
"Terima kasih telah menolongnya, dia memang sering terjatuh seperti itu ketika kelelahan saat terlalu lama terbang. Ahh,, perkenalkan nama saya Monica, tadi saya lewat di sini karena di dekat sini ada rumah teman saya." Ucap Monica mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan perempuan di depannya.
🔥🔥🔥
"Ahh,, ya, namaku Bertin. Sepertinya kau sedang menunggu taksi di area sini?" Tanya bertin langsung membuat Monica menganggukkan kepalanya.
"Ya, tapi dari tadi tidak ada satupun taksi yang lewat," ucap Monika.
"Ah, ya, di sini memang jarang ada taksi yang lewat, Bagaimana kalau kau masuk dulu, nanti aku akan menyuruh supirku Untuk mengantarmu," ucap bertin benar-benar membuat perasaan mau nikah semakin tidak karuan, sebab perempuan di depannya tampaklah sangat baik.
"Itu,, Apakah tidak merepotkan?" Tanya Monika.
__ADS_1
"Jangan khawatir. Ayo masuk dulu, lagi pulang sepertinya burung beo milikmu membutuhkan istirahat," ucap Bertin akhirnya diangguki oleh Monica hingga Mereka kemudian bersama-sama masuk ke dalam rumah dengan wanita yang memperhatikan rumah tersebut.
Monica mengerutkan keningnya ketika dia melihat bahwa desain rumah yang ada di tempat itu agak mirip dengan desain istana tempat mereka bersembunyi ketika keduanya melarikan diri dari istana untuk bersatu.
'Kalau dia tidak mengingat apapun tentang kami, bagaimana bisa dia membangun rumah seperti ini?' ucap Monica dalam hati sembari terus melangkahkan kakinya ke dalam rumah tersebut.
Begitu tiba di teras, kedua perempuan itu pun duduk dengan burung beo berbaring di pangkuan Monika.
Dia pun bertanya seperti itu hanya untuk mendapatkan informasi dan mengklarifikasi ucapan burung beo.
"Ahh, ya, suamiku yang membangun rumah ini, dia membangunnya sejak 7 tahun yang lalu ketika kami masih berada di luar negeri. Lalu setelah rumah ini jadi maka kami pindah ke mari, kami hanya tinggal berdua di rumah ini karena suamiku tidak senang jika ada orang yang bersama-sama dengan kami, sedangkan para pembantu hanya datang di pagi hari untuk membersihkan rumah. Mereka juga tinggal di rumah sebelah yang khusus untuk pembantu dan para sopir. Ahh,, di rumah ini juga tidak ada pelayan, Jadi tunggu di sini sebentar biar aku membuatkan mu minuman," ucap Bertin sembari berdiri lalu perempuan itu pergi meninggalkan Monika.
__ADS_1
Sementara Monikq yang ditinggalkan, perempuan itu membeku di tempatnya setelah mendengar sendiri bahwa perempuan itu mengatakan tentang hubungannya dengan pria yang tinggal bersamanya.
Sementara burung beo yang sedari tadi berbaring-baring di pangkuan Monika, burung beo itu mengangkat wajahnya menatap Monika dan bisa melihat bahwa air mata telah menggenangi kelopak mata nona nya.
"Nona jangan khawatir, pasti ada cara lain," ucap burung beo itu berusaha menenangkan perempuan itu, sebab akan terlihat begitu aneh jika nanti bertin kembali menghampiri mereka dan melihat bahwa Monika sedang menangis.
"Hari ini aku benar-benar kelelahan," ucap Monikq sembari berdiri lalu perempuan itu kemudian pergi meninggalkan rumah itu hanya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk Bertin.
"Nona, Nona yakin mau berjalan kaki untuk mencari taksi?" Tanya burung beo yang hinggap di bahu Monika, sebab Dia merasa cemas pada perempuan itu.
Wajah Monikq tampak kelelahan dan Apalagi setelah mengetahui fakta tentang pangeran Albert yang sudah menikah maka dia merasa cemas bahwa perempuan itu sedang sangat cocok dan hal tersebut bisa membuat seseorang lebih cepat kelelahan dari biasanya.
__ADS_1
"Jangan khawatir, aku baik-baik saja," ucap Monikq dengan kakinya yang terus melangkah ke depan.