Putri Monika

Putri Monika
100


__ADS_3

Albert terburu-buru memasuki aula rumah sakit sembari membawa sebuah buket bunga yang sangat besar.


Dia sudah terlambat menghadiri acara penobatan Monica sebagai dokter resmi di Rumah sakit pusat xx ibukota.


Semua itu terjadi karena kemarin malam Dia menghabiskan waktunya merangkai bunga yang ia bahwa saat ini sehingga dia bahkan tidak menyadari alarm yang telah Ia pasang.


Begitu tiba di dalam ruangan, pria itu sudah melihat Monica berdiri di panggung dan menerima sertifikat penghargaan yang diberikan padanya.


Maka Albert dengan cepat melambaikan tangannya pada Monica hingga membuat Monica yang ada di panggung tersenyum menatap ke arah Albert.


"Di kepersilakan kepada dokter Monica untuk menyampaikan ucapan terima kasihnya," ucap sang pembawa acara Langsung membuat Monica berjalan ke arah podium dan berdiri di sana sembari memegang piala penghargaan di tangannya.


Dia menatap ke arah Albert yang saat itu segera duduk di salah satu kursi yang paling belakang dengan memegang buket bunga yang sangat besar.


Monica pun tersenyum dengan kelakuan pria itu, lalu dia mulai berbicara, katanya, "pertama-tama terima kasih kepada Tuhan Yang maha esa atas penghargaan yang saya dapatkan hari ini. Tidak ada kekuatan lain yang bisa membantu saya untuk mendapatkan berhargaan ini selain daripadanya yang mengizinkan saya memiliki banyak waktu dan kesehatan yang baik, serta semangat yang luar biasa Untuk mencapai posisi di mana saya berada saat ini.


"Terima kasih juga kepada calon suami saya, dokter Albert yang telah memberikan saya baik dalam hal materi dan waktu hingga saat ini saya bisa berdiri di sini mendapatkan gelar resmi saya sebagai seorang dokter dan juga penghargaan sebagai dokter termagang terbaik dan dokter magang tercepat yang diangkat menjadi dokter resmi rumah sakit pusat xx ibu kota.


"Terima kasih juga kepada setiap orang yang telah mendukung saya, lebih kusus dalam hal ini ialah kepala Rumah sakit pusat xx ibukota dan kepada teman-teman saya tim dokter dan perawat serta staf-staf di rumah sakit. Semoga gelar saya hari ini boleh membawa berkat bagi semua orang dan sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak!!!" Ucap Monica sebelum dia melangkah dua kali ke samping dan membungkukkan badannya memberi hormat kepada semua orang yang melihatnya.


Plok plok plok...


Monica disambut dengan tepuk tangan hingga perempuan itu dengan percaya diri menuruni panggung dan tidak langsung kembali ke tempat duduknya, ia malah langsung berjalan ke arah belakang dan menghampiri Albert yang sudah menyambutnya.


Albert langsung memeluk Monica dengan erat dan mendaratkan sebuah ciuman di pipi perempuan itu, "Selamat sayang," ucap Albert.

__ADS_1


"Terima kasih sudah datang, dari tadi aku sudah cemas kau tidak akan datang kemari padahal aku tidak mau kalau sampai aku menerima penghargaannya tanpa disaksikan olehmu," ucap Monica.


"Tentu," kata Albert memberikan buket bunga yang ia bawa pada Monica hingga membuat Monica tersenyum mengambil buket bunga tersebut.


"Terima kasih bunganya," Ucap Monica dengan wajah terkenalnya menangkap buket bunga besar yang ada di tangannya.


"Sama-sama sayang. Apakah kau masih ada kegiatan setelah ini?" Tanya Albert langsung membuat Monica menggelengkan kepalanya, karena meskipun masih ada sesi foto bersama-sama dengan orang lain, namun dia tidak membutuhkan itu kamu yang ia butuhkan hanya bersama dengan Albert.


"Kalau begitu, ayo kita pergi," ucap Albert yang hendak mengajak perempuan itu pergi ke suatu tempat hingga Mereka pun keluar dari gedung dan memiliki mobil milik Albert.


Di dalam mobil, Monica pun tersenyum menatap pria di sampingnya yang tampak sangat bahagia menyetir mobil.


"Sepertinya kau sangat senang harus cuti selama 3 bulan setelah Apa yang kau lakukan di ruang operasi," Ucap Monica langsung membuat Albert semakin melebarkan senyumnya.


"Tentu saja, aku jadi punya banyak waktu untuk mengantar jemputmu dan bersama-sama dengan mu," jawab Albert.


"Dokter Gibran memberitahuku bahwa keadaannya sudah semakin membaik, Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkannya lagi," ucap Gibran langsung diangguki oleh Monica.


Maka Albert pun menyetir sampai mereka tiba di sebuah gedung.


Mereka berdua langsung disambut oleh seorang perempuan yang segera membawa Monica meninggalkan Albert ke sebuah ruangan di gedung tersebut.


Monica yang kebingungan menatap Albert, tetapi Albert mala melambaikan tangannya sehingga membuat Monica mengerutkan keningnya dan mengikuti Sang Perempuan yang menuntunnya pergi.


Setelah tiba di ruangan yang dituju, Monica tersebut ketika dia diperlihatkan sebuah gaun pengantin yang sangat indah dan mewah.

__ADS_1


"Ini,, kenapa aku diperlihatkan ini?" Tanya Monica yang merasa begitu heran.


"Hari ini kami ada syuting di pantai, dan kami kekurangan satu orang dayang pengantin sehingga kami menelpon Albert untuk meminta tolong padanya," ucap perempuan di sana membuat Monica menganggukkan kepalanya.


"Lalu apa yang harus kulakukan nanti?" Tanya Monica yang tidak tahu apapun, mana bisa dia melakukan syuting?


"Hanya berdiri saja di belakang pengantin, jadi tidak ada yang perlu Nona khawatirkan, silakan saya bantu nona untuk bersiap-siap," ucap pelayan tersebut langsung membuat Monica menunggu akan kepalanya karena dia tidak enak menolak ucapan perempuan itu, sebab Albert sendirilah yang telah mengiyakannya.


Maka Monica pundi dan Rani oleh perempuan yang ada di sana sampai Monica menjadi pangling melihat wajahmu sendiri di cermin, sangat cantik.


"Silakan ikuti saya," Ucap perempuan yang ada di sana pun menuntun Monica keluar dari ruangan tersebut lalu mereka melewati lorong yang panjang sebelum tiba di tepi pantai yang membuat Monica terkejut saat ia melihat dekorasi di pantai tersebut.


Segala sesuatu yang ada di sana berwarna putih, bahkan dia mengerutkan keningnya ketika melihat ada banyak orang yang duduk di kursi-kursi tersebut dan yang lebih membuatnya bingung bahwa dia mengenali orang-orang.


Namun ketika dia berbalik untuk bertanya pada perempuan yang membawanya, dia terkejut ketika ia mala melihat ayahnya berjalan ke arahnya dengan pria itu sudah menggunakan sebuah setelan jas.


"Putriku," ucap Carlos yang merasa senang melihat putrinya yang kini berada dalam balutan gaun pengantin yang sangat cantik dan siap untuk melewati rangkaian pernikahan.


"Kenapa ayah bisa di sini?" Tanya Monica yang merasa heran dengan kehadiran pria itu.


"Ini kejutan untuk mu, ayo kita pergi," ucap Albert langsung menekuk lengan kannnya hingga membuat Monica pun menyelipkan tangan kirinya di lengan kanan pria itu dan mereka pun berjalan menuju kerumunan di tepi pantai.


Saat berjalan, Monica merasa begitu aneh, namun dia tidak menanyakan apapun sampai ia melihat ke arah panggung yang ada di depannya dan ternyata Albert sudah berdiri di sana sembari menatap ke arahnya dengan sebuah senyum lebar.


"Bukankah ini syuting?" Tanya Monica pada pria yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Ini hari pernikahanmu, Albert yang menyiapkan semuanya untuk mu," ucap Carlos benar-benar membuat Monica tak mampu lagi berkata apa-apa kamu perempuan itu merasakan matanya menjadi panas dan air matanya menggenang di sana siap untuk terjun ke pipinya.


Dia tidak menyangkah bahwa ternyata hari ini akan menjadi hari pernikahannya.


__ADS_2