Putri Monika

Putri Monika
68


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Monica pun membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk keluar menuju cafe xx.


Dia penasaran tentang apa yang akan dibicarakan oleh pria itu dan juga penasaran tentang hal bodoh apalagi yang telah dilakukan oleh keluarganya, terutama ibu dan adik tirinya yang menyebalkan.


Tetapi sebelum pergi, Monica mengambil sebuah pena yang sempat ia pesan secara online, pena tersebut bisa merekam pembicaraan seseorang sehingga dia tidak perlu menggunakan ponselnya untuk menjebak pria yang bersama-sama dengannya.


Maka setelah selesai menyiapkannya, Monica pun meninggalkan apartemennya dan menaiki taksi online menuju cafe xx.


Begitu tiba di cafe, Monica melihat ada banyak orang di cafe itu, tetapi dia tidak menemukan Robin sehingga dia mengerutkan keningnya sembari berjalan ke dalam kafe dengan burung beo di bahunya.


Perempuan itu memesan kopi terlebih dahulu sebelum duduk di salah satu meja yang kosong dan menatap ke arah orang-orang yang ada di cafe tersebut.


"Nona, Coba lihat di sana ada seorang youtuber, itu youtuber terkenal wajahnya ada di mana-mana di YouTube!!" Kata burung beo yang mana ketika dia pergi melihat lihat di rumah dokter Albert, dia sempat melihat istri pria itu menggunakan ponselnya dan sangat menikmati acara YouTube dari pria yang iya lihat di cafe tersebut.


"Ah,, sepertinya mereka membahas tentang konten mereka, abaikan saja mereka," Ucap Monica yang tidak terlalu tertarik dengan hal tersebut dan dia hanya duduk di sana sembari memainkan ponselnya dan sesekali menoleh ke arah pintu masuk cafe.


Drrtttttt....

__ADS_1


Sampai pemberitahuan tentang minuman Monica yang sudah siap, Monica belum melihat Robin datang ke tempat itu sehingga Monica menghela nafas sembari berdiri untuk mengambil kopi pesanannya.


Setelah kembali ke tempat duduknya, Monica masih belum melihat tanda-tanda kedatangan Robin sehingga perempuan itu pun menekan-nekan layar ponselnya untuk menghubungi Robin.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Tut tut tut...


Monica mematikan panggilan telepon itu dengan perasaan kesalnya, lalu dia menyeruput kopi yang ada di hadapannya dan berniat pergi dari tempat itu setelah ia menghabiskan kopinya.


Tetapi, baru setengah gelas kopi ia habiskan, perempuan itu langsung mengangkat wajahnya saat ia melihat Robin akhirnya datang di cafe tersebut dan pria itu tersenyum ke arahnya.


Monica mengabaikan senyum pria itu, dan dia hanya mengambil kopi yang ada di atas meja lalu menyeruputnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Robin pun kini duduk di depan Monica sembari pria itu menatap Monica dengan senyuman menghinanya.


"Katakan apa yang kau inginkan?" Tanya Monica yang tidak mau berbasa-basi, dia ingin pria itu berbicara langsung pada intinya supaya dia cepat-cepat berpisah dengan pria itu.


"Ahh,, santailah dulu, Aku baru saja datang perlu mengatur nafas untuk berbicara denganmu bukan?" Kata Robin sembari melemparkan sebuah senyuman mengejeknya pada Monica.


Hal itu membuat sang burung beo yang ada di sana dia hendak terbang mencakar pria di depannya ketika Monica mengulurkan tangannya menangkap burung beo tersebut.


"Diam!" Perintah Monica pada burung beo nya.


Burung beo hanya bisa memalingkan wajahnya sebagai pertanda bahwa dia kesal terhadap Monica.


"Ahh,, sepertinya burung milikmu ini benar-benar tidak suka kalau kau diperlakukan tidak baik ya, ahh,,, kalau begitu aku akan mulai berbicara," kata Robin kemudian membuka tas yang ia bawa lalu mengambil sebuah dokumen yang telah ditandatangani oleh Amanda dan putrinya.


Pria itu pun meletakkan dokumennya di atas meja sembari menatap Monica, "bukalah," kata Robin dengan sebuah tatapan mengejek yang tak henti-hentinya diberikan pada Monica.


__ADS_1


__ADS_2