Putri Monika

Putri Monika
16


__ADS_3

Setelah melakukan pemeriksaan pada semua pasien, maka dokter Albert memberikan beberapa materi khusus pada para anak magang yang ada di sana sebelum menoleh ke arah Monica.


"Kau yang Minggu lalu mengatakan tentang remaja berusia 12 tahun yang salah diagnosa?" Tanya Albert pada Monika langsung membuat Monica menganggukkan kepalanya dengan pelan.


"Iya," jawab Monica yang sudah mengetahui bagaimana diagnosa yang ia berikan itu ternyata benar, sehingga saat ini remaja berusia 12 tahun itu telah menjalani serangkaian pengobatan kanker.


"Aku salut denganmu, ikutlah denganku ke," ucap Albert benar-benar mengejutkan semua orang yang ada di sana bahkan Monika juga tidak menyangka bahwa saat ini dia sedang disuruh untuk pergi ke ruangan pria itu.


Tetapi dalam hatinya dia tidak sesenang yang seharusnya ia rasakan karena dia mengingat Bagaimana pria itu telah menikah sehingga saat ini rasa senangnya hanya bertahan beberapa saat saja, dan ketika dia sudah berjalan mengikuti Albert, hatinya menjadi kacau, sebab Dia sudah dekat dengan pria itu, Namun ternyata pria itu telah memiliki seorang istri yang tengah mengandung.


Sembari berjalan bersama dengan Monica, Albert kemudian berkata, "Apa yang kau lakukan Minggu lalu di tengah hutan bersama dengan burung beo milikmu?"

__ADS_1


Pertanyaan dari dokter Albert langsung membuat Monica yang sedari tadi merasa sedih membayangkan pria itu telah menikah kini merasa bahagia lagi karena ternyata pria itu memperhatikannya.


Maka dengan penuh semangat, Monica berkata, "Kami tersesat di sana, tapi,, saat itu saya benar-benar tidak tahu kalau dokter bekerja di rumah sakit ini, jadi,,"


"Tidak perlu minta maaf, aku memang baru masuk bekerja pada hari itu, itu adalah hari pertamaku tapi kau tidak hadir di acara penyambutanku." Ucap dokter Albert langsung membuat Monica mengingat hari penyambutan pria itu ketika dia harus bekerja full di UGD sehingga dia tidak bisa menghadirinya.


"Ahh, itu, saya minta maaf, hari itu Saya ditugaskan di UGD jadi saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan," ucap Monika.


Seketika itu, perempuan itu langsung lupa akan status Albert yang telah menikah, dan dia pun dengan semangat berbincang-bincang dengan dokter Albert sampai keduanya tiba di ruangan dokter Albert.


"Duduklah," ucap Albert pada Monica sembari pria itu berjalan ke arah meja kerjanya lalu pria itu melepaskan jasnya dan mengambil sebuah berkas dari laci kerjanya.

__ADS_1


Monica yang telah duduk di sofa ruang tamu memperhatikan pria itu Dan Dia berusaha keras menahan senyumannya namun tangannya meramas celananya karena jantungnya yang berdegup amat kencang.


Apalagi setelah pria itu duduk bersama dengan Monica, maka Monika semakin merasa bersemangat berduaan saja dengan pria itu.


"Ini," ucap Albert meletakkan berkas yang ia ambil dari lacinya di hadapan Monika, "aku melihat kau memiliki potensi yang besar jadi ambil itu dan pelajari."


Monika yang mendengarkan dokter Albert mengambil berkas yang ada di hadapannya dan ternyata itu ialah catatan pasien yang sangat banyak dan akan sangat berguna Jika dia menghafalkan semuanya untuk menjadi referensinya.


"Ini,, apakah boleh saya mengambil ini?" Tanya Monica yang jelas tahu bahwa itu milik pribadi Albert karena di sana ada banyak catatan tangan Albert, dan dia bisa melihat bahwa tulisan tangan pria itu amatlah rapi dan sangat menyenangkan untuk membacanya.


"Ya, aku sangat menghargai sebuah bakat dalam hal medis, jadi aku menghadiahkan itu untukmu sebagai penghargaan karena kau berhasil mendiagnosa pria berumur 12 itu. Ahh,, aku ada satu pertanyaan untukmu, Apakah kau sudah punya kekasih?" Tanya Albert langsung membuat Monica menghentikan gerakan tangannya dan perempuan itu terpaku di tempatnya menatap pria di depannya.

__ADS_1


Setelah beberapa detik terdiam, maka Monikq langsung menggelengkan kepalanya, "belum," jawab Monika.


__ADS_2