
Setelah pertemuannya dengan orang tuanya, maka selama 3 hari kedepan Monica menjalani hari-harinya dengan baik, dan saat ini dia sedang berganti shift menjadi shift malam.
Begitu tiba di rumah sakit, Monica langsung ditemui oleh seniornya yang bernama Robin di depan rumah sakit.
"Selamat ya," ucap pria itu langsung membuat Monica mengerutkan keningnya, Sebab Dia tidak mengerti mengapa pria itu memberikan selamat padanya dan terlebih lagi, wajah pria itu tampak senang dan ramah.
"Selamat untuk apa?" Tanya Monica yang dalam hatinya dia bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Tapi Robin hanya tersenyum mengangkat bahunya, lalu pria itu pun pergi meninggalkan Monica hingga membuat Monica menatap punggung pria itu dengan kilatan mata waspadanya.
Meski begitu, Monica tidak terlalu lama tinggal di tempatnya, namun dia segera memasuki rumah sakit.
Baru saja Dia tiba di liker anak magang, beberapa anak magang yang ada di sana langsung menatap Monica dengan tatapan aneh hingga membuat Monica menjadi semakin penasaran dengan keanehan pada hari itu.
"Apakah ada sesuatu?" Tanya Monica pada anak-anak magang yang ada di sana.
__ADS_1
"Tidak," jawab salah seorang anak magang sembari keluar dari ruangan tersebut diikuti oleh para anak magang lainnya.
'Ada apa dengan mereka semua?' Ucap Monica dalam hati sembari menyimpan barang-barangnya ke dalam loker miliknya lalu perempuan itu pun keluar dari ruangan tersebut.
Dia pergi untuk mengambil buku catatan pengamatan pasien ketika dia dihampiri oleh salah satu anak magang yang langsung berkata, "kau dipanggil oleh dokter Albert."
Ucapan perempuan tersebut benar-benar membuat Monica merasa sangat senang sehingga dia langsung menganggukkan kepalanya dan tidak jadi mengambil buku catatan pengamatan pasien, namun dia langsung meninggalkan tempat tersebut untuk pergi ke ruangan dokter Albert.
'Sepertinya hubungan kami akan menjadi semakin lebih dekat,' Ucap Monica dalam hati yang merasa begitu senang sebab sejak beberapa hari terakhir dia terus melakukan operasi bersama-sama dengan pria itu.
Maka Setelah tiba di depan pintu ruangan dokter Albert, perempuan itu segera mengetuk pintu dengan perasaan yang deg-degan.
Tok tok tok...
"Masuk," ucap dokter Albert dari dalam ruangan langsung membuat Monica membuka pintu ruangan tersebut.
__ADS_1
Begitu Monica masuk, tetapan Monica langsung bertemu dengan dokter Albert dan perempuan itu tersenyum sembari berjalan ke arah dokter Albert untuk menghampiri pria itu.
"Ada apa dokter memanggil saya?" Tanya Monica.
Dokter Albert tidak langsung berbicara, tetapi pria itu mengambil sebuah berkas yang ada di atas mejanya lalu menyerahkannya pada Monica.
"Apa maksudmu dengan ini?" Tanya dokter arbert langsung membuat Monica mengerutkan keningnya mengambil berkas itu, Sebab Dia jelas mendengar suara pria itu tampak tidak suka dengan apa yang diberikan pria itu padanya.
Dan setelah membuka berkas itu, Monica benar-benar mengerutkan keningnya saat ia membaca bahwa surat yang ada di tangannya ialah surat permohonan untuk mengakhiri magangnya di rumah sakit tersebut.
Bahkan, dia semakin terkejut ketika melihat sebuah tanda tangannya yang tertera di sana, meski itu bukan tanda tangan aslinya, tetapi tanda tangan itu memang sangat mirip dengan tanda tangan milik Monica.
"Ini,, Kenapa surat ini bisa ada?" Ucap Monica sembari menatap dokter Albert.
"Kenapa? Harusnya akulah yang bertanya seperti itu, kenapa kau tiba-tiba mengajukan diri untuk mengakhiri masa magang mu di rumah sakit ini ketika aku sedang mempromosikanmu untuk menjadi seorang dokter tetap? Juga, kau meminta surat rekomendasi supaya bisa diterima magang di rumah sakit lain?" Tanya Dokter Albert.
__ADS_1