Putri Monika

Putri Monika
98


__ADS_3

Saat ini, Monica dan Albert berada dalam ruang operasi untuk melakukan operasi pada wakil presiden yang sementara terbaring di atas ranjang operasi.


Selain mereka berdua, ada 10 lebih dokter yang berada di ruangan itu, sementara di ruang pengamatan, ada lebih banyak lagi dokter yang memperhatikan kedua orang yang akan memulai operasi.


Meski di tempat itu ada banyak dokter yang memiliki kemampuan medis hijau lebih baik dan pengalaman yang jauh lebih panjang daripada Albert dan Monica, tetapi tidak ada satupun diantara mereka yang diizinkan melakukan operasi langsung terhadap wakil presiden.


Semua ini karena kepercayaan keluarga presiden bahwa meskipun orang memiliki ilmu yang tinggi dan pengalaman yang mendalam dalam dunia medis, tetapi jika sudah pernah melakukan kesalahan satu kali saja, maka mereka Tidak dianggap lagi memiliki keberuntungan terbaik dalam dunia medis.


"Kita mulai operasinya," ucap Albert sembari mengulurkan tangannya pada seorang dokter senior yang ada di sana yang kemudian memberikan Albert sebuah pisau.


Setelah menerima pisaunya, Albert menatap ke layar monitor yang terletak tak jauh darinya, pria itu melihat selama beberapa detik sebelum dia menjatuhkan pisaunya di atas kulit wakil presiden.


Seet...


Satu sayatan yang panjang langsung dibuat oleh Albert dengan Monica yang segera mengambil kasa dan dengan cepat mengelap darah yang keluar dari luka sayatan yang dibuat oleh Albert.


Setelah darah diusap sampai habis, maka Albert pun memperhatikan bagian kulit tersebut dan melakukan pengirisan selanjutnya.


Monica dengan sigap memberikan penjepit pada luka agar membuat luka bisa terbuka dan mempermudahkan mereka melihat bagian dalam luka.


Perempuan itu pun dengan sangat cekatan mengelap darah yang ada di sana sehingga proses sayatan pada kulit bagian luar telah selesai.


Albert pun membuang pisau yang ia gunakan pada sayatan kulit bagian luar lalu pria itu mengambil pisau dengan ukuran yang lebih kecil untuk membuat sayatan pada kulit bagian dalam.


Tetapi sebelum membuat saya akan, pria itu terlebih dahulu melihat monitor sembari berkata, "Bagaimana tanda-tanda vital pasien?"


Seorang dokter yang ada di sana pun membacakan tanda-tanda vital wakil presiden hingga membuat Albert t kembali tertunduk dan melanjutkan operasinya.

__ADS_1


Dalam berlangsungnya operasi ketika dia mereka memasuki tahap yang sudah lebih sulit seorang Dokter senior yang ada di sana pun berkata, "bagian ini sulit Tolong lakukan lebih hati-hati lagi."


baik Albert maupun Monica tidak mengatakan apapun lagi tetapi mereka tetap fokus pada operasi yang mereka lakukan.


Keringat Albert dan Monica pun meluncur di pelipis mereka masing-masing karena operasi yang sulit itu memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi sebab selain keadaan pasien yang sudah berada di usia rentan, pria itu juga memiliki kondisi khusus yang membuat mereka harus lebih berhati-hati.


Di ruang pengamatan, salah satu dokter yang memperhatikan operasi yang berjalaran pun berkata, "mereka sangat cepat melakukannya, tapi bagian ini sangat sulit, aku khawatir akan ada masalah yang terjadi jika mereka melakukan sedikit saja kesalahan."


Gibran yang adalah Kepala Rumah sakit tempat Albert dan Monica berasal pun menatap dokter itu sembari berkata, "jangan khawatir, mereka bisa melakukannya, sejauh ini belum ada satupun pasien yang mengalami masalah di ruang operasi mereka berdua."


Tidak ada dokter yang menjawab, namun sementara ini mereka semua fokus terhadap Monica dan Albert yang saling membantu melakukan operasi.


"Bagaimana menurutmu?" Tanya Albert ketika ia menghentikan gerakannya dan meminta pendapat Monica tentang keadaan bagian dalam tubuh wakil presiden.


"Pembuluh darahnya mungkin akan pecah jika mengangkat sel tumor yang ada di sana," ucap Monica yang jelas sudah membaca keseluruhan data medis wakil presiden.


"Kita harus tetap mengangkat tumornya, Apa kau mau mencobanya?" Tanya Albert pada Monica sangat mengejutkan semua orang yang ada di sana.


"Apa yang kau katakan?" Tanya seorang dokter senior di sana sembari melototi Albert sebab tidak menyangka bahwa pria itu akan menyuruh Monica untuk mengangkat tumornya ketika pria itu jelas tahu bahwa Monica hanyalah anak dokter magang biasa yang belum memiliki pengalaman apapun.


Tetapi Albert tidak mendengarkan ucapan dokter itu, dia hanya kembali menatap Monica, "aku akan menjadi asisten mu," ucap pria itu langsung membuat semua orang berada dalam kekesalan mereka.


"Tidak! Yang dipertaruhkan saat ini adalah nyawa wakil presiden, Jadi tidak boleh ada kesalahan tetap kau yang harus melanjutkan operasinya dan bukan anak magang ini!!!"


Para dokter yang ada di ruang pengamatan juga merasa kesal mendengarkan ucapan Albert sehingga salah satu dokter yang sudah berusia 60 tahun pun menekan tombol pada mic yang diletakkan di sana untuk berbicara ke ruang operasi.


"Tidak boleh terjadi pertukaran, kau yang harus melanjutkan operasinya dan biarkan Monica tetap menjadi asistenmu!!!" Ucap pria tersebut akhirnya membuat Albert menatap ke ruang pengamatan dan melihat dokter yang baru saja berbicara.

__ADS_1


"Kalau Anda tidak suka, silakan gantikan saya di sini!" Kata Albert benar-benar membuat semua orang tak mampu lagi berkata-kata pada Albert, sebab pria itu bahkan berani melawan dokter paling senior di antara mereka.


"Apa katamu?!! Kau berani berkata seperti itu padaku?!!" Bentak pria berumur 60 tahun.


"Kalau Anda tidak suka, silakan perintahkan dokter lain untuk melanjutkan operasinya, aku dan Monica akan segera keluar dari sini," ucap Albert meletakkan alat bedah yang ada di tangannya.


Ucapan pria itu benar-benar membuat semua orang terkejut sehingga salah satu dokter yang ada di samping Monica pun berkata, "Tidak ada salahnya jika kau yang melanjutkannya bukan? Jadi lanjutkan saja operasinya dan tidak perlu menyerahkannya pada Monica."


Albert yang mendengarkan itu menahan senyum sinisnya, Sebab Dia berencana membuat Monica mendapat pengakuan sehingga dia mau membiarkan perempuan itu yang mengoperasi, karena dia tahu Monica bisa melakukannya Sebab di kehidupan sebelumnya perempuan itu ialah dokter paling berbakat yang dimiliki dunia.


Dia ingin mengembalikan kejayaan Monica dengan menjadi dokter yang handal yang disegani di dunia medis, bukan hanya menjadi dokter magang yang selalu dianggap enteng oleh semua orang.


Tetapi Monica yang ada di depan Albert, perempuan itu berkata, "tidak apa-apa kau bisa melanjutkannya saja."


"Tidak, kau yang akan melakukannya," tegas Albert.


Ketegasan pria itu langsung membuat semua dokter yang mendengarkannya kini menjadi semakin tegang di tempat mereka masing-masing.


Melihat Albert yang terus bersikeras, maka Monica pun akhirnya menganggukkan kepalanya, "baiklah, aku akan melakukannya," ucap Monica yang tidak mau perdebatan terus berlanjut sementara wakil presiden belum selesai dioperasi.


Tetapi ucapan Monica membuat semua dokter yang ada di sana semakin marah, mereka benar-benar tidak terima jika Monica lah yang mengambil alih operasi.


Namun ketika mereka mau membuat keributan, mereka masih harus berpikir beberapa kali sebab berkali-kali mereka juga telah diperingatkan bahwa di dalam ruangan operasi tidak boleh terjadi keributan karena sesuai dengan kepercayaan keluarga wakil presiden.


Maka pria yang berumur 60 tahun yang ada di ruang pengamatan pun kembali mengaktifkan mikrofonnya sembari berkata, "lakukan semua yang kau inginkan, Tetapi setelah ini kau jangan meminta pembelaan pada kami kalau terjadi apa-apa!!!"


Agar tidak mendengarkan ucapan pria itu, dia hanya tetap tenang dan menatap Monica memberi kode pada Monica agar dia melanjutkan.

__ADS_1


Maka Monica pun mengambil alih operasi itu dan melanjutkan operasinya sesuai dengan pengalamannya di kehidupan masa lalu nya.


__ADS_2