Putri Monika

Putri Monika
58


__ADS_3

Monica tersenyum senang meninggalkan kerumunan yang sudah memarahi Robin, lalu perempuan itu pun pergi menuju toilet lain di rumah sakit itu untuk memperbaiki pakaiannya.


Setelah selesai dari toilet, perempuan itu pun pergi dan dia hendak melakukan tugasnya yang lain ketika salah seorang dokter magang menghampirinya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Dokter magang itu dengan raut wajah yang begitu cemas menatap Monica.


Hal itu membuat Monica mengerutkan keningnya karena dia tidak mengerti dengan apa maksud perempuan itu, sehingga dia pun bertanya, katanya, "aku baik-baik saja, memangnya ada apa?"


"Kami mendengar kau hampir dilecehkan Robin di toilet. Maka semua orang sedang membicarakan tentang masalah itu, dan saat ini Robin juga sudah dipanggil oleh pihak keamanan rumah sakit," ucap perempuan itu benar-benar membuat Monica terkejut karena dia tidak menyangka bahwa berita itu akan menyebar dengan sangat cepat.


Perempuan itu baru saja akan menjawab ketika tiba-tiba saja aroma parfum yang familiar di hidungnya membuat perempuan itu menoleh ke belakang, dan benar saja, yang datang ialah dokter Albert.


"Apa yang barusan kau katakan?" Tanya Dokter Albert dengan suara khasnya yang dingin dan datar pada perempuan yang ada di depan Monica.

__ADS_1


"Ah dokter, Saya hanya menanyakan kabar Monica, Sebab saya cemas Jika dia shock gara-gara kejadian di toilet," ucap anak magang itu yang merasa gugup dan agak takut juga berbicara dengan dokter Albert, sebab sedikit saja kesalahan maka dia pasti akan mendapat hukuman dari pria itu.


Dokter Albert yang mendengarkan itu langsung menatap Monica, "Apa yang terjadi?" Tanya Dokter Albert dengan raut wajah cemasnya menatap pria di depannya.


"Ahh itu,," Monica menoleh ke arah perempuan yang ada di dekatnya tetapi perempuan itu langsung membungkuk ke arah dokter Albert lalu pergi meninggalkan Monica dan dokter Albert.


"Ikuti aku!" Perintah dokter Albert pada Monica lalu pria itu pun berjalan mendahului Monica.


Sementara Monica yang mengikut di belakang dokter Albert, dia menjadi sangat cemas jika pria itu berpikir macam-macam terhadapnya.


Maka sambil menahan perasaannya yang terlalu kesal pada Robin, Monica mengikuti dokter Albert hingga mereka tiba di ruangan pria itu.


Baru saja masuk ke dalam ruangan dan pintu ditutup, Albert langsung memegang kedua lengan atas Monica sembari berkata, "kau baik-baik saja? Di mana pria itu menyentuhmu?!!"

__ADS_1


Monica sangat terkejut dengan pria yang ada di depannya, sebab pertanyaan pria itu tampaklah sangat cemas dan juga terkejut sekaligus marah memperhatikan dirinya.


"Ya, dia hanya memegang tanganku saja," jawab Monica langsung membuat Albert mengambil tangan perempuan itu dan pria itu menyertakan giginya saat ia melihat memar yang ada pada tangan Monica.


"Aku akan mengobatinya," ucap Albert segera menuntun Monica kesopa yang ada di ruangannya lalu pria itu pun membuka sebuah lemari di dalam ruangannya dan mengambil kotak P3K.


Setelah itu, dia mengoleskan salep pada tangan perempuan itu agar memarnya segera menghilang.


Monica terdiam di tempatnya menatap Albert yang sangat memperdulikannya hingga perempuan itu merasakan matanya menjadi panas Sebab Dia sudah menantikan momen-momen ini selama bertahun-tahun lamanya.


"Itu,, Apa kau sangat khawatir padaku?" Tanya Monica dengan suara yang agak serak langsung membuat Albert mengangkat wajahnya menatap Monica.


Pria itu terkejut saat ia melihat air mata sudah menggenang di kelopak mata perempuan itu sehingga dia merasa bahwa perempuan itu sedang syok dengan kejadian yang baru saja ia alami.

__ADS_1


Oleh sebab itu, Albert dengan cepat memeluk perempuan itu dan mengusap punggung perempuan itu.


"Jangan khawatir, aku akan membuat pria itu tak tidak bisa lagi menampakan dirinya di hadapanmu. Kalau mau menangis, kau juga boleh menangis aku akan menghiburmu di sini," ucap Albert dengan nada suara khawatirnya.


__ADS_2