
Melihat Monica yang tidak mudah dihadapi, maka Amanda kemudian berkata, "anak kurang ajar!! Aku akan memberitahu semua orang bahwa kau baru saja menyiksaku di sini!!!"
Setelah berbicara, maka Amanda langsung berjalan keluar dari toilet sembari memberantakan penampilannya.
Monica yang melihat itu hanya bisa menghela nafas sembari tersenyum mencibir melihat punggung perempuan yang menyebalkan itu.
'Hah,, Dasar orang bodoh Memangnya dia pikir aku sebodoh itu?' ucap Monica sembari mengeluarkan ponselnya dari sakunya lalu mematikan merekaman yang telah Ia rekam.
Bagaimanapun, dia sudah tahu bahwa setiap kali bertemu dengan perempuan itu maka akan terjadi masalah, maka untuk berjaga-jaga dia pun menyalahkan rekamannya saat dalam perjalanan mengikuti Amanda ke toilet.
__ADS_1
Clek!
Tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan seorang satpam yang berjalan mendekati Monica.
"Apa kau yang sudah melukai perempuan paruh baya yang keluar dari toilet?!" Tanya petugas itu sembari memperhatikan toilet untuk melihat Jika masih ada orang yang menghuni toilet itu selain Monika.
Begitu keluar dari toilet, Monika langsung melihat bagaimana ibunya dilindungi oleh semua orang, dan dia ditatap oleh semua orang dengan tatapan mencibirnya.
Amanda yang melihat bahwa situasi kini berbalik, ia tersenyum dalam hati lalu perempuan itu meneruskan sandiwaranya sembari berkata, "Dia adalah anak tiriku, aku membesarkannya selama bertahun-tahun, tetapi sekarang Setelah dia bekerja di Rumah sakit, dia tidak pernah lagi mengingat keluarganya, bahkan ayahnya yang sakit-sakitan di rumah kini ditinggalkan olehnya. Hikss hikss hiks,, suamiku yang Malang, padahal aku hanya kemari untuk mengatakan padanya supaya datang menjenguk ayahnya, tapi tidak menyangka dia malah memukuliku di dalam toilet!! Hikss hiks hikss."
__ADS_1
Isakan perempuan itu langsung membuat semua orang semakin merasa prihatin sehingga salah seorang ibu-ibu mendekati menikah dan menunjuk Monika dengan kesal.
"Kau ini!! Bisa-bisanya kau bersikap kurang ajar terhadap orang tuamu?!! Apakah kau tidak tahu kalau para orang tua membesarkan kalian para anak anak dengan bercucuran keringat? Malah sekarang bersikap tidak tahu diri, meskipun dia ibu tirimu, tapi dia sudah merawatmu selama bertahun-tahun dan juga menjaga Ayah kandungmu, tapi bagaimana bisa di dalam toilet?!! Benar-benar tidak tahu diri!!"
Seorang perempuan lain yang juga merasa kesal pun ikut berbicara, katanya, "aku lihat kau dokter magang di sini Ya,, sepertinya orang tuamu telah menghabiskan banyak uang untuk menyekolahkanmu, Tetapi bagaimana bisa kau memperlakukan orang tuamu dengan buruk? Bahkan meninggalkan ayahmu yang sakit-sakitan dan memukuli Ibu dirimu yang telah membesarkanmu?!! Apakah kau tidak tahu kalau karma itu nyata?!!"
Amanda yang melihat bahwa Monika semakin dipojokkan oleh semua orang karena setelah dua perempuan itu, masih banyak yang berbicara sementara sang satpam terus memegangi tangan Monika hingga perempuan itu tidak pergi.
Maka dia kemudian berdiri lalu menghapus air matanya, 'sekarang aku saatnya aku berpura-pura menjadi Ibu yang baik, dan perempuan itu pasti tidak bisa berkata apa-apa kalau aku mengancamnya bahwa aku akan mengulangi perbuatanku ini jika dia tidak memberi uang. Dasar perempuan bodoh, Memangnya dia pikir dia bisa lolos semudah itu dariku?' ucap Amanda dalam hati sembari pergi ke samping Monica menatap semua orang, "tolong,, Tolong semuanya hentikan, dia adalah putriku, jadi apapun itu Aku tidak ingin dia dipermalukan. Jadi,, biarkan Kami berbicara berdua saja, dan terima kasih sudah memberikan nasihat yang baik untuk kami, kami pasti akan menerima semua nasihat kalian dengan sebaik-baiknya."
__ADS_1