Putri Monika

Putri Monika
94


__ADS_3

Setelah memeriksa kamar tempat Monica menemukan foto bertin, maka Monica pun lanjut memeriksa kamar-kamar yang lain sampai ia tiba di kamar Albert dan terkejut ketika dia masuk ke kamar tersebut mendapati foto dirinya berada di kamar itu.


Bukan dicetak dalam ukuran kecil, tetapi fotonya bahkan dicetak dalam ukuran yang besar lalu diletakkan di bagian kepala tempat tidur.


Monica pun terdiam di tempatnya memandangi foto tersebut dan dia tidak mampu berkata apa-apa lagi.


Clek!


Tiba-tiba pintu kamar terbuka membuat Monica menatap ke arah pintu dan melihat Albert kini berjalan ke arahnya.


"Ahh,, aku datang mengambil sesuatu," ucap Albert sembari menoleh ke arah foto yang ada di kamarnya, hingga pria itu pun tersenyum dan berjalan menghampiri Monica.


Albert memeluk Monica dengan erat sembari mendaratkan sebuah ciuman di bibir perempuan itu, "kalau kau lelah Kau boleh beristirahat, aku belum selesai di dapur karena aku akan langsung membuat makan malam untuk kita. Tapi kalau kau mau minum, katakan saja padaku biar ku bawakan dari bawah," ucap Albert dengan suara yang lembut.


Monica sama sekali tidak peduli dengan ucapan pria itu, dia lebih memikirkan tentang foto tersebut sehingga dia pun menatap mata Albert dengan dalam.

__ADS_1


"Kenapa kau memajang fotoku yang begitu besar di sini?" Tanya Monica yang baru menyadari bahwa perempuan bernama bertin itu tidak tidur di kamar Albert, sehingga dia menjadi semakin merasa aneh apa sebenarnya hubungan kedua perempuan itu.


Bertin mengaku bahwa dia adalah istri Albert, tetapi Albert tidak mengakui perempuan itu sebagai istrinya, dan Bahkan mereka tidak tidur di kamar yang sama.


"Hm,," Albert tersenyum mengulurkan tangannya memperbaiki rambut Monica yang agak berantakan, "tentu saja karena aku mencintaimu," ucap Albert sembari menundukkan kepalanya dan kembali mendaratkan sebuah ciuman di bibir perempuan itu.


Setelah mencium Monica, Albert pun berkata, "kalau ada pertanyaan lain nanti kau tanyakan saat kita sedang makan, aku takut masakanku di bawah jadi gosong."


Monica menganggukkan kepalanya lalu melihat pria itu keluar dari kamar meninggalkannya dengan Monica yang masih terdiam memandangi pintu yang telah ditutup oleh Albert.


Beberapa saat kemudian barulah Monica kembali menatap ke arah fotonya yang dipajang begitu besar di kamar tersebut, Lalu perempuan itu memperhatikan sekitar kamar dan menatap meja kerja Albert, di sana juga diletakkan fotonya.


Tetapi saat Monica berpikir akan mendapatkan sesuatu dari komputer itu, dia malah menghela nafas kasar ketika segala sesuatu yang ada di sana hanyalah pekerjaan saja sehingga Monica mematikan komputer itu dan memilih melihat-lihat ruangan lainnya.


Tidak ada hal yang khusus sehingga Monica memiliki kembali ke lantai bawah dan pergi ke arah dapur di mana Albert masih sementara memasak sementara burung beo berdiri memandangi pria itu.

__ADS_1


"Kau memasak apa?" Tanya Monica berjalan menghampiri Albert dan menatap sup yang dibuat oleh pria itu.


"Aku membuat sup dan beberapa hidangan lainnya," jawab Albert menunjuk ke arah meja yang ada di sebelahnya hingga membuat Monica mengangkat kedua alisnya melihat ada begitu banyak makanan yang telah dibuat oleh pria itu.


"Kau memasak dengan sangat cepat Apakah kau benar-benar memasak semua ini?" Tanya Monica yang merasa curiga bahwa mungkin saja pria itu memesannya dari restoran hingga bisa selesai dalam waktu yang cepat.


"Hm,, itu keahlianku, memasak dengan cepat,," jawab Albert dengan santai.


Monica menganggukkan kepalanya, "Apakah ada yang perlu kubantu?" Tanya Monica sembari memperhatikan Albert yang saat itu sedang memotong-motong cabai yang akan Albert buat menjadi saus.


"Tidak perlu sayang, duduklah di sana dan istirahat, aku akan menyelesaikan semua ini," kata Albert yang tidak mau membuat Monica kelelahan, apalagi sepanjang hari ini mereka melakukan banyak hal di rumah sakit yang pasti membuat perempuan itu kelelahan.


Monica yang merasa bahwa pria itu mungkin tidak ingin diganggu dalam acara memasaknya akhirnya tidak mengatakan apapun lagi dan lebih memilih berjalan ke arah luar dapur dan melihat taman belakang di rumah tersebut.


Monica pun berjalan-jalan di sana ditemani oleh burung beo hingga mereka tiba di sebuah kursi yang diletakkan di dekat kolam ikan.

__ADS_1


Burung beo pun duduk di kursi tersebut sembari menatap Monica, "aku tidak menemukan perempuan itu di manapun, Apakah Nona bertemu dia di rumah?" Tanya burung beo yang mana ia memeriksa seluruh bagian luar rumah namun tidak mendapati bertingkah sehingga burung beo itu berpikir bahwa bertin mungkin bersembunyi di dalam rumah.


Monica menggelengkan kepalanya dengan pelan, "tidak, tapi aku mendapati foto perempuan itu di sebuah kamar, dan ternyata perempuan itu tidak tidur satu kamar dengan Albert, bahkan di kamar Albert ada fotoku yang menghiasi dinding kamarnya," Ucap Monica yang kini begitu penasaran Sebenarnya apa yang terjadi dan dia tidak sabar untuk dipanggil Albert makan malam bersama sehingga dia bisa menanyakan masalah tersebut.


__ADS_2