
Operasi masih terus berlangsung dengan saat ini Monica lah yang mengambil alih operasinya sementara Albert menjadi asistennya.
Semua dokter yang melihat kedua orang itu melakukan operasi kini berada dalam suasana hati yang begitu buruk Sebab mereka takut anak magang yang baru saja memasuki ruang operasi selama 1 bulan ini akan mengacaukan operasi penting itu.
Keringat mereka meluncur di kening dan punggung Mereka sebab ketakutan melihat kedua orang itu melakukan operasi, meski sampai saat ini Monica belum melakukan kesalahan, tetapi tetap saja, peristiwa yang besar dari operasi itu membuat mereka tidak bisa menahan diri.
Sementara di ruang pengamatan, pria berumur 60 tahun yang tidak terima jika Monica yang melakukan operasi pun kini menggertakan giginya, "seharusnya dari awal kita tidak memilih mereka berdua melakukan operasi, sekarang mereka berdualah yang mengatur kita!!!" Ucap pria berusia 60 tahun yang kini dilanda penyesalan yang begitu dalam.
Sementara Gibran yang ada di sana, dia tentunya harus membela kedua orang yang ada di sana Sebab Dia sendirilah yang mengutus kedua orang itu sehingga dia pun menatap pria yang baru saja berbicara.
"Jangan khawatir, meski Monica baru memasuki ruang operasi selama 1 bulan, Tetapi dia memiliki keahlian yang begitu sempurna setiap operasi yang ia jalankan--"
"Diam!!" Bentak pria berumur 60 tahun menghentikan ucapan Gibran, "kau membela mereka berdua karena berasal dari Rumah sakit mu, tapi apakah kau tahu apa yang sedang kita hadapi sekarang?! Sedikit saja perempuan itu melakukan kesalahan, maka kita semua akan berada dalam situasi darurat, kau pikir kita masih bisa hidup kalau sampai terjadi apa-apa pada wakil presiden?!!! Nyawanya dipertaruhkan, dan dia adalah orang tersohor yang mana operasi ini diketahui oleh seluruh rakyat di negara ini!!!"
Gibran mengatup erat-erat giginya mendengarkan kemarahan dari pria yang ada di depannya, dan dia masih hendak berbicara ketika tiba-tiba saja seorang pria yang berdiri di sampingnya mendahuluinya berbicara.
"Dia berhasil! Tumornya di angkat!!" Seru pria tersebut langsung membuat Gibran dan pria berumur 60 tahun menatap ke arah ruang operasi dan mereka benar-benar melihat tumor kecil yang berada di tempat yang sangat berbahaya bagi kesehatan kini telah diangkat oleh Monica.
Monica meletakkannya ke dalam wadah khusus sebelum dia kembali menatap Albert sembari mengukir senyuman di balik maskernya.
"Aku tahu kau bisa melakukannya, sekarang ayo kita selesaikan dan kita bisa meninggalkan tempat ini," kata Albert diangguki oleh Monica hingga kedua orang itu pun kembali fokus pada operasi mereka.
__ADS_1
Sementara semua orang yang melihat itu, mereka seperti mendapatkan nyawa mereka kembali karena operasinya sudah berlangsung dengan lancar, bahkan hal yang mereka sangat khawatirkan tentang pembuluh darah yang terletak begitu dekat dengan tumor tersebut kini telah dilewati dengan baik oleh Monica.
Mereka tidak mampu lagi berkata apa-apa, bahkan Gibran yang ada di sana hendak menangis karena Monica berhasil menyelesaikan operasi tersulit yang seharusnya belum mampu dilakukan oleh Monica.
Maka Gibran pun tidak berdiri lagi, ia langsung duduk di kursi yang terletak di sana dan mengambil sebotol air putih lalu meneguknya sampai habis.
Setelah menghabiskan satu botol air mineral, pria itu pun berkata, "Sudah kubilang, Aku tidak pernah memilih orang yang salah, Monica benar-benar akan menjadi dokter terbaik yang pernah ada dalam sejarah!!!"
Semua orang menatap sekilas ke arah Gibran, lalu mereka pun kembali melihat ke arah ruang operasi di mana Monica dan Albert sudah menutup kembali luka yang telah mereka buat.
Selain itu, pada monitor yang ada di ruangan operasi, mereka bisa melihat bahwa tanda vital wakil presiden masih baik-baik saja sehingga tidak ada hal besar yang harus mereka khawatirkan.
"Cut!" Ucap Monica Setelah dia selesai menjahit luka pada tubuh wakil presiden.
Monica pun menyelesaikan operasinya dan dia menatap ke layar monitor untuk melihat kondisi vital pasien.
Setelah melihat bahwa memang sudah baik-baik saja, maka Monica pun keluar dari ruangan itu disusul oleh Albert meninggalkan semua dokter yang tak mampu lagi berkata apa-apa.
Jam di ruang operasi itu menunjukkan bahwa keduanya menyelesaikan operasi lebih cepat dari dugaan semua orang.
Padahal, semau dokter yang ada di sana sudah bersiap-siap untuk operasi yang panjang tapi sekarang ternyata operasinya selesai lebih awal.
__ADS_1
Sementara Monica dan Albert yang keluar dari 4 ruang operasi, mereka Langsung melepaskan pakaian mereka dan membuangnya ke dalam tempat sampah sebelum Albert menarik Monica ke dalam pelukannya.
"Hari ini kau melakukannya dengan sangat baik, aku bangga padamu," ucap Albert memberikan pujian pada Monica hingga membuat Monica serasa diterbangkan ke awan karena pujian dari pria itu.
Ia mendongak menatap wajah Albert, dan melihat wajah pria itu dihiasi oleh sebuah senyum yang sangat lebar yang Bahkan kedua mata pria itu juga terlihat seperti tersenyum padanya.
"Setelah ini mereka akan memarahimu karena kekeras kepalaanmu di ruang operasi," Ucap Monica dengan nada suara khawatir bahwa Albert mungkin akan mendapatkan disiplin medis.
Tetapi Albert malah tersenyum dan menundukkan kepalanya mendaratkan sebuah ciuman di bibir Monica, "justru aku menginginkan hal itu, supaya aku bisa menghias persiapkan pernikahan kita," sembari merogoh saku bajunya lalu dia pun mengeluarkan sebuah cincin dari sana dan dengan cepat menyelipkan cincin tersebut di jari manis Monica.
Monica sangat terkejut sampai dia tak mampu berkata apa-apa, bahkan beberapa dokter yang saat itu memasuki ruangan kini menghentikan langkah mereka saat melihat ternyata di ruangan tersebut ada sebuah lamaran yang dilakukan.
"Terima kasih,,," Ucap Monica kembali memeluk Albert dengan erat tanpa memperdulikan semua orang, bahkan jari tangan yang ada di punggung Albert sengaja digerak-gerakan agar para dokter yang ada di belakang Albert bisa melihat cincin yang diberikan Albert padanya.
"Jadi ucapan terima kasihmu berarti kau mau menikah denganku bukan?" Tanya Alber.
"Tentu saja!!! Bahkan jika kau tidak melamarku, Aku lah yang akan segera melamarmu!!" Tegas Monica tanpa menyembunyikan sedikitpun rasa bahagianya.
"Ehem!!!" Seorang dari para dokter yang ada di sana pun berdehem untuk mengingatkan kedua orang itu bahwa keromantisan itu sudah seharusnya diakhiri, apalagi mereka masih berada di rumah sakit.
Tetapi dia tidak menduga, kalau kode yang ia berikan malah tidak menghentikan dua orang yang ada di sana, sebab Albert mala mengulurkan tangannya di belakang kepala Monica dan mendaratkan ciuman penuh cinta di bibir perempuan itu.
__ADS_1
Maka mau tak mau, dokter yang ada di sana pun segera keluar dari ruangan tersebut dan memilih masuk ke ruangan lain yang disiapkan untuk para dokter yang menyelesaikan operasi.
Sangat sial mendapati kedua orang itu berada di sana menebar bau-bau busuk cinta!