Putri Monika

Putri Monika
82


__ADS_3

Amanda sedang berada di tokonya, ia melayani seorang pembeli yang memborong banyak barang-barangnya ketika ponselnya berdering.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


"Halo?" Ucap Amanda mengangkat panggilan telepon itu meski tangannya masih sibuk mengambil uang dari laci lalu diberikan pada orang yang berdiri di hadapan meja.


"Terima kasih," kata orang yang menerima uang dari Amanda.


Amanda mengganggukan kepalanya, lalu mendengarkan seorang pria dari seberang teleponnya berbicara, "dokter magang Monica mengalami kecelakaan dan saat ini sedang berada di rumah sakit."


"Kecelakaan?" Tanya Amanda dengan suara yang cuek sembari perempuan itu memperbaiki mejanya yang agak berantakan karena dia baru saja menulis nota pada pembeli yang datang ke tokonya.


"Iya, saat ini berada di rumah sakit di--"

__ADS_1


"Tunggu sebentar," kata Amanda segera berdiri lalu perempuan itu pun memasuki rumah dan melihat Carlos sedang duduk di sofa sembari meminum kopi.


"Monica kecelakaan, katanya dia berada di rumah sakit," ucap Amanda sangat mengejutkan Carlos hingga pria itu pun berdiri dan menghampiri Amanda.


Amanda langsung menyerahkan ponselnya pada suaminya lalu perempuan itu tanpa perduli langsung berjalan ke arah kasir.


Dia tidak mau lagi berpura-pura peduli pada Monica, karena perempuan itu sendiri tidak mempedulikan mereka, bahkan sampai saat ini belum ada kiriman uang dari perempuan itu.


Tetapi sekarang dia merasa berada di atas awan setelah uang nyasar selain nilai 150 juta yang membuatnya bisa memperbesar usahanya dan juga memiliki barang-barang baru di rumahnya.


Sembari memegang teleponnya di dekat telinganya dan mendengarkan orang yang berbicara dari seberang telepon, Carlos pun masuk ke kamarnya mengambil pakaian dari lemari untuk bersiap pergi ke rumah sakit.


Setelah mendapatkan alamat rumah sakitnya, maka Carlos melemparkan ponsel istrinya ke atas kasur lalu dia pun cepat-cepat mengganti pakaiannya.


Saat ia keluar dari kamar, ia menatap istrinya yang memasuki rumah lalu pria itu pun berkata, "berikan aku uang, aku harus pergi ke rumah sakit dekat puncak."

__ADS_1


Amanda yang mendengarkan itu langsung menggertakan giginya lalu dia menatap suaminya sembari berkata, "untuk apa kau pergi ke sana? Dia mati atau tidak tidak ada hubungannya dengan kita, perempuan itu bahkan tidak mau mengirimi kita uang!!!"


Ucapan istrinya benar-benar membuat Carlos menjadi sangat marah hingga pria itu mengangkat tangannya dan menampar istrinya.


Plak!!!


"Berani beraninya kau berkata seperti itu pada putriku?? Apa kau sudah bosan hidup?!!" Teriak Carlos pada istrinya sembari mengulurkan tangannya mencekik leher perempuan itu dan mendorongnya ke dinding.


Amanda yang merasakan vekikan pria itu benar-benar kesakitan. Meski begitu, dia masih berusaha berbicara, katanya, "untuk apa kau memperdulikannya? Kau lihat saja, sekarang dia tidak pernah kembali lagi ke rumah karena dia memutuskan hubungannya dengan kita!!! Dia tidak--"


"Diam!!" Bentak Carlos,, "ke mana janjimu ketika aku menikahimu bahwa kau akan memperlakukan putriku dengan baik? Sekarang dia hampir mati, dan kau masih berani berbicara omong kosong?!! Kalau kau tidak bisa menerima dia seperti putrimu sendiri, maka sebaiknya kau keluar dari rumah ini!!!" Teriak Carlos pada Amanda sebelum pria itu melepaskan cekikannya dan pergi ke toko mengambil uang dari laci.


Carlos pun meninggalkan rumahnya.


Amanda yang melihat pria itu pergi membawa semua orang uangnya merasa sangat kesal di tempatnya.

__ADS_1


Perempuan itu memegangi lehernya yang terasa begitu sakit sembari menggertakan giginya, "beraninya pria itu,, dulu aku memang berkata seperti itu hanya karena aku mau mendapatkan tempat di rumah ini. Tapi sekarang, Memangnya dia pikir aku benar-benar mau menerima putrinya? Padahal, dia sendiri lah yang gila, selama ini tidak memperdulikan putrinya, dan Bahkan dia menjadi penyebab kematian istrinya sendiri. Lihat saja, aku akan membalas perbuatanmu saat ini!!!' Geram Amanda yang sangat tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Carlos padanya.


__ADS_2