Putri Monika

Putri Monika
33


__ADS_3

Pada sore harinya, akhirnya jam operasi tiba dan Monika memasuki ruangan tempat bersiap untuk melakukan operasi lebih lambat dari yang seharusnya.


Ketika perempuan itu sudah selesai membersihkan tangannya dan memakai APD lengkap, maka perempuan itu masuk ke ruangan operasi dan semua orang sedang kebingungan sebab personil sedang bertambah satu namun tidak ada pemberitahuan sebelumnya.


Robin yang melihat Monika masuk ke dalam ruangan operasi kini menata perempuan itu dengan kening berkerut, "Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya pria itu.


Para dokter mata yang ada di sana juga menatap Monika, tetapi dengan sikap yang tetap tenang, Monika kemudian berkata, "dokter Intan yang menyuruhku untuk mengikuti operasi ini."


Seorang dokter magang yang ada di sana mengerutkan keningnya "Apa? Kenapa ada 4 asisten? Dokter Intan mengatakan bahwa operasi ini hanya ada tiga asisten saja yang lainnya adalah perawat." Ucap salah satu dokter magang.

__ADS_1


Sementara Robin yang mendengarkan itu, ia menatap Monika sembari berkata, "bukankah kau sudah berbicara dengan dokter Intan bahwa hari ini kita bertukar tempat dan dokter Intan sudah menyetujuinya?"


"Ahh," Monica menghela nafas dengan panjang, "siang ini ada banyak sekali pekerjaan, jadi aku lupa berbicara dengan dokter Intan. Maafkan saya senior," ucap Monica benar-benar membuat Robin berada pada puncak kemarahannya hingga dia mengulurkan tangannya untuk memberi pelajaran pada perempuan di depannya.


Tetapi, tangan pria itu berhenti dan melayang di udara saat pintu ruangan operasi terbuka memperlihatkan dokter Intan yang sudah masuk ke dalam ruangan operasi.


Dokter Intan berjalan ke posisinya lalu dia melihat ada empat dokter magang, padahal, hari itu dia hanya menyuruh 3 dokter magang yang menemaninya.


Dia paling tidak suka bekerja sama dengan pria, sehingga setiap kali melakukan operasi dia hanya bekerja sama dengan perempuan sebab sebelumnya Dia memiliki pengalaman yang buruk bekerja sama dengan dokter magang pria.

__ADS_1


Sementara Robin yang ditanya, pria itu terdiam di tempatnya dan tidak tahu harus berkata apapun. Ia hanya bisa mengatup erar-erat giginya melihat Monika yang sudah berjalan ke posisinya dan perempuan itu dengan tenang berdiri di tempatnya seperti tidak mengetahui apapun.


Maka terpaksa, pria itu hanya bisa kembali menatap dokter Intan sembari menunduk meminta maaf, "maafkan saya dokter, Sepertinya saya sudah keliru, kalau begitu Saya pergi dulu." Ucap Robin dengan rasa malu menghinggapi seluruh tubuhnya serta perasaan marahnya terhadap Monica.


Dokter Intan hanya mendengus kesal dan perempuan itu tidak mengatakan apapun, sebab tentunya di mereka tidak mungkin bertengkar di ruangan operasi.


Oleh sebab itu, Robin keluar dari ruangan operasi dengan wanita yang tersenyum bersama dengan dua dokter magang yang bersama-sama dengannya menatap Monica dengan tatapan penuh arti.


Tetapi Monika tidak menanggapi kedua dokter magang itu, dia hanya melaksanakan tugasnya dan operasi pun dimulai.

__ADS_1


"Ini adalah operasi yang sering kita lakukan tetapi sedikit saja terjadi kesalahan, maka bisa mengancam nyawa seseorang," ucap dokter Intan sembari melakukan tugasnya membedah pasien yang terbaring di meja operasi.


Para dokter magang yang ada di sana menganggukkan kepala mereka mengerti dengan penjelasan dokter Intan, sementara Monica, dia dengan tenang menyerahkan satu persatu alat yang dibutuhkan oleh dokter Intan dan kedua dokter magang yang bertugas membantu perempuan itu dalam pembedahan.


__ADS_2