
"Hm, kalau kalian hanya datang untuk marah maka silakan pergi karena aku tidak ada waktu untuk meladeni kalian," ucap Monica sembari berdiri untuk meninggalkan kedua orang tuanya.
🤠🤠ðŸ¤
Tetapi perempuan itu tidak lanjut melangkahkan kakinya ketika iya mendengar suara Amanda dari belakangnya, "kami dengar kau akan dikeluarkan dari rumah sakit ini karena kelakuanmu membuat keributan di rumah sakit? Bahkan akan dibuatkan surat keputusan bahwa kau tidak layak menjadi seorang dokter?!!" Tanya Amanda dengan suara yang begitu mencibir dan dia merasa senang dengan keputusan tersebut.
Monica menghela nafas lalu dia berbalik menatap kedua orang di depannya, "benarkah? Kalau begitu bagus, supaya Putri kalian yang tertinggal di rumah itu tidak perlu lagi merasa iri padaku!" Ucap Monica.
"Monica!! Bisa-bisanya kau berkata seperti itu? Kami mau membantumu, kau bisa pindah ke rumah sakit lain untuk magang, ayah dan ibu akan mencarikanmu rumah sakit yang lebih baik dari ini, Jadi bagaimana kalau kita segera mengurus kepindahan magangmu sebelum surat keputusan keluar?" Ucap Carlos yang merasa cemas pada putrinya.
Tetapi Monica, dia hanya tersenyum kecut, "tidak perlu mencampuri urusanku, aku bisa mengurus diriku sendiri, dan satu lagi, jika kalian datang untuk membujukku memberikan uang pada kalian, maka itu tidak akan pernah terjadi!!!" Setelah berbicara, Monica terus melangkahkan kakinya untuk meninggalkan kedua orang itu saat lengannya kembali dicekal oleh ayahnya membuat dia semakin kesal dengan kedua orang tersebut.
__ADS_1
"Apa lagi?!" Ucap Monica benar-benar menahan kekesalannya dalam hati.
"Itu, kau harus tetap menghormati orang tuamu meskipun kau merasa orang tuamu selalu bersikap buruk padamu. Setidaknya, bantulah adikmu dalam pendidikannya kirimkan uang Siska sekali untuknya supaya dia bisa semangat untuk kuliah." Ucap Carlos benar-benar membuat Monica memutar bola matanya.
Tetapi karena perempuan itu tidak ingin terus berada di tempat itu berdebat dengan kedua orang tuanya, maka dia dengan cepat menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, nanti akan kukirimkan uang," Ucap Monica sembari melepaskan tangannya yang dicekal oleh ayahnya lalu perempuan itu pun berjalan ke arah pintu.
Amanda yang melihat itu benar-benar kesal sehingga dia menatap suaminya sembari berkata, "kau lihat kelakuan putrimu bukan?!! Dia benar-benar tidak menghargai orang tuanya, inilah yang membuatku selalu menderita saat merawatnya!!!"
Carlos menghela nafas, dan pria itu masih belum mengerti tentang perubahan putrinya, namun dia tidak terlalu memikirkannya lagi dan hanya keluar dari ruangan itu diikuti oleh Amanda.
__ADS_1
Sembari mengikut di belakang suaminya, Amanda berpikir bahwa dia perlu memberi pelajaran pada anak tirinya.
'kalau aku menguruskan surat ke pindahan magangnya tetapi tidak ada rumah sakit baru yang menerima dia untuk magang maka dia tidak akan punya pekerjaan lagi dan kesombongan yang dia bangun setinggi langit Itu akan segera runtuh.' ucap Amanda dalam hati sembari tersenyum mencibir.
Maka setelah memikirkan sesuatu yang begitu baik dalam hatinya, Amanda kemudian berkata, "sebaiknya hari ini kita mengurus tentang surat kependahan perempuan itu, jangan sampai dia dikeluarkan dari rumah sakit!!!"
Carlos menghentikan langkahnya lalu pria itu berbalik menatap istrinya, "kau benar, tapi seniornya bilang Kita harus mencari rumah sakit terlebih dahulu untuk tempat dia pindah magang. Lalu di rumah sakit mana kita harus memindahkan dia?" Tanya Carlos yang memang mereka tidak memiliki koneksi, bisa masuk ke rumah sakit itu saja hanya karena bantuan dari beasiswa yang diuruskan oleh istri pertamanya untuk Monica.
"Ahh, kau tenang saja, seniornya tadi sudah mengatakan bahwa jika kita perlu bantuan kita tinggal menelponnya. Sekarang yang paling penting ialah mengurus surat pindahnya!!!" Ucap Amanda segera meraih tangan suaminya lalu menarik pria itu ke tempat administrasi untuk mencari tahu bagaimana cara mengurus surat pindah magang.
__ADS_1