
Dira sedang tertawa terpingkal-pingkal ketika dia bercetan dengan Robin, dan perempuan itu merasa sangat senang karena sekarang dia semakin akrab dengan Robin setelah dua minggu terus melakukan pendekatan dengan pria itu.
*Bagaimana kalau besok kita berjalan-jalan ke puncak?* Pesan dari Albert langsung membuat Dira melototkan matanya menatap layar ponselnya, dan perempuan yang sedang tidur itu segera duduk di tempat tidurnya.
"Oh,, dia mengajakku pergi ke puncak?" Dira bersemangat mengukir sebuah senyuman di wajahnya dan merasa sangat senang.
*Tentu saja, aku pasti mau berjalan-jalan bersama dengan Kak Robin!!!* Ketik Dira pada layar ponselnya sebelum mengirim pesan itu pada Robin.
*Kalau begitu, besok pagi aku akan menjemputmu, berdandanlah yang cantik,* pesan yang kembali masuk ke ponsel Dira benar-benar membuat dia tidak bisa menahan kebahagiaannya sehingga perempuan itu melompat dari kasur.
"Yes! Yes! Yes!" Teriak perempuan itu pada malam hari langsung membuat Amanda yang tidur bersama dengan suaminya mengerutkan keningnya karena terganggu dengan teriakan putrinya.
__ADS_1
Perempuan itu segera keluar dari kamarnya dan membuka kamar putrinya dengan wajah kesalnya.
"Apa yang kau lakukan malam-malam begini?" Bentak Amanda sembari melototi putrinya yang saat itu masih melompat-lompat di lantai karena kesenangannya membaca pesan Robin.
"Ahh ibu,, Aku sedang mencari menantu yang kaya raya untuk ibu, dan dia baru saja membalas pesanku. Ahh,,, aku harus menyiapkan pakaian untuk pergi bersama-sama dengannya besok!!!" Ucap Dira dengan girang segera membuka lemarinya lalu melihat pakaian-pakaian yang ada di lemarinya.
Pakaian-pakaian baru yang ia beli menggunakan uang 150 juta yang salah transfer ke rekening ibunya.
"Memangnya siapa pria kaya raya yang kau maksud itu?" Tanya Amanda yang merasa penasaran.
"Robin," jawab Dira dengan singkat langsung membuat Amanda melototkan matanya menatap putrinya.
__ADS_1
Amanda langsung berbicara pada putrinya, katanya, "Itu,, Robin yang kau maksud itu ialah Robin yang datang terakhir kali di rumah kita? Calon dokter di rumah sakit umum xx ibukota yang membantu kita untuk--"
"Ya!!" Sela Dira sembari menatap ke arah ibunya, "Ibu lihat sendiri 'kan, dia itu memakai pakaian yang trendy, baju yang mahal, celana yang mahal sepatu yang mahal dan jam tangan yang sangat mahal!!! Jadi tentunya Aku mengincarnya untuk menjadi calon suamiku, dan saat kami bertukar nomor, kami mulai melakukan pendekatan dan baru saja dia mengajakku untuk pergi ke puncak bersama-sama dengannya!!!" Kata Dira dengan semangat mengambil ponselnya dan memperlihatkan pesan percakapannya dengan Robin.
"Ini,,, Dia benar-benar berkata seperti ini padamu?" Tanya Amanda yang tidak mengerti mengapa pria kaya raya bisa melirik putrinya, Padahal mereka berasal dari keluarga yang tak punya apa-apa.
Tetapi, Dira dengan percaya diri berkata, "tentu saja, semua itu karena Putri Ibu sangat cantik!!!"
"Ah,, benar juga, kau memiliki kecantikan yang Ibu turunkan pada mu, jadi dia pasti sangat terpesona pada kecantikanmu. Kalau begitu, ibu akan memberimu uang saku dan jangan terlihat begitu miskin di hadapannya, karena saat ini kita juga masih memiliki banyak uang di rekening Ibu.
"Ahhh,,, Ibu merencanakan untuk menggunakan semuanya membeli perabotan baru di rumah ini, tapi setidaknya sekarang kita masih punya banyak uang!!!" Ucap Amanda yang benar-benar bersemangat mendukung putrinya berkenalan dengan seorang pria kaya raya yang bisa membantu mereka keluar dari kemiskinan.
__ADS_1
"Baik Bu!!" Jawab Dira dengan begitu senangnya.