Putri Monika

Putri Monika
15


__ADS_3

Pagi hari, pada pukul 05.00, Monica terbangun dari tidurnya dan perempuan itu melihat burung beo nya sedang bolak-balik di depan cermin.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Monica sembari turun dari tempat tidur.


Burung beo yang mendengarkan pertanyaan tuan putrinya langsung menoleh ke arah tuan putri, "Hari ini aku mau menghampiri Pangeran, jadi aku pikir tempo hari penampilanku kurang cantik sehingga dia tidak mengingatku, jadi aku menambahkan ini di tubuhku," ucap sang burung beo sembari memperlihatkan sebuah jepit rambut milik Monica yang digunakan oleh burung kecil itu untuk menjepit bulunya.


Hal itu langsung membuat Monika menahan tawanya, "kau ini sangat lucu, jepit rambut itu akan membebanimj karena berat, nanti aku akan memberikan yang lebih ringan." Ucap Monica sembari berjalan ke arah pantry untuk menyiapkan sarapan pagi mereka berdua.


Burung beo langsung terbang ke arah pantri lalu dia berdiri di atas meja sembari berkata, "apakah Tuan Putri sudah merasa lebih baik?"

__ADS_1


"Ya, aku rasa Aku masih akan mendengarkan ucapanmu, aku akan melihat ke depan ini bagaimana perkembangan situasinya. Ah,, tapi jangan pernah memanggilku Tuan Putri lagi, biasakan dirimu untuk memanggilku Nona, Aku tidak ingin kau keceplosan lagi seperti di kehidupan yang sebelumnya!" ucap mau nikah langsung membuat sang burung beo mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia mengerti.


Maka, keduanya sarapan dan bersiap-siap lalu mereka pergi meninggalkan apartemen karena hari itu Monica harus pergi ke rumah sakit untuk bekerja.


Begitu tiba di rumah sakit, Monica langsung berjalan ke arah loker untuk menyimpan barang-barangnya, dan untungnya bahwa seniornya yang kemarin ada di sana tidak satu shift dengannya, sehingga perempuan itu merasa aman.


Setelah mengganti pakaiannya, ia berkumpul bersama dokter magang lainnya, Dan seperti sebelumnya dia tidak mengatakan apapun dan hanya diam saja di sana.


"Ah,, dokter tampan yang di muka bumi yang selalu cuek pada semua perempuan di rumah sakit. Ah,, aku dengar sekarang umurnya sudah 30, Tetapi dia belum menikah dan katanya dia tidak mau menikah," ucap sala seorang dokter magang langsung membuat Monica menatap dokter magang itu dengan rasa penasaran yang tinggi untuk mendengarkan gosip tentang dokter Albert.

__ADS_1


"Aah,, itu hanya gosip miring saja, mana ada yang tahu kalau dia benar-benar tidak mau menikah atau mau menikah, tapi di grup sebelah katanya sedang ramai membicarakan dokter Albert yang kemarin menolong seorang dokter magang dan memberikan jasnya padanya untuk digunakan oleh dokter magang itu."


"Apa?! Dokter Albert memberikan jasnya pada seorang dokter magang? Apakah Dokter magangnya perempuan?"


"Katanya perempuan muda, dan katanya perempuan itu tampak kelelahan. Beberapa juga mengatakan bahwa dokter magang itu bertugas di UGD," ucap salah seorang dokter magang senior langsung membuat Monika menghela nafas karena ternyata dialah yang digosipkan oleh kedua dokter magang itu.


Monica tidak mendengarkan percakapan kedua orang itu lagi, sebab Dia melihat dari kejauhan tampak dokter ma Albert datang bersama dengan seorang dokter magang yang lebih senior dari mereka semua yang ada di sana.


"Itu dia dokter Albert, lihat betapa tampannya dia, sudah berumur 30 tahun tapi masih terlihat berumur 22 tahun saja!" Ucap salah seorang perempuan yang bersama-sama dengan Monica lalu mereka kemudian mengikuti dua dokter tersebut untuk mengunjungi para pasien.

__ADS_1


Monica mengikut di posisi paling belakang, sebab entah kenapa saat ini hatinya benar-benar kacau dan dia benar-benar kesal setiap kali mengingat Bagaimana kemarin dia bertemu dengan Bertin yang merupakan istri dari Dokter Albert.


__ADS_2