Putri Monika

Putri Monika
92


__ADS_3

"Nona!!" Teriak burung beo pada seorang perempuan yang keluar dari rumah sakit.


Monica yang melihat kedatangan burung beonya langsung tersenyum ke arah burung itu sembari mempererat genggaman tangannya pada Albert.


"Nona!!" Seru sang burung beo saat dia sudah mendarat mulus di bahu Monica dan mengulurkan kepalanya mengusap pipi Monica menggunakan kepalanya.


"Kau dari mana saja?" Tanya Monica.


"Rumah!!" Jawab sang burung beo sembari melirik ke arah Albert, dan dia melihat pria itu juga menatapnya.


"Pangeran!!!" Ucap burung beo sembari menatap Albert hingga membuat Albert tersenyum dan dia pun mengulurkan tangannya agar burung beo itu berpindah ke tangannya.


Setelah burung beo hinggap di tangannya, Albert pun menatap burung beo itu sembari berkata, "kau cukup manis."


"Terima kasih!!!" Jawab sang burung beo merasa sangat senang dengan pujian Albert hingga dia pun mengangguk-anggukkan kepalanya.

__ADS_1


Albert dan Monica pun terus melanjutkan langkah mereka hingga mereka tiba di mobil Albert dan kedua orang itu bersama dengan burung beo memasuki mobil.


"Bolehkah hari ini kau meluangkan waktu dan datang ke rumahku?" Tanya Albert secara tiba-tiba langsung membuat Monica terdiam di tempatnya karena tidak menyangka bahwa pria itu akan menawarinya pergi ke rumahnya.


Saat itu, Monica langsung teringat akan perempuan hamil yang ada di rumah Albert sehingga dia merasa ingin menolak tawaran pria itu.


"Ada apa? Kau tidak mau datang ke rumahku?" Tanya Albert setelah melihat Monica hanya terdiam beberapa saat Setelah dia menawarkan perempuan itu datang ke rumahnya.


Monica dengan cepat menggelengkan kepalanya, "Tentu saja aku mau, tapi apakah tidak apa-apa kalau aku ke rumahmu?" Tanya Monica yang merasa cemas bahwa mungkin saja istri pria itu akan terkejut melihat kedatangannya, apalagi saat ini perempuan itu berada dalam keadaan hamil, jadi akan berakibat buruk kalau sampai mereka membuat perempuan itu menjadi syok.


"Memangnya kenapa?" Albert menatap Monica dengan bingung, "tidak akan ada yang marah kalau kau ke rumah ku," ucap Albert dengan begitu percaya dirinya langsung membuat Monica menganggukkan kepalanya.


Apalagi sebelumnya dia sudah pernah bertemu dengan Bertin sehingga dia sudah tahu bahwa Bertin adalah istri Albert.


'Baiklah, Aku ingin melihat Bagaimana caramu menjelaskan perkataanmu yang selalu mengaku bahwa kau adalah pria lajang yang belum memiliki seorang Istri.' Ucap Monica dalam hati sembari tersenyum menatap keluar jendela.

__ADS_1


Sebenarnya dia merasa agak sedih dalam hatinya setiap kali mengingat kebohongan Albert, tetapi dia tidak bisa mengabaikan rasa suka dan cintanya pada pria itu, dia ingin bersama-sama dengan pria itu terlepas dari status pria itu apakah sudah memiliki seorang istri atau tidak.


Burung beo yang ada di sana pun menatap Albert, lalu tanpa bisa mengendalikan dirinya, burung beo itu terbang ke pangkuan Albert dan menatap Albert dengan seksama.


"Ada apa?" Tanya Albert pada burung beo yang ada di pangkuannya ketika dia melihat burung beo itu terus menatapnya.


"Apakah kau benar-benar akan membawa nona ku pergi ke rumahmu?" Tanya burung beo dengan kalimat yang panjang langsung membuat Albert mengerutkan keningnya.


Monica yang mendengarkan ucapan burung beo pun menatap ke arah Albert, dan dia penasaran Bagaimana reaksi pria itu ketika mengetahui bahwa burung beo peliharaannya bisa mengucapkan kalimat yang panjang dengan sangat lancar.


Sementara Albert, pria itu tersenyum menatap burung beo sebelum memindahkan tatapannya ke arah jalanan, "Tentu saja aku akan membawanya, tapi kenapa kau terlalu posesif pada Nona mu? Kau itu hanya burung beo yang bertugas menjaga nya!!" Tegas Albert mengejutkan Monica dan burung beo yang ada di sana.


Semua orang jelas mengetahui bahwa burung beo itu dipelihara oleh Monica, tetapi kenapa sekarang mereka mendengar Albert berbicara bahwa burung beo itu ditugaskan untuk menjaga Monica???


Yang mengetahui masalah itu hanyalah Albert sendiri, Pangeran Albert yang memberikan burung beo itu terhadap Monica.

__ADS_1


Jadi saat itu baik burung beo maupun Monica berpikir bahwa Albert mungkin sudah mengingat-ingatan masa lalunya sehingga bisa berkata seperti itu.



__ADS_2