Putri Monika

Putri Monika
54


__ADS_3

Robin yang di skors dari rumah sakit kini menghampiri kakeknya yang merupakan salah seorang yang dihormati di rumah sakit tempat ia magang.


Tok tok tok...


"Kakek, ini aku, Robin," ucap Robin sembari berdiri menatap pintu kamar kakeknya.


"Masuk," ucap seorang pria dari dalam ruangan langsung membuat Robin membuka pintu ruangan tersebut lalu dia pun masuk ke sana dan melihat kakeknya saat itu tengah dipijat oleh seorang perempuan yang memang merupakan tukang pijat yang selalu diundang oleh kakeknya ke rumah.


Robin mengerutkan keningnya, sebab itu pertama kalinya ia melihat Bagaimana caranya dipijat oleh perempuan itu, perempuan itu ternyata memakai pakaian yang terbuka dengan rok pendek sampai pertengahan paha dan belahan dada yang rendah.


Padahal, biasanya ketika perempuan itu baru datang, perempuan itu memakai pakaian yang sangat sopan.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya kakek Robin sembari memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan halus dari perempuan yang terus memijatnya.


Meski Robin merasa agak malu melihat kakeknya yang sudah tua masih bersikap seperti itu, namun dia tidak mengatakan apapun dan dia hanya duduk di salah satu kursi yang tersedia di tempat itu.


Setelah duduk, barulah Robin berbicara, katanya, "itu, perempuan yang membuatku diskor dari rumah sakit, Apakah kakek sudah memastikan bahwa surat pengunduran dirinya sudah disahkan oleh rumah sakit dan dia harus keluar dari rumah sakit?"


Sang kakek yang mendengarkan itu mengerutkan keningnya lalu dia pun membuka matanya menatap cucunya, "hm, seharusnya sudah selesai hari ini, tapi kenapa kau menanyakannya lagi?" Tanya sang kakek yang merasa bahwa cucunya mulai tidak mempercayainya.


"Hah,, aku hanya memastikan saja, karena perempuan itu disukai oleh hampir seluruh dokter di rumah sakit." Ucap Robin yang merasa kesal setiap kali dia mengingat tentang Monica yang telah mencari masalah dengannya.


"Hah,, hanya alasan sepeleh saja, dia masuk ke ruangan operasi dan mendapatkan perhatian dari semua dokter. Padahal, jelas-jelas semua orang tahu bahwa aku jauh lebih berbakat daripada dia dalam masalah operasi!!!" Gerutu Robin sembari menghembuskan nafasnya dengan kesal.

__ADS_1


"Ahh,, hanya itu saja, aku pikir dia memiliki pengaruh dari keluarganya, Kalau begitu Kau tidak perlu khawatir, dia pasti akan segera dikeluarkan," ucap sang kakek benar-benar membuat Robin merasa puas.


Maka, setelah berbicara dengan kakeknya, Robin pun keluar dari tempat itu dan juga meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah sakit.


Meskipun tidak dapat pergi ke rumah sakit itu sebagai dokter magang Tetapi dia masih tetap bisa berjalan-jalan ke sana.


Maka setelah tiba di rumah sakit, Robin langsung berjalan untuk mencari Monica dan memastikan bahwa perempuan itu sudah tidak ada lagi di rumah sakit.


Tetapi dia memgeryit saat ia melewati beberapa anak magang yang malah ternyata menatapnya dengan sini dan juga dia mendengar beberapa anak magang sedang berbicara tentang Monica.


"Apa yang kalian bicarakan?!" Tanya Robin pada dua orang anak magang yang saat itu sedang duduk menceritakan tentang Monica.

__ADS_1


Langsung saja pertanyaan pria itu membuat kaget kedua anak magang itu, Sebab mereka terkejut melihat pria yang sudah di skor selama 1 minggu itu malah ternyata berada di rumah sakit!!!!



__ADS_2