karena masalah di rumah sakit. Pertama dari video yang viral itu, meski sekarang sudah reda, tetapi masih banyak juga yang datang ke rumah sakit hanya untuk memastikan Apakah anak magang bernama Robin itu sudah dikeluarkan atau tidak. Sekarang, surat pengunduran diri yang dimasukkan oleh Monica, anak magang yang memiliki bakat luar biasa itu." Ucap kepala Rumah sakit umum xx ibukota yang saat itu merasa terbebani dengan segala sesuatu yang menyangkut dokter magang.
"Ah, Pak Gibran kadang saja, semuanya sudah teratasi dengan baik, saya sudah mengeluarkan surat bahwa selama satu minggu kedepan Robin tidak akan masuk bekerja, dan juga Monica, dia sudah berbicara pada saya dan katanya surat yang masuk itu ialah surat palsu. Sepertinya ada seseorang yang berusaha mengincarnya dari rumah sakit lain sehingga mereka mempengaruhi orang tua Monica sehingga memasukkan surat tersebut, tetapi Monica sendiri sudah memastikan pada saya bahwa dia tidak berniat untuk keluar dari rumah sakit." Ucap Albert langsung membuat Gibran bersemangat.
"Ya, tapi masalah ini sampai membuat Anda datang ke tempat saya menemui saya, sepertinya ada hal besar yang berkaitan dengan masalah ini," ucap Albert yang jelas tahu bahwa seorang kepala Rumah sakit tidak mungkin datang menemuinya hanya untuk membahas perkara masalah dokter Magang.
__ADS_1
"Ya, ini berhubungan dengan kesehatan bapak wakil presiden yang saat ini semakin memburuk. Semua rumah sakit sedang mengumpulkan tim medis mereka untuk menangani masalah penyakitnya. Rumah sakit kita pun akan berpartisipasi dalam menangani penyakit dari bapak wakil presiden, sehingga kami memutuskan kalau kau dan Monica yang akan mewakili Rumah sakit kita." Ucap Gibran benar-benar mengejutkan Albert.
"Itu, penyakit bapak wakil presiden tidak lah main-main, jadi bagaimana bisa mengutus seorang dokter magang?" Tanya Albert yang tidak mengerti dengan pikiran para petinggi rumah sakit.
"Hah,, Mereka ingin sebuah keajaiban, dan apa yang dilakukan oleh Monica adalah sebuah keajaiban kabar tentang dirinya sudah tersebar di berbagai rumah sakit yang ada dan bahkan sampai ke tim medis yang menangani kondisi bapak wakil presiden. Oleh sebab itu, Mereka menginginkan Monica pun ikut serta dalam tim yang akan dibentuk!" Ucap Gibran akhirnya membuat Albert menganggukkan kepalanya.
Masalah medis ialah sesuatu tentang pengalaman dan pelajaran, tetapi ada banyak juga orang yang mempercayai tentang mitos, tentang keberuntungan yang masing-masing berada di tangan setiap dokter sehingga hal itu menjadi alasan orang-orang dari keluarga konglomerat sangat hati-hati dalam memilih setiap orang yang akan menangani kesehatan mereka.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku akan mempersiapkan diri," ucap Albert.