
Tap tap tap...
Monica melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri memasuki ruangan operasi, kali ini ada sebuah operasi yang mereka lakukan bersama-sama dengan dokter Albert.
Seperti biasa, perempuan itu melakukan operasinya dengan lancar hingga membuat operasi itu selesai dengan baik.
Setelah operasi, keduanya pun keluar dari sana Lalu dokter Albert menarik Monica ke ruangannya dan memeluk perempuan itu.
"Dari tadi aku ingin memelukmu, kau ada di depanku, tapi aku tidak bisa memelukmu," ucap dokter arbert benar-benar membuat hati Monica berdesir tak karuan.
Perempuan itu membalas pelukan dokter Albert, lalu dia menengadahkan kepalanya menatap dokter Albert sembari berkata, "aku juga sangat ingin memelukmu, tapi sayang sekali kita berada di ruangan operasi."
Albert berlangsung memperlihatkan sederatan gigi-giginya ketika dia melihat perempuan yang ada di pelukannya tersenyum melihat ke arahnya, hingga dia tidak bisa menahan diri menunjukkan kepalanya lalu mencium bibir perempuan itu.
Ciuman yang tiba-tiba itu benar-benar mengejutkan Monica, sehingga wajah perempuan itu dengan cepat menjadi merah padam dan dia menjadi kikuk harus berkata dan melakukan apa.
__ADS_1
Melihat salah tingkah perempuan itu, maka Albert pun mengulurkan tangannya yang sedari tadi memeluk perempuan itu di bagian punggung Monica, lalu menahan kepala Monica dan menundukkan kepalanya mencium perempuan itu.
Cup!
Sebuah ciuman singkat disusul oleh sebuah ciuman lain yang cukup lama membuat Monica benar-benar merasakan debaran hatinya yang berkecamuk.
bibir lembut pria itu, nafas hangat pria itu, semuanya menjadi satu hingga membuat Monica akhirnya memejamkan matanya lalu mereka memperdalam ciuman mereka dan menikmati kebersamaan tersebut.
Dokter Albert pun tidak tahan untuk mengangkat perempuan itu ke gendongannya, lalu dia duduk di sofa dengan Monica di pangkuannya sembari terus memperdalam ciuman mereka.
Monica langsung membelakangi orang yang masuk ke ruangan, Dia mengusap bibirnya yang kemungkinan belepotan karena ciuman nya dengan dokter Albert.
"Maaf, Tetapi kalian berdua dipanggil oleh kepala rumah sakit," ucap seorang dokter pria yang masuk ke dalam ruangan itu.
"Baiklah," jawab dokter Albert langsung membuat dokter tersebut pun menutup pintu ruangan Lalu dia pergi meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
Setelah pintu ditutup, maka Monica langsung duduk di sofa sembari menghela nafas dengan panjang dan Dia memegang wajahnya yang terasa begitu panas tanpa ada keberanian menoleh melihat dokter Albert.
Dokter Albert hanya tersenyum melihat perempuan yang malu-malu itu, lalu dia pun berdiri dan mengambil minuman dari dalam kulkas mini yang terletak di dalam ruangannya.
"Minumlah ini, lalu kita pergi menemui kepala rumah sakit," ucap Albert menyerahkan minuman tersebut pada Monica hingga Monica pun mengambilnya dan segera membukanya.
Keduanya menikmati minuman bersoda itu sampai akhirnya Monica bersandar di sofa dan menatap dokter Albert yang masih menatapnya dengan tatapan lembutnya.
"Itu, Kenapa kita tiba-tiba dipanggil oleh kepala rumah sakit?" Monica memulai pembicaraan, Sebab Dia merasa kikuk jika mereka hanya terdiam saja seperti itu tanpa membicarakan sesuatu.
Apalagi, ingatannya tentang ciuman yang baru saja mereka lakukan benar-benar menghantui pikiran Monica hingga membuatnya kesulitan mengontrol dirinya sendiri.
"Mungkin saja ada sesuatu penting yang ingin dibicarakan,, tapi apa kau baik-baik saja?" Tanya Dokter Albert.
Dengan cepat, Monica menganggukkan kepalanya, "tentu," jawab perempuan itu sembari mengulurkan tangannya memegang wajahnya yang masih terasa agak panas.
__ADS_1