
Setelah tiba di rumah sakit, Monica memperhatikan keadaan sekitar dan Dia merasa legah bahwa dia tidak menemukan ibu tirinya dan saudara tirinya di manapun hingga perempuan itu berjalan dengan langkah cepat memasuki rumah sakit.
Perempuan itu berdoa dalam hati supaya tidak ada kekacauan yang terjadi lagi hari itu hingga dia Akhirnya kini tiba di lokernya lalu cepat-cepat menyimpan barangnya.
Saat itu, beberapa dokter magang juga memasuki ruangan penyimpanan barang, dan mereka semua menatap Monika dengan tatapan terkejutnya juga kesalnya.
Hal yang pertama yang mereka lihat adalah perubahan penampilan Monica bahkan wajah perempuan itu yang selalunya tampak seperti orang yang mau mati kini tampak lebih berseri-seri dengan bantuan make up.
Namun hal itu malah membuat mereka semakin kesal hingga Salah satu dari mereka tidak tahan untuk berbicara dengan Monika hingga dokter magang itu mengulurkan tangannya memegang lengan Monika lalu menarik lengan itu hingga Monika berbalik menatapnya.
"Ada apa?" Tanya Monica yang merasa kesal dalam hati bahwa masih pagi-pagi saja dan dia sudah akan terjerat oleh masalah.
Tetapi ketika dia memikirkannya lagi bahwa itu adalah hal yang wajar sebab semua orang di rumah sakit itu tidak menyukainya, sehingga Tentu saja kemana-mana dia pergi dan bertemu dengan seseorang maka akan selalu ada orang yang menindasnya.
"Ada apa katamu??? Ck!! Ternyata sekarang kau mulai bisa berbicara ya!! Padahal dulunya Kau adalah orang yang sangat penakut seperti tikus yang dikurung bersama dengan kucing dalam satu ruangan. Ahh,,, apa kau sekarang berubah karena kau mulai mendapat perhatian dari para dokter? Pertama mendapat pujian dari dokter Albert hingga mendapat hadiah sebuah buku, dan sekarang dipanggil untuk menjadi asisten di operasi yang dokter Intan lakukan??
"Woahh,,,, benar-benar hebat, apa yang sudah kau lakukan hingga para dokter kini mulai melirikmu?! Sekarang juga kau sudah membuka matamu dan menyadari bahwa penampilanmu yang dulu sangatlah buruk sehingga kau mulai menggunakan perawatan?!" Tanya sama dokter magang sembari melototi Monica dengan harapan bahwa jika dia memberi tekanan pada perempuan itu, maka perempuan itu mungkin akan berbicara dan mereka bisa mengetahui apa yang sudah terjadi.
__ADS_1
Bagaimanapun, informasi dari Monika mungkin berguna untuk mereka sehingga mereka bisa menggunakan informasi itu untuk mendapatkan keuntungan.
Tetapi Monica yang berdiri di sana, dia yang tidak ingin lagi ditindas oleh siapapun seperti Monica sebelumnya kini tersenyum kecut, "Apa kalian takut? Kalian takut jika aku menyaingi kalian hingga Kalian terus menindas aku? Sebegitu menyedihkannya ka kalian sehingga begitu takut pada satu orang lalu mengajak semua orang untuk beramai-ramai terus membullyku?!" Tanya Monika sembari balas melototkan matanya pada perempuan yang ada di depannya.
Sebab bagaimanapun, sekarang Monika tidak mau lagi ditindas, sudah cukup segala sesuatu yang terjadi kemarin-kemarin, sekarang dia benar-benar akan memperlihatkan sikap asli dari seorang putri pemberani!
Apa yang dilakukan oleh Monica membuat semua Dokter magang yang ada di sana sangat terkejut dengan keberanian Monica.
"Apa katamu?!!" Tanya salah satu perempuan yang benar-benar tidak mengerti dengan pendengarannya bahwa dia baru saja mendengar perempuan di depannya memberikan hinaan untuk mereka.
"Hei!! Tidak perlu bertanya padanya, kita beri dia pelajaran supaya dia tidak bisa menghadiri operasi itu!!!" Ucap salah seorang diantara mereka hingga Mereka pun beramai-ramai menyerang Monica untuk menahan perempuan itu.
Satu bersatu dari para perempuan itu ia lemparkan ke sudut ruangan hingga mereka mengeluh kesakitan.
Buk
Buk
__ADS_1
Buk
"Akhh!! Kakiku!!"
"Tanganku!!"
Semuanya menggerutu tentang anggota tubuh mereka yang dilukai oleh Monica.
Sementara Monika, ia berdiri di sana dengan tenang sembari menatap semua anak magang yang ada di hadapannya yang telah Ia beri pelajaran.
"Jangan pernah menggangguku lagi, karena aku tidak bisa menahan kekesalanku terlalu lama!" Ucap Monica memperingatkan mereka semua.
Sementara salah seorang dari dokter magang itu langsung menatap Monikq dan berkata, "kau!! Berani-beraninya kau, aku akan melaporkanmu pada dokter Intan atas apa yang kau lakukan hari ini!!!"
Monika yang mendengarkan itu tersenyum manis pada perempuan yang berbicara, "hm,, cobalah laporkan, dan katakan padaku mana yang akan dipercaya oleh dokter Intan ketika aku mengatakan kalian mengeroyok Aku, atau aku mengeroyok kalian semua!!!"
Setelah berbicara, Monika menggertakan giginya lalu dia berbalik pergi meninggalkan ruangan itu untuk berjalan ke ruangan operasi demi menyiapkan dirinya menjadi asisten dokter Intan.
__ADS_1
Perempuan itu pun sangat percaya diri untuk melakukannya sebab di kehidupan sebelumnya Dia adalah seorang dokter bedah, jadi akan mudah baginya untuk menjadi seorang asisten.
Apalagi kemarin, dia sudah mendapatkan informasi tentang pasien yang akan dioperasi dan operasi yang kali ini dilakukan ialah operasi yang sudah umum dilakukan, meski begitu, harus tetap waspada meski operasinya jarang menimbulkan perkara, namun jika ada sedikit kesalahan maka bisa mengancam nyawa.