Putri Monika

Putri Monika
83


__ADS_3

Tap tap tap....


Carlos berlari kencang ke dalam rumah sakit dan menghampiri resepsionis untuk menanyakan kamar putrinya.


"Permisi, saya orang tua dari Monica yang baru saja masuk rumah sakit pagi ini, tolong berikan informasi ruangannya," ucap Carlos dengan suara terburu-buru karena pria itu sangat cemas akan keadaan putrinya.


"Ah,, Apakah maksud Anda dokter Monica yang datang di bawah bersama-sama dengan dokter Albert?" Tanya sang resepsionis yang mana kabar tentang keracunan dua dokter di rumah sakit mereka telah tersebar kemana-mana hingga semua petugas medis di rumah sakit tersebut mengetahui informasinya.


"Ya!! Putriku seorang dokter," kata Carlos dengan antusias menatap sang resepsionis.


"Ahh,, dia sudah dipindahkan dari ruang operasi ke ruang rawat inap, saat ini dia berada di kamar VVIP nomor 8 di lantai 3," jawab sang resepsionis langsung membuat Carlos menganggukkan kepalanya lalu pria itu pun berlari meninggalkan tempat tersebut.


Dia akhirnya masuk ke kamar VIP nomor 8 di lantai 3 dan melihat putrinya masih terbaring lemas di tempat tidur, tapi untungnya Monica sudah membuka matanya dan sedang menatap langit-langit rumah sakit.


"Putriku, Bagaimana kabarmu?" Tanya Carlos ketika dia sudah berdiri di samping putrinya dan memegang tangan perempuan itu.


Monica menatap Carlos, lalu perempuan itu menganggukkan kepalanya Sebab Dia merasa sangat lemas dan tidak mau untuk berbicara apapun.

__ADS_1


Tetapi ketika dia mengingat Albert, perempuan itu mau tidak mau langsung menatap ayahnya dan berkata, "Bagaimana keadaan Albert?"


Carlos yang mendengarkan itu langsung mengerutkan keningnya, lalu dia teringat akan ucapan resepsionis bahwa putrinya datang di bawah bersama-sama dengan dokter Albert sehingga Carlos pun berkata, "ayah akan mencari tahunya, sekarang kau istirahat di sini, Tunggu sebentar, Ayah akan saya kira kembali!!"


Setelah berbicara, Carlos langsung keluar dari ruangan itu lalu menemui seorang perawat yang bertugas di ruangan VVIP dan menanyakan keberadaan Carlos.


Mengetahui bahwa pria itu berada di kamar nomor 7, maka Carlos langsung pergi ke kamar nomor 7 dan melihat bahwa di sana Albert masih terbaring namun ada beberapa perawat dan juga polisi yang berdiri di ruangan itu.


"Permisi," ucap Carlos langsung membuat semua orang menoleh ke arah Carlos.


"Ya, Apakah anda orang tua dari dokter Monica?" Tanya salah seorang polisi yang ada di sana.


"Ya, saya ayahnya, tapi putri saya ingin mengetahui keadaan dokter Albert, jadi saya kemari untuk mengeceknya dan memberitahukan pada putri saya," ucap Carlos sembari menatap pria yang terbaring di atas tempat tidur.


"Katakan padanya kalau aku baik-baik saja. Tapi bagaimana dengannya? Apakah Monica juga baik-baik saja?" Tanya Dokter Alber.


"Ya, Monica juga sudah sadar, kalau begitu aku permisi sekarang, Aku akan kembali menemani putriku," ucap Carlos segera berjalan keluar dari tempat itu.

__ADS_1


Sementara pada polisi yang ada di dalam kamar, mereka Langsung menatap Albert, "jadi, saat itu yang ada di warung tersebut adalah dua orang bernama Dira dan Robin, lalu para petugas di warung itu?" Tanya sang polisi.


"Ya, benar," jawab Albert.


"Baiklah, Apakah anda melihat sesuatu yang mencurigakan di warung itu, misalnya sesuatu mencurigakan yang dilakukan oleh pelayannya atau yang dilakukan oleh pengunjung yang ada di sana?" Tanya sang polisi.


Albert menggelengkan kepalanya dengan pelan, "saya tidak terlalu memperhatikan ada sesuatu yang aneh, tetapi Kami memang ada masalah dengan Robin, baru-baru ini dia dikeluarkan dari rumah sakit karena melakukan sesuatu yang buruk di rumah sakit pusat xx ibukota sehingga pria itu tidak terlalu suka dengan kami." Jawab Albert.


"Baiklah, Kalau boleh tahu lebih jelasnya, apa yang sudah dilakukan pria itu sehingga mereka bisa tidak menyukai kalian?" Tanya sang polisi sembari terus menulis sesuatu di catatannya.


"Dia ketahuan hendak melecehkan Monica di dalam toilet di rumah sakit sehingga itu membuat dia harus mengundurkan diri dari jabatannya, dan kami menyepakati bahwa kami tidak akan menuntut tentang masalah itu kalau dia tidak bekerja lagi di rumah sakit dan tidak akan pernah lagi menjadi dokter," jawab Albert.


Polisi kembali menganggukkan kepalanya, lalu dia kembali mencatat di catatannya sebelum dia menatap Albert sembari berkata, "Apakah masih ada masalah lain?"


Albert menganggukkan kepalanya, "masih ada masalah lain, tapi itu hanya masalah sepele saja." Jawab Albert.


Polisi pun menanyakan lebih detailnya tentang masalah-masalah itu hingga Albert menceritakan semuanya sebelum polisi berpamit padanya untuk pergi berbicara dengan Monica.

__ADS_1


__ADS_2