Putri Monika

Putri Monika
56


__ADS_3

Setelah mendapat kabar buruk itu, maka Robin langsung menelpon kakeknya, tetapi saat itu kakeknya tidak menjawab lagi hingga membuat pria itu menjadi sangat marah.


Robin kemudian memutuskan untuk pergi ke toilet, dan saat ia berada di depan toilet dilihatnya Monica juga masuk ke dalam toilet perempuan hingga Robin dengan cepat menggertakkan giginya mengikuti perempuan itu.


"Ahh!!!"


"Siapa kau!!!"


Para perempuan yang ada di sana sangat terkejut melihat Robin salah masuk toilet, tetapi Robin tidak memperdulikan mereka dan dia hanya menatap mereka dengan marah.


"Sialan!!! Keluar!!!" Bentak Robin langsung membuat Monica yang telah berada dalam bilik toilet kini terdiam di tempatnya Sebab Dia mengenali suara pria itu, pria yang paling dibenci olehnya.


Maka sambil menggertakkan giginya, Monica yang tadinya hendak memperbaiki pakaiannya yang terselip pun menghentikan gerakan tangannya lalu dia berdiri menatap pintu bilik toilet sembari mengambil ponsel dari sakunya.


Brak!

__ADS_1


Brak!


Brak!


Satu persatu pintu bilik toilet dibuka dengan keras oleh Robin hingga membuat Monica menghela nafas dan dia pun membuka pintu bilik toiletnya dengan sukarela.


Begitu keluar dari bilik toilet, tetapan Monica langsung bertemu dengan tatapan Robin.


"Apa yang kau lakukan di toilet wanita?" Tanya Monica yang merasa kesal pada pria itu, bisa-bisanya masuk ke dalam toilet wanita???


Saat dia berpikir untuk melukai perempuan itu, Dia teringat bahwa melukai perempuan itu akan menimbulkan masalah padanya karena akan meninggalkan bekas luka, sehingga dia malah memikirkan cara lain lalu membuka salah satu bilik toilet.


Brak!!!


Setelah itu dibuka maka Robin mendorong Monica ke dalam bilik toilet tersebut dan mengunci pintu bilik itu lalu memaksa perempuan itu duduk di atas kloset.

__ADS_1


"Kuperingatkan pada mu, kalau kau berteriak sedikit saja maka Aku tidak akan segan-segan untuk merusak wajahmu yang cantik ini!!!" Ucap Robin sembari memperlihatkan sebilah pisau di tangannya pada Monica yang tampak menggertakan giginya menatap Robin.


Saat melihat bahwa perempuan di depannya masih bersikuku, maka Robin dengan cepat menekan perut perempuan itu Kedinding menggunakan lututnya lalu tangannya yang satu memegang wajah Monica dan tangan yang lain mengarahkan pisau kecil itu di wajah Monica.


"Kalau aku membuatmu terluka, maka aku hanya akan dikeluarkan dari rumah sakit ini, dan kau tahu sendiri keluargaku masih memiliki banyak tempat untuk memindahkan ku ke rumah sakit lain. Tapi kalau wajahmu terluka, Bagaimana caramu akan menjadi perempuan? Akan kupastikan bahwa sayatan dari pisau ini akan membuat wajahmu terus berair sepanjang hidupmu!!!" Tegas Robin sembari memperhatikan wajah Monica dan dia benar-benar puas saat melihat wajah perempuan itu menunjukkan ketakutannya.


Maka setelah itu, Robin kemudian mengambil kedua tangan Monica lalu mengunci kedua tangan perempuan itu di atas kepala Monica dan satu tangan perempuan itu pun mulai membuka sabuk celananya.


Saat itu, terdengar suara langkah kaki yang memasuki bilik toilet yaitu beberapa perempuan yang tampak berbincang-bincang senang.


Robin menjadi semakin semangat sehingga dia berkata, "ini menyenangkan, orang-orang akan mengira kita diam-diam pacaran dan melakukannya Di sini."


Monica yang mendengarkan pria itu langsung mengerutkan keningnya apalagi saat ia melihat pria tersebut telah membuka resleting celananya dan bersiap untuk mengeluarkan sesuatu menjijikkan dari dalam sana.


__ADS_1


__ADS_2