Putri Monika

Putri Monika
30


__ADS_3

Amanda menatap semua orang, "tolong,, Tolong semuanya hentikan, dia adalah putriku, jadi apapun itu Aku tidak ingin dia dipermalukan. Jadi,, biarkan Kami berbicara berdua saja, dan terima kasih sudah memberikan nasihat yang baik untuk kami, kami pasti akan menerima semua nasihat kalian dengan sebaik-baiknya."


🏜️🏜️🏜️


Setelah berbicara, Amanda kemudian membungkuk pada semua orang sembari berkata, "tolong masalah ini jangan dimasukkan ke hati, ini adalah masalah keluarga kami dan akan kami selesaikan secara kekeluargaan."


Semua orang merasa kesal karena sikap Amanda yang polos dengan mudah memaafkan Monikq,, sementara Amanda berdiri dan menatap Monika sembari mengulurkan tangannya memegang lengan Monika dan berkata, "dia adalah putriku, jadi dia pasti tadi hanya merasa kesal sesaat saja. Bukan begitu Monika?"


Monica yang mendengarkan ucapan perempuan itu benar-benar ingin tertawa terbahak-bahak dalam hati, dia jelas tahu bahwa perempuan itu sedang mengancamnya supaya dia berkata 'ia' agar dia tidak semakin dipermalukan dan tidak didisiplinkan di rumah sakit.


Tetapi sayang sekali bahwa dia telah memiliki sebuah bukti di tangannya hingga perempuan itu kemudian mengulurkan tangannya melepaskan tangannya dari pelukan Amanda lalu perempuan itu melangkah mundur sekali menjauhi Amanda.

__ADS_1


Semua orang yang tadinya hendak pergi kini menatap kelakuan Monica dan mereka menjadi kesal lagi melihat bahwa perempuan itu tampaknya tidak mau memperbaiki sikapnya terhadap ibu tirinya.


Tetapi kemudian mereka Langsung bungkam saat Monika menekan tombol putar di layar ponselnya hingga semua orang mendengar suara percakapannya dengan ibu tirinya.


"Tolong jaga sikap Anda di rumah sakit, karena anda bisa dikenakan sanksi pidana jika membuat keributan di sini! Apalagi berusaha untuk menyerang seseorang di rumah sakit, Apakah anda mau tanggung jawab jika nanti saya terluka?!" Ucap Monika.


Suara Amanda, "anak kurang ajar! Kau pikir jika aku tidak melukaimu maka aku akan diam saja? Lihat saja! Aku akan memberitahu semua orang bahwa kau baru saja menyiksaku di sini!!!"


Rekaman itu langsung membuat semua orang terdiam dan beberapa perempuan di sana mengulurkan tangannya menutup mulutnya seolah-olah merasa bersalah atas apa yang telah Ia ucapkan pada Monika.


"Apa?!!"

__ADS_1


"Sial!! Bisa-bisanya kau membohongi kami semua?!!"


"Ibu macam apa kau?!! Bisa-bisanya kau datang ke tempat kerja anakmu membuat keributan seperti ini, apakah kau orang yang tidak tahu malu?!!"


"Perempuan licik!! Jangan-jangan kau juga berbohong tentang suamimu yang sedang sakit?"


"Astaga,, bisa-bisanya dia berbohong seperti itu, itu sama saja mendoakan suaminya supaya sakit-sakitan dan tidak dijenguk oleh putrinya!!! Dia sangat memalukan!!"


Semua orang yang tadi memarahi Monika kini berbalik menyerang Amanda hingga membuat Amanda gemetar di tempatnya karena dia tidak menduga bahwa situasinya malah akan berbalik seperti ini.


Perempuan itu kebingungan harus melakukan apa, sehingga ketika dia melihat semua orang tidak berhenti memberinya ucapan-ucapan jelek, maka dia menggertakan giginya lalu berlari pergi dari kerumunan itu.

__ADS_1


Sementara Monica yang melihat itu, dia hanya mengepal kuat tangannya lalu tanpa mengatakan apapun perempuan itu pergi dari kerumunan sembari menahan amarahnya dalam hati.


'Aku harap ini menjadi pelajaran untuknya supaya dia tidak datang lagi ke tempat ini untuk membuat masalah!' ucap Monika dalam hati.


__ADS_2