
Setelah selesai mengecek semua pasien, maka Monica pergi ke ruangan istirahat anak-anak magang lalu dia duduk di sana untuk menulis laporannya.
Sembari menulis laporan, perempuan itu sesekali melirik ke arah seorang pria yang tidur di atas ranjang yang ada di depannya, dan pria itu tampaknya sangat gelisah.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Monika.
Pria itu membuka matanya lalu dia melihat Monica dan terkejut bahwa Monica baru saja berbicara padanya.
"Kau,, kau baru saja berbicara padaku?" Tanya pria itu langsung duduk di tempat tidur menatap Monika.
Sementara Monica yang mendengar pertanyaan pria di depannya, perempuan itu langsung teringat bahwa Monica yang sebelumnya tak pernah berbicara dengan siapapun sebab Dia selalu ditindas di tempat itu sehingga membuatnya selalu takut untuk berbicara pada siapapun.
Monika hanya menerima perintah dan apapun yang dikatakan oleh seniornya selalu ia ikuti meskipun itu adalah hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh Monica.
__ADS_1
"Ah,, ya, aku melihatmu sangat gelisah, dan Kau tampak pucat juga. Apa kau sedang sakit?" Tanya Monika yang merasa cemas pada pria di depannya, sebab Dia melihat bahwa meskipun pria itu tampak biasa-biasa saja, tetapi firasat nya selalu benar terhadap seseorang yang memiliki sebuah penyakit berat.
"Ahh,, ya, aku baik-baik saja, jadi kau Jangan menggangguku dan jangan membuat keributan karena aku mau istirahat!" Ucap pria itu lalu dia kemudian kembali membaringkan tubuhnya sembari menyelimuti tubuhnya dengan Monika yang juga kembali fokus pada pekerjaannya.
Entah berapa lama Monika membuat laporan, tetapi kemudian tiba-tiba saja pintu ruangan dibuka dengan sangat keras.
"Monika!! Cepat kemari!!!" Teriak Senior Monica langsung membuat Monica meletakkan laptop yang ada di pangkuannya lalu perempuan itu kemudian keluar menyusul seniornya.
"Kau!!" Dokter itu langsung berteriak pada Monica, "kau yang melakukan pengamatan pada seluruh pasien hari ini?!" Tanya dokter itu langsung membuat Monica menganggukkan kepalanya.
"Ya, saya yang melakukan pengamatan pada semua pasien," jawab Monika.
"Lalu kenapa kau tidak memberitahu semua orang tentang remaja 12 tahun yang mengalami gejala parah?!!" Teriak dokter itu langsung membuat boneka terdiam di tempatnya lalu dia melirik seniornya yang tadi berbicara dengannya tetapi senior itu hanya memberinya kode supaya tidak mengatakan apapun lagi.
__ADS_1
Namun kemudian dokter yang sedang marah itu lalu melihat senior Monica yang tadinya menyuruh Monika untuk melakukan pengamatan pada pasien, "Bukankah Hari ini jadwal mu yang melakukannya?!! Kenapa kau malah memberikan tugasmu pada orang bodoh seperti dia?!!" Teriak dokter itu langsung membuat sang pria kini merasa semakin gugup di tempatnya.
Dengan tergagap, pria itu berkata, "Itu,, tadinya saya ada urusan mendadak di luar, lalu Monika mengatakan untuk membantu saya jadi--"
"Jadi kau melimpahkan tugasmu pada orang bodoh?!! Apakah kau mempercayai orang bodoh untuk melakukan tugasmu?! Sekarang juga, pergi ke UGD bersama dengannya dan jangan datang kemari sampai aku memerintahkan kalian!!!" Teriak dokter itu sebelum terbalik pergi meninggalkan semua Dokter magang.
Baru saja dokter itu pergi, maka sang pria langsung menarik tangan Monica lalu menyeret perempuan itu ke ruang istirahat.
"Anak bodoh sialan!! Kau sengaja kan?! Kau sengaja tidak memberitahuku tentang anak 12 tahun itu karena kau mau membuatku dimarahi bukan?!! Aku baru saja dimarahi dan sekarang dipindahkan ke UGD?!!" Teriak pria itu membuat anak magang lain yang tidur di ruangan itu langsung bangun namun mereka tidak berani berkata apa-apa karena pria yang sedang bertengkar dengan Monika ialah senior mereka semua.
Sedangkan Monica yang berdiri di depan pria itu, dia dengan tenang kembali berkata, "lain kali tidak akan terjadi lagi, kalau senior tidak memberikan tugas senior pada orang lain."
"Sial!!" Pria itu langsung mengulurkan tangannya mencekik leher Monika dan mendorong Monika ke arah tembok, "berani beraninya kau berkata seperti itu padaku! Anak dari seorang pemabuk yang bisa masuk ke tempat ini hanya karena beasiswa! Aku akan membuatmu menyesal karena sudah berani melawanku!!!" Bentak pria itu sebelum meninggalkan Monica.
__ADS_1